Dinilai Gagal, Kantor Bupati Pamekasan Digeruduk. Massa Minta Bupati Mundur dari Jabatan

Dinilai Gagal, Kantor Bupati Pamekasan Digeruduk. Massa Minta Bupati Mundur dari Jabatan

CYBER88 | Pamekasan -- Masyarakat yang mengatas namakan Gerakan Gotong Royong Rakyat Petani, LSM, Ormas, Pemuda dan Mahasiswa menggeruduk kantor Bupati Pamekasan. Kamis (29/09/22).

Selama 4 tahun memimpin Pamekasan yang dianggap gagal dalam menjalankan programnya dalam mensejahterakan rakyat Pamekasan, petani tembakau semakin digenjet dengan mahalnya pupuk bersubsidi dan sulit untuk mendapatkan pupuk tersebut. 

Rahem salah satu korlap aksi menyampaikan agar Bupati Pamekasan mundur dari jabatannya.

"Karena Bupati Pamekasan di anggap menyalahgunakan APBD hanya untuk berfoya-foya, mengadakan pameran batik keluar kota dan tidak ada transparansi dalam PAD (Pendapatan Anggaran Daerah).

Sehingga kalau Bupati tidak menemui kami maka Bupati tidak kooperatif terhadap apa yang terjadi di Pamekasan," ujar salah satu massa aksi kepada kru media.

Tampak dalam aksi tersebut, terjadi dorong mendorong antara massa aksi dengan kepolisian, bahkan dalam pernyataan aksi itu, disebutkan untuk transparansi anggaran Bosda madrasah Diniyah ditahun 2021 yang tidak kunjung dicairkan sampai saat ini.

Masih Rahem salah satu LSM menyampaikan Bupati lemah dalam memberantas mafia rokok ilegal, lemahnya dalam penegakan hukum sehingga membuka peluang korupsi kepada Kepala Dinas dengan dana DBHCT, dan kosongnya 4 Kepala Dinas di Kabupaten Pamekasan, ungkapnya.

Herman Plelani salah satu korlap aksi menyampaikan apa yang menjadi tuntutan masyarakat:
1. Gagalnya Program Strungking (satu tangki truk air dan jaringan air minum desa).
2. Gagalnya program Teker Pandan (kesejahteraan guru honorer, guru ngaji, penjaga makam, penggali kuburan, modin dan kader posyandu).
3. Gagalnya mensejahterakan Tanean Lanjeng (petani, nelayan sejahtera, dan gembira).
4. Gagalnya rujak corek (infrastruktur jalan dan jembatan serta penataan kawasan).
5. Gagalnya kesehatan gratis sehingga menimbulkan salah satu pasien mati di salah satu rumah sakit swasta.
6. Gagalnya program desa mandiri 
7. Gagalnya program cipta lapangan kerja
8. Gagalnya program krepek tette (transformasi birokrasi berbasis good governance).
9. Gagalnya program jidulasis (pelayanan perijinan terpadu & administrasi kependudukan cepat dan gratis berbasis exellent service).
10. Gagalnya program acar (Anak cerdas dan pintar)
11. Gagalnya program elorong (pengaduan jalan rusak akan diperbaiki)
12. Menjanjikan para guru ngaji akan digaji

Lanjut Herman, masih banyak lainnya seperti apa yang di rencanakan Bupati Pamekasan ketika berkampanye dulu itu semua hanyalah rencana namun pelaksanaannya nihil dan sebatas apologi (sebatas srimunial belaka).

"Tidak ada tindak lanjut dalam pelaksanaan program itu, kadang hanyalah pembukaan seremunial namun dalam pelaksanaannya macet di tengah jalan alias tidak tuntas," pungkasnya.

Namun setelah 2 jam, massa aksi akhirnya di temui oleh H. Baddrut Tamam, Bupati Pamekasan. 

Bupati menyampaikan banyak terimakasih kepada masyarakat dan masa aksi.

"Selain ikut mengontrol dalam kepemimpinan kami sehingga kami bisa lebih baik, aksi ini juga memberi pemahaman untuk maju dan meng evaluasi kedepannya di dalam kepemerintahan saya," ujar Baddrut kepada massa. (Red/Muslim).

Komentar Via Facebook :