DPD Gamawa Kepri Pertanyakan Terkait Pengangkutan Bauksit dari Kalimantan ke PT.BAI Bintan

Puluhan Jutaan Ton Batu Bauksit Terbiarkan di Kepri Akibat Bauksit dari Kalimantan

Puluhan Jutaan Ton Batu Bauksit Terbiarkan di Kepri Akibat Bauksit dari Kalimantan

Presiden Jokowi saat meresmikan PT BIA Kepri, pengusaha lokal dihamparan puluhan juta ton Bauksit yang terbengkalai akibat Bauksit dari Kalimantan (int/ist)

CYBER88 Kepri - DPD Gamawa Kepulauan Riau (Kepri) soroti pengelolaan bahan mentah bauksit di Bintan, Kepri yang dijalankan oleh PT BAI (Bintan Alumina Indonesia).

Pasalnya selama ini, PT. BAI dinilai kurang memperhatikan aktivitas penambangan lokal.

Berdasarkan informasi, aktivitas pengolahan biji bauksit bahan mentahnya selalu di datangkan di luar wilayah Kepri, yakni pulau Kalimantan.

Ketua DPP Gamawan Kepri, Denni Subari mengungkap hal tersebut. Ia menambahkan, aktivitas selama ini menyebabkan jutaan ton stok fail yang ada di Kepri belum maksimal dimanfaatkan dengan baik.

"Keberadaan perusahaan seharusnya memberikan dampak bagi keberadaan  pengusaha tambang lokal dan tentunya sangat kita sayangkan sekali. Seharusnya pihak manajemen dapat merangkul mereka," jelasnya. Minggu (9/10/22).

Padahal, keberadaan pengusaha tambang lokal dapat memberikan kontribusi terhadap perekonomian daerah.

"Bisa mendongkrak perekonomian bagi masyarakat atau warga sekitar" ucapnya

Dennis menambahkan, aktivitas pengelolaan bahan mentah Bauksit yang di datangkan dari Kalimantan berpotensi merugikan pengusaha lokal. Oleh sebab itu ia berharap kondisi tersebut tidak segera di selesaikan.

"Perusahaan dalam hal ini PT.BAI yang telah melakukan beberapa kali pengambilan dan pengangkutan biji Bauksit dari Kalimantan tentunya sangat merugikan bagi Pengusaha lokal. Berapa banyak Stok fail atau sisa bekas hasil tambang itu terbengkalai," tegasnya

Kedepannya, dalam waktu dekat ia akan menyurati instansi atau pihak terkait agar segera dilakukan upaya yang cepat dan tepat dalam mengatasi persoalan itu.

"Ya, kami akan segera menyurati pihak terkait, jika diperlukan tembusan nya akan kita sampai pemerintah pusat dalam hal ini kementerian ESDM," ungkapnya.

Dennis menegaskan, penyuratan tersebut dilakukan agar PT. BAI dapat memberikan manfaat positif bagi pengusaha lokal kedepannya.

"Semoga nanti tidak seperti saat ini yang hanya menjadikan pengusaha Lokal sebagai Penonton," harapnya.

Kondisi tersebut juga dirasakan oleh salah satu pengusaha lokal. Rahman (45) menyayangkan sikap yang dilakukan oleh perusahaan yang dinilai tidak memihak kepada pengusaha lokal.

"Perusahaan PT BAI justru mengambil bahan baku dari Kalimantan. Padahal jarak tempuh dan biaya angkut ke Kepri cukup besar," ucapnya.

Hal tersebut tentu berdampak besar bagi aktivitas pertambangan skala lokal yang selama ini bergerak dan berusaha untuk memberikan kontribusi bagi pertumbuhan ekonomi di Kepri.

"Seharusnya sebagai smelter, perusahaan harus memperhatikan perusahaan lokal yang siap untuk mendistribusikan bahan mentah Bauksit ke perusahaan pengelolaan bahan baku tersebut," pungkasnya.

Santos salah Seorang Pemilik Saham PT.BAI galang Batang Kijang sampai berita ini diunggah belum berhasil diminta konfirmasi dan tanggapan padahal sudah dilayangkan melalui pesan singkat namun belum dibalas.

Hasil pantauan di lapangan, puluhan atau jutaan ton batu bauksit terbiarkan di Kepri khususnya di Bintan. Tentunya kondisi tersebut harus menjadi prioritas dan solusi dari berbagai pihak sehingga keberadaan perusahaan smelter PT. BAI dapat memberikan kontribusi serta manfaat bagi perekonomian pengusaha tempatan tidak seperti saat ini yang hanya menjadikan mereka sebagai penonton.

Presiden RI Joko Widodo (Jokowi) meluncurkan pelepasan ekspor perdana tahun 2022 smelter grade alumina produksi PT Bintan Alumina Indonesia di Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Galang Batang, Kabupaten Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (25/01/2022).

Presiden pun kembali menegaskan bahwa pemerintah akan tetap menghentikan ekspor minerba dalam bentuk bahan mentah.

Komentar Via Facebook :