Protes Garapannya Diambil, Didampingi Ormas PP Sejumlah Warga Datangi Penjaga Plang PT BSS
CYBER88 | Bogor -- Adanya pemasangan Plang PT. BSS, menuai protes penggarap di wilayah Kecamatan Cijeruk Kabupaten Bogor.
Didampingi ratusan anggota Ormas Pemuda Pancasila, Sabtu (18/2), beberapa penggarap lahan milik PT. BSS itu pun mendatangi Bukit Alisano. Mereka mempertanyakan kejelasan dari tindakan yang dilakukan oleh pihak PT.
H.Umar, salah satu penggarap mengungkapkan bahwa dirinya sudah mengarah lahan SHGB PT. BBS sejak tahun 1998 dan sampai saat ini masih menggarapnya.
"Saya menggarap lahan dari tahun 1998. Kalau memang mau diambil, menurut saya sendiri kan harus semua, dulunya juga kan pinjam pake nya juga ke PT. Untuk Desa Cijeruk bisa dikatakan satu blok semua. Jadi, kalau mau diambil cuma tanah garapan saya doang, saya gak ngerti. Cuman kalau prinsif atau pendapat kan beda-beda," Ucapnya.
H Umar berharap persoalan ini dapat dimusyawarah langsung dengan PT Bahana Sukma Sejahtera.
"Saya sendiri tidak keberatan kalau mau di ambil lagi, karena memang ini Hak PT. Namun ada baiknya kita dapat musyawarah dan duduk bareng, "harapnya..
Sementara, Erwin, penjaga plang mengatakan terkait adanya pernyataan para penggarap, dia mempersilahkan untuk menyampaikan aspirasinya ke kantor.
"Kami disini hanya menjaga Plang serta aset PT BSS, adapun harapan serta aspirasi masyarakat penggarap yang tadi disampaikan oleh pihak penggarap melalui perwakilan Ormas, silahkan untuk disampaikan langsung ke kantor. Atau silahkan sampaikan aspirasi ke pihak desa untuk disampaikan lagi ke kecamatan, agar diadakan mediasi antara pihak penggarap dengan pihak PT. BSS," Jelasnya.
Ditempat yang sama, Jumhana, perwakilan dari PP mengatakan bahwa pihaknya mendampingi warga untuk minta kejelasan lantaran para penggarap sudah puluhan tahun menggarap lahan tersebut.
"Kami mendampingi warga penggarap karna lahan garapan mereka yang sudah puluhan tahun digarap tidak ada kejelasannya dari PT BSS. Paling tidak panggilah warga penggarap oleh PT dan dimusyawarahkan jadi dengan adanya musyawarah urusannya pasti beres sehingga tidak ada yang dirugikan dan kami siap mediasi kepada warga penggarap, "ucap pria yang akrab disapa Jeler itu. (Apip)


Komentar Via Facebook :