LSM WGAB Apresiasi Keberhasilan dan Keberanian Kejati PB Mengusut Kasus Korupsi
CYBER88 | Manokwari -- Lembaga Swadaya Masyarakat Wadah Generasi Anak Bangsa (WGAB) mengapresiasi penahanan tersangka dugaan kasus korupsi Penjualan Beras senilai Rp 14,9 Miliar yang melibatkan bendahara Bulog di Cabang Pembantu Teminambuan Wilayah Papua dan Papua Barat berinisial MM, Selasa (18/10).
Ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan korupsi penjualan beras senilai Rp 14,9 miliar. MM langsung ditahan di Lapas Perempuan Kelas III Manokwari, Papua Barat.
"Tersangka MM telah merugikan negara Rp 14,9 miliar," kata Asisten Tindak Pidana Khusus Kejaksaan Tinggi Papua Barat Asbun Hasbula, Jumat (14/10/2022).
Ketua LSM WGAB Yerri Baari Mak mengaku bangga atas kinerja Kejaksaan Tinggi Papua Barat berhasil mengusut kasus korupsi yang dilakukan melibatkan bendahara Bulog di Cabang Pembantu Teminambuan Wilayah Papua dan Papua Barat berinisial MM.
"Saya berharap sifap koruptif atau tindak korupsi tidak tumbuh subur khususnya di tubuh Bulog , juga kepada penegak agar terus konsisten terhadap pemberantasan korupsi," ujar Yerri.
"Tindakan ini jelas mengakibatkan dampak buruk bagi masyarakat dan seluruh sendi kehidupan manusia juga korupsi itu salah satu faktor penyebab utama tidak tercapainya keadilan dan kemakmuran," timpalnya.
Yerry sangat menyayangkan yang terjadi di Papua barat kabupaten Sorong yang dimana Bulog cabang pembatu ada oknum pegawai bulok terjerat kasus koropsi penjualan beras Bulog yang mencapai miliaran rupiah
"Saya sebagai ketua LSM WGAB dan juga aktifis Anti koropsi sangat menyesal sekali dengan tindakan koropsi yang dilakukan oleh seorang pegawai bulog,
Dimana beras bulog yang diperuntukan oleh masyarakat yang berkehidupan menengah yang bisa membeli beras ini, tapi disayangkan dijual oleh pegawai Bulok dan uang nya digunakan untuk kepentingan pribadi orang semacam begini harus dipecat dari pegawai bulog dan di hukum seumur hidup," ungkapnya.
Ini juga menjadi suatu peringatan kepada kantor-kantor bulog yang lain di daerah Papua dan Papua Barat. Untuk menjalankan pekerjaan harus jujur dan takut tuhan karena kalian berkerja untuk masyarakat," pungkasnya.**


Komentar Via Facebook :