Jeritan Hati Pemetik Teh di Garut
CYBER88 | Garut - "Teungteuingeun ya Alloh "(Tega tega nya Yaa Allah) "Naha ni teleungeus ka kuring teh" (Kenapa begitu kejam kepada saya ) "Kurungan deui tewak tah pa" (Kurungin lagi tangkap itu pak ) "Nu geus ditewak tong dilepaskeun deui tah" (Yang sudah ditangkap jangan dilepaskan lagi tuh)
Demikian gambaran jerit di pagi hari para buruh petik perkebunan sebagai ungkapan rasa kecewa dan kesal saat mengetahui sebagian pohon teh yang akan dipetiknya hari itu bergeletakan di tanah.
Dugaan pengrusakan pohon teh di Blok 3 Cikandang PTPN VIII Cisaruni itu dilakukan pada malam hari Rabu (07/12/2022) oleh oknum masyarakat dengan cara digergaji.
Kasus penyerobotan puluhan hektare lahan produktif PTPN VIII Cisaruni oleh oknum masyarakat sudah lama terjadi, seperti di wilayah blok Cikandang dan blok Pasir Gedong.
Sekitar 38 hektare lahan kebun teh yang masih produktif dirusak dan beralih fungsi menjadi lahan pertanian.
"Perambahan lahan di kebun Cisaruni terutama di blok Cikandang itu karena ada perambah dari oknum masyarakat penggarap yang masuk ke wilayah kebun dan melakukan penggarapan liar.
Dengan melihat kondisi kemiringan lahan yang begitu parah kalau ini dibiarkan terus, dikhawatirkan dampak yang tidak diinginkan bisa saja terjadi seperti banjir bandang" ungkap Ade Ahmad selaku Kepala Administrasi PTPN VIII Cisaruni.
Brigadir M. Ikhsan bersama Kanit Samapta polsek Cikajang yang datang ke lokasi kejadian sekitar pukul 11.00 WIB setelah menerima pengaduan, membenarkan adanya kejadian tersebut.
"Pada hari ini Rabu (07/12/2022) sekitar pukul 11.00 WIB setelah cek ke lokasi kejadian, kami membenarkan adanya pengrusakan sekitar 600 pohon teh dengan cara digergaji pada area sekitar 3 patok di blok Cikandang 3, perkiraan pengrusakan dilakukan di malam hari oleh oknum masyarakat," ujar Ikhsan.**


Komentar Via Facebook :