PELITA SI TANI Terus Di Sosialisasikan Dinas Pertanian

PELITA SI TANI Terus Di Sosialisasikan Dinas Pertanian

CYBER88 | Maluku - Sosialisasi pembiayaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pertanian dan Asuransi Tani, terus digalakan Dinas Pertanian (Distan) Provinsi Maluku. Kali ini, Distan mengundang para wartawan untuk untuk coffee morning, sekaligus  mensosialisasikan inovasi dan terobosan  program unggulan dinas tersebut. Sosialisasi digelar di ruang pertemuan Distan Maluku, Jumat (18/11/2022).

PELITA SI TANI adalah Inovasi pelayanan dan manajemen melalui aksi kolaborasi stakeholders dalam optimalisasi pembiayaan petani yaitu Kredit Usaha Rakyat (KUR) Pertanian dan Asuransi Pertanian.

PELITA SI TANI merupakan Proyek Perubahan Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXV Tahun 2022 dengan Judul Strategi Pelibatan Stakeholder Dalam Optimalisasi Pembiayaan Petani (PELITA SI TANI) dari Reformer Dr. Ilham Tauda, SP. M.Si. Program inovasi PELITA Si Tani merupakan pilot proyek dengan mengambil lokus di Kabupaten Maluku Tengah dan Buru.

PELITA SI TANI bertujuan untuk mengatasi rendahnya akses petani terhadap pembiayaan yakni KUR Pertanian dan Asuransi Tani khususnya Asuransi Usaha Tani Padi (AUTP) dan Asuransi Usaha Ternak Sapi/Kerbau (AUTS/K) yang telah berdampak pada rendahnya produksi komoditas pertanian tanaman pangan. Saat ini pembiayaan sektor pertanian sangat tergantung pada pembiayaan pemerintah yang bersumber pada Anggaran Pendapatan Belanja Negara (APBN) dan Anggaran Pendapatan Belanja Daerah (APBD) baik di tingkat Provinsi maupun Kabupaten/Kota serta Alokasi Dana Desa, sementara pemerintah menyediakan KUR Pertanian sangat besar namun belum dimanfaatkan secara optimal.

Pada tahun 2021, Provinsi Maluku memperoleh alokasi KUR Pertanian sebesar 700 milyar rupiah namun realisasinya masih tergolong rendah yakni mencapai 148 milyar rupiah atau 21%. Pada tahun 2022 pemerintah menambah alokasi KUR di Provinsi Maluku yang mencapai 900 milyar rupiah dengan realisasi pada bulan April 50 milyar rupiah atau 5%, dan sampai pada tanggal 6 November melalui kolaborasi stakholders naik menjadi 167,2 milyar rupiah atau 17,36%.

Berdasarkan Kabupaten/Kota Realisasi KUR Pertanian tertinggi di Kabupaten Buru 45,1 milyar rupiah, disusul Maluku Tengah 42,2 milyar rupiah serta paling rendah di Kota Tual 233 juta rupiah. Realisasi berdasarkan sub sektor tertinggi adalah sub sektor hortikultura 66,9 milyar rupiah, pangan 45,1 milyar rupiah dan perkebunan 26,9 milyar rupiah.

Sedangkan berdasarkan perbankan, Bank BRI sebagai Bank penyalur KUR pertanian tertinggi yakni 162,5 milyar rupiah atau 97,15% dari total penyaluran saat ini.

Pada tahun 2022 alokasi subsidi pemerintah untuk AUTP pada padi seluas 5.000 hektar pada dua Kabupaten yakni Maluku Tengah 2.500 hektar dan Buru 2.500 hektar dan hasilnya belum ada yang terealisasi, demikian juga dengan AUTS/K di Maluku belum terealisasi.

Rendahnya penyaluran KUR di Maluku antara lain disebabkan: 
1) Dari sisi perbankan adanya kekhawatiran NPL meningkat, mempertimbangkan resiko gagal panen dan kesulitan mencari debitur baru sesuai syarat penerima KUR,
2) Dari sisi petani, adanya kekhawatiran tidak mampu mengembalikan pinjaman, rendahnya literasi keuangan serta belum tersedianya offtaker sebagai mitra usaha petani,
3) Dari sisi pemerintah belum optimalnya sosialisasi KUR tani dan belum tersedianya tenaga pendamping.

Di jelaskan Ilham bahwa Di Provinsi Maluku juga terdapat program asuransi tani yakni asuransi usaha tani padi (AUTP) dan Asuransi usaha ternak sapi/kerbau (AUTS/K), namun hingga saat ini belum terealisasi untuk AUTP.

Pemerintah Pusat telah menyiapkan subsidi AUTP pada dua kabupaten yakni kabupaten Maluku Tengah dan Kabupaten Buru, dimana masing-masing memperoleh alokasi 2.500 Ha

Premi Asuransi Usaha tani Padi adalah 3% dari nilai pertanggungan yakni sebesar Rp 6.000.000,-/ hektar/musim tanam dan Premi Asuransi sebesar Rp180.000/ hektar/musim tanam. Untuk besaran bantuan premi dari pemerintah (APBN) 80% atau sebesar Rp.144.000/hektar/musim tanam dan swadaya petani 20% atau sebesar Rp. 36.000/ hektar/musim tanam.

Sebagai wujud dari program tersebut, sambung Tauda, 29 November 2022 nanti, pihaknya akan melaunching   proyek perubahan yang rencananya akan dihadiri Gubernur Maluku, Wagub, Sekda dan OPD terkait yang dilanjutkan dengan Talk Show yang  menghadirkan stakeholder dalam pembicaraan KUR dan asuransi tani di Maluku.

Melalui PELITA SI TANI sendiri ada beberapa program kolaborasi yang dilaksanakan di kabupaten untuk peningkatan realisasi pembiayaan KUR Pertanian dan Asuransi Tani sebagai berikut:  Pembentukan Tim Kerja Percepatan Pembiayaan Petani dengan SK Gubernur Maluku, Sosialisasi KUR Pertanian dan Asuransi tan, Pengembangan Kapasitas SDM Internal dan Eksternal, Pembentukan Fasilitator Keuangan Mita Tani di Kabupaten Buru dan Maluku Tengah, Penandatangan Komitmen Bersama percepatan KUR Pertanian dan AUTP di Kabupaten Buru dan Maluku Tengah, Koordinasi dan konsolidasi PELITA SI TANI, Pembuatan SOP KUR Pertanian dan SOP AUTP serta AUTS/K yang ditetapkan dengan Surat Edaran Gubernur,  Launching Proyek Perubahan PELITA SI TANI.

Komentar Via Facebook :