Arief Rizaldi : Saya Akan Perintahkan Bongkar Jika Tidak Sesuai Spek
CYBER88 | Sulawesi Tengah - Kepala Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Wilayah XIV Sulteng, Arief Rizaldi berjanji akan memerintahkan kepada Kepala Satuan Kerja (Ka.Satker) dan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) untuk membongkar hasil pekerjaan kontraktor yang diduga tidak sesuai Spek. (Selasa 27/12/22).
"Iya, saya sendiri (Arief Rizaldi) yang akan turun langsung mengecek di lapangan, bila mana saya temukan ada pekerjaan yang tidak sesuai spek, saya akan perintahkan Ka.Satker dan PPK untuk membongkar, jika tidak mau membongkar, Ka.Satker dan PPK yang akan saya bongkar," tegas Arief Rizaldi ketika dikonfirmasi kru media ini diruang kerjanya pada Senin (26/12) via dawai telfon.
Termasuk paket, yang di kerjakan oleh dua kontraktor ternama di Sulteng, jika ada hasil pekerjaan yang terindikasi tidak sesuai spek, saya tidak segan-segan mengambil tindakan tegas (bongkar), karna saya tidak punya beban pada Penyedia Jasa (PJ).
Lanjut kata Arief, hal ini kami lakukan untuk membagun infrastruktur di Provinsi Sulteng yang lebih baik dan alhamdulilah tahun ini (2022) di BPJN Sulteng tidak ada paket yang di putus kontrak, selain itu kami (BPJN) Sulteng termasuk daerah yang tercepat melakukan proses tender untuk paket tahun 2023.
Koordinator Aliansi Masyarakat Peduli Keadilan (AMPK) Sulteng, Nasar Pakaya sangat mengapresiasi gebrakan yang akan dilakukan oleh Kepala BPJN XIV Sulteng, Arief Rizaldi dimana tentunya hal itu, bisa menjaga mutu dan kwalitas hasil pekerjaan.
"Langkah yang di ambil oleh Ka.Balai PJN tersebut, selain mempertahankan mutu, juga dapat memperkecil peluang terjadinya dugaan kerugian negara, karena bila di biarkan hasil pekerjaan yang diduga telah menyimpang dari spek yang telah di sepakati bersama dalam kontrak itu. Sudah bisa di pastikan, hasil pekerjaan tidak akan bertahan lama, dan bisa saja akan rusak sebelum di Provisional Hand Over (PHO) atau diserah terimakan sementara, apa lagi kalau hasil pekerjaaan (yang rusak) tetap dibayarkan oleh pihak PPK, sehingga bisa dipastikan aroma dugaan korupsi pasti semakin menyengat," ujar Nasar Pakaya.
Harapan kami, agar hal ini, harus segerah direalisasikan, jangan sampai terkesan hanya ‘gertak sambal’ terhadap para penyedia jasa (kontraktor) tutup Nasar Pakaya ketika di hubungi kru media ini pada Selasa (27/12) melalui telepon seluler.


Komentar Via Facebook :