Modus Pinjam KTP Warga, Tiga Oknum BUMKAM Sukses Gelapkan Dana Ratusan Juta Rupiah

Modus Pinjam KTP Warga, Tiga Oknum BUMKAM Sukses Gelapkan Dana Ratusan Juta Rupiah

Ilustrasi Internet

CYBER88 | Siak - Begini modus operandi ketiga oknum pelaku penggelapan uang kas Badan Usaha Milik Kampung atau BUMKAM Desa Pinang Sebatang Timur. Terbilang nekat, namun ketiganya kompak melakukan kejahatannya dengan meminta sejumlah kartu tanda penduduk milik warga Pinang Sebatang Timur, untuk memuluskan pengerukan uang tunai dengan berdalih pinjaman BUMKAM. 

Informasi dari narasumber yang layak dipercaya, oknum Direktur, Sekretaris dan Bendahara bersepakat untuk mengambil uang kurang lebih empat ratus juta rupiah, dari Kas BUMKAM desa. 

BACA JUGA  Kasus Korupsi BUMKAM Pendamping Desa dan Warga Minta Pelaku Ditahan Polisi

"Mereka minta KTP warga, lalu buat permohonan pinjaman dan cair uangnya pak. Uang itu kebanyakan untuk mereka bertiga pak. Kami tidak menyangka bahwa ketiga orang ini sebagai dalangnya pak. Pantasan kami nggak bisa pinjam karena uang kas kosong. Mereka mengambil uang itu, nggak pakai agunan. Kalau warga diminta agunan pak, dan mereka sukses membodohi kami dan bawa kabur uang kami," kata warga jalan Pertiwi sambil meminta namanya tidak dicantumkan, Rabu (28/9/2022).

Masih kata warga,  kedepannya penghulu Pinang Sebatang Timur agar lebih selektif dalam memilih pemimpin dan pengurus unit usaha kampung tersebut. 

BACA JUGA  Modus Pinjaman Fiktif Tiga Oknum Pengurus BUMKAM Pinang Sebatang Timur Diduga Gelapkan Uang Ratusan Juta Rupiah

"Kami minta kepada penghulu untukmu selektif dalam memilih para pengurus BUMKAM. Jangan lagi terulang hal yang serupa pak. Kami inginkan agar ketiga oknum itu diperiksa dan dipenjarakan. Karena tidak cukup hanya balikkan uang itu, karena mereka sengaja dan dengan akal sehat mengambil uang BUMKAM untuk kepentingan mereka sendiri," ungkapnya.

Penghulu Pinang Sebatang Timur Heri Suparjan SE saat dikonfirmasi menyampaikan, bahwa ketiganya sudah berinisiatif mengembalikan uang sekitar 60 persen.

"Ada sekitar 60 persenlah telah dikembalikan pokoknya. Belum ikut bunganya," kata Penghulu.

Kapolres Siak AKBP Ronald Sumaja SIK saat dikonfirmasi melalui Kasi Humas AKP Ubaidillah menyampaikan, kasus tersebut dalam tahap penyelidikan.

"Masih dalam tahapan penyelidikan Satreskrim Polres Siak, diantaranya pengumpulan dokumen terkait kegiatan tersebut dan klarifikasi dengan pengelola BUMKAM desa Pinang Sebatang Timur," kata Kasi Humas.

Seperti diberitakan sebelumnya, tiga orang oknum pengurus Badan Usaha Milik Kampung atau BUMKAM Pinang Sebatang Timur dilaporkan oleh masyarakat ke pihak Kepolisian. 

Ketiganya yakni AS sebagai direktur, YW adalah sekretaris dan SW sebagai bendahara. Ketiga oknum itu mengakui perbuatannya, dihadapan Penghulu Pinang Sebatang Timur Heri Suparjan, saat dilakukan pemeriksaan pembukuan. Ketiganya mengakui mengambil uang kas BUMKAM dengan dalih peminjaman, dengan menggunakan identitas orang lain, senilai Rp 356.975.400,- (tiga ratus lima puluh enam juta, sembilan ratus tujuh lima ribu empat ratus rupiah). 

Kasus ini mencuat saat Penghulu Pinang Sebatang Timur Heri Suparjan melakukan pemeriksaan pembukuan kas BUMKAM pada tahun 2021 lalu. Kemudian, Penghulu meminta pertanggungjawaban pengembalian uang tersebut hingga batas akhir bulan September 2022.

Hingga, selanjutnya pihak Pemerintah Desa melakukan rapat internal bersama pengawas BUMKAM yakni Badan Pemusyawaratan Kampung atau BAPEKAM, dan Pendamping Desa. Hasil pertemuan internal pun, dilaporkan kepada pihak Dinas Pemberdayaan Masyarakat Kampung atau DPMK Kabupaten Siak. 

Modus penggelapan yang dilakukan oknum, yakni membuat permohonan pinjaman Fiktif. Ketiga oknum itu bekerjasama memalsukan sejumlah tandatangan, untuk permohonan pinjaman mengatasnamakan masyarakat.

Jumlah pinjaman fiktif yang digerus ketiga oknum yakni AS sebagai direktur senilai Rp. 108.537.000, SW sebagai bendahara senilai Rp. 118.801.000, YW sebagai sekretaris senilai Rp. 129.619.400. 

Komentar Via Facebook :