Pemkab Klaten Perkuat Pembinaan Penjaga dan Pengelola Masjid

Pemkab Klaten Perkuat Pembinaan Penjaga dan Pengelola Masjid

CYBER88 | KLATEN — Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Klaten terus memperkuat peran penjaga dan pengelola masjid dalam memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Upaya tersebut dilakukan melalui kegiatan pertemuan dan pembinaan yang digelar di Gedung Graha Bung Karno, Buntalan, Klaten, Selasa (29/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti sekitar 200 penjaga dan pengelola masjid. Selain menjadi ajang silaturahmi, kegiatan juga menjadi sarana untuk menambah wawasan sekaligus memperkuat komunikasi antarpengelola rumah ibadah di Kabupaten Klaten.

Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat (Kesra) Setda Klaten, Nurcholis Arif Budiman, mengatakan pembinaan tersebut merupakan bentuk perhatian Pemkab Klaten terhadap para penjaga tempat ibadah dan guru ngaji.

“Pertemuan ini kami laksanakan selama dua hari. Hari ini pesertanya sekitar 200 orang, kemudian besok dilanjutkan dengan peserta dari guru ngaji,” ujar Nurcholis.

Menurutnya, pengelolaan masjid tidak hanya sebatas memastikan kegiatan ibadah berjalan. Keamanan, kebersihan, kenyamanan hingga kondisi lingkungan sekitar masjid juga perlu diperhatikan agar jamaah merasa aman dan nyaman saat beribadah.

“Yang paling utama adalah bagaimana pola pengelolaan masjid itu bisa membuat jamaah aman dan nyaman. Termasuk bagaimana memperhatikan lingkungan masjid,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, peserta juga diperkenalkan dengan Dewan Masjid Indonesia (DMI) Kabupaten Klaten. Keberadaan DMI diharapkan dapat menjadi wadah komunikasi sekaligus memperkuat jejaring antarmasjid, termasuk masjid yang berada di tingkat lingkungan maupun desa.

“Kami juga mengenalkan Dewan Masjid Indonesia. Di Klaten sudah ada kepengurusan DMI yang nantinya diharapkan bisa menaungi dan menjadi wadah komunikasi masjid-masjid, termasuk masjid yang masih kecil,” jelasnya.

Nurcholis menambahkan, pembinaan tidak hanya bertujuan meningkatkan pengetahuan para peserta. Pemkab Klaten juga ingin memperoleh gambaran mengenai kebutuhan serta persoalan yang dihadapi penjaga dan pengelola masjid di lapangan.

Untuk itu, Pemkab akan meminta masukan dari pihak kecamatan maupun peserta terkait materi yang dianggap penting untuk kegiatan pembinaan selanjutnya. Materi tersebut dapat berupa pelatihan imam, tata kelola masjid maupun bentuk pembinaan lainnya.

“Ke depan kami akan meminta masukan dari teman-teman di kecamatan. Kira-kira tema apa yang perlu diberikan, apakah pelatihan imam, pengelolaan masjid, atau materi lainnya,” ungkapnya.

Ia menegaskan, keberlanjutan kegiatan pembinaan akan disesuaikan dengan kebutuhan di lapangan. Sementara terkait pembentukan forum komunikasi secara resmi, Pemkab Klaten masih akan membahasnya dengan mempertimbangkan masukan dari berbagai pihak.

Kegiatan tersebut diisi dengan sejumlah agenda, mulai pembukaan dan doa, laporan panitia, penyerahan cenderamata, arahan hingga penyampaian materi mengenai pengelolaan masjid.

Melalui pembinaan tersebut, Pemkab Klaten berharap kapasitas penjaga dan pengelola masjid semakin meningkat. Dengan pengelolaan yang baik, masjid diharapkan tidak hanya menjadi pusat kegiatan ibadah, tetapi juga mampu menghadirkan lingkungan yang bersih, tertib, aman dan nyaman bagi masyarakat.

Komentar Via Facebook :