Serap Total Anggaran 4,7 Milyar, Komisi III DPRD Cimahi Sebut Progres Ekowisata Cimenteng Belum Optimal
CYBER88 | Cimahi – Komisi III DPRD Kota Cimahi melakukan Inspeksi Mendadak (Sidak) ke lokasi Ekowisata Cimenteng, Cipageran, Cimahi Utara, yang didampingi langsung oleh Kepala Disbudparpora Kota Cimahi, Achmad Nuryana, pada Rabu (8/2) kemarin.
Yus Rusnaya selaku Ketua Komisi III DPRD Cimahi bersama wakilnya, Edi Kanedi, juga anggotanya, yakni Enang Sari Lukmansyah, Asep Rukmansyah, Nabsuh, Euis Rosmaya, Joko Taruna, dan Hidayat akan melakukan evaluasi keberadaan Ekowisata Cimenteng.
Menurut Yus, evaluasi saat ini dilakukan untuk melihat sejauh mana pembangunan ekowisata tersebut, dikarenakan menggunakan Anggaran Provinsi Jawa Barat yang mana pada tahap pertama sejumlah 3,1 milyar Rupiah, ditambah dari anggaran Pemkot Cimahi sebesar 1,6 milyar Rupiah untuk pengembangannya.
Secara kasat mata, Yus melihat pembangunannya baru sekitar 50%. Jalan menuju lokasi masih rusak, juga pengembangan lainnya yang masih kurang. Karena dirasa belum maksimal, Ia meminta Pemkot Cimahi untuk mendorong pembangunan ekowisata tersebut agar lebih dioptimalkan.
Dirinya berharap Disbudparpora dapat membuat perencanaan sedetail mungkin agar pengembangan Ekowisata Kota Cimahi dapat segera terselesaikan, sebab anggaran yang dikucurkan tidak sedikit.
Enang Sahri Lukmansyah menambahkan, terkait pembangunan ekowisata yang belum maksimal, perlu dilakukan penataan yang signifikan. Karena pihak Disbudparpora berkeinginan ekowisata tersebut sebagai bagian yang menghasilkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), maka hal apa yang bisa dijadikan magnet dan ikon agar memancing ketertarikan wisatawan.
"Sementara, untuk dijadikan magnet dengan anggaran yang sudah diserap, hanya sebatas tambahan dari Dana Alokasi Khusus (DAK) Bantuan Gubernur. Anggaran 3,1 milyar Rupiah tersebut haya untuk pematangan lahan dan 2 WC, lanskap yang seadanya, ada tenda yang jadi ikonnya, sifatnya baru sementara," bebernya.
Lahan seluas 6.000 m² tersebut, Enang menilai sangat tidak cukup. Apalagi berkeinginan menarik anak-anak sekolah untuk berkemah dan kegiatan kepemimpinan. Hal itu tidak mungkin dilaksanakan dengan prasarana yang tidak mendukung.
Maka, Enang meminta agar secepatnya ekowisata tersebut diselesaikan. Sedangkan pihak Komisi III DPRD Cimahi akan mendorong peningkatan dayantariknya. Malasah utama di lanskapnya, mau seperti apa? Tempat bermainnya juga seperti apa? Paling tidak, dengan anggaran tambahan sejumlah 6,1 milyar Rupiah itu terdapat panggung dan area UMKM yang terlebih dahulu didirikan sebagai daya tariknya.


Komentar Via Facebook :