Proyek BPJN Sulteng, Bukan Menyelesaikan Masalah Namun Menimbulkan Masalah
CYBER88 | PARIMO - Proyek Preservasi yang bertujuan untuk penanganan, pencegahan, perawatan dan perbaikan jalan nasional, agar tetap berpungsi secara optimal, agar jangka waktu rencana pengerjaan yang ditetapkan dapat tercapai (30 Mei 2023)
Pengerjaan paket preservasi jalan nasional ruas Tinombo-Molosipat yang berada di bawah penanganan Pejabat Pembuat Komitmen (PPK 2.1) Reza Maulana dan Kepala Satuan Kerja (Ka.Satker) Wilayah II Sulteng Rhismono, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulteng, pada tahun 2023 ruas jalan tersebut ada di gelontorkan anggaran APBN sebesar Rp. 24,789.024.920 dan di menangkan oleh PT.Widya Rahmat Karya (WRK).
Pantauan media ini pihak kontraktor pelaksana PT.WRK sejak penandatanganan kontrak pada bulan februari 2023 sampai saat ini belum menunjukan perkembangan yang berarti dan masih sebatas melaksanakan pekerjaan patching dan penggalian saluran drainase.
Masyarakat yang ada di wilayah pengerjaan proyek mulai mengeluh dan melakukan protes, setelah mengetahui tidak becusnya pengerjaan rencana pembagunan saluran drainase oleh pihak kontraktor (PT.WRK).
Seorang warga, Rafli menyampaikan memeng benar akan di bangun saluran drainase sepanjang kurang lebih 4 KM, namun sangat di sayangkan pembagunan saluran drainase tersebut tidak tuntas dan asal kerja.
"Pengerjaan proyek tersebut sepertinya asal kerja dimana pengerjaannya tidak teratur, dibangun 50 meter setelah itu lompat lagi 1.500 meter, setelah itu di bangun lagi 200 meter dan seterusnya," ungkapnya.
Rafli mengungkapkan kalaun gambar rencana kerja yang kami lihat lokasinya pengerjaannya lompat-lompat, ada yang hanya 50 meter lompat lagi sepanjang 1.500 meter setelah itu di bangun lagi 200 meter, itu namanya bukan membuat air mengalir akan tetapi hanya membuat genangan air.
"Itu namanya bukan menyelesaikan masalah banjir namun hanya membuat masalah terjadinya genangan air di lokasi saluran yang di bangun, karna airnya sudah jelas tidak mengalir," ujar Rafli
Harapan kami agar pihak PPK BPJN dan Konsultan agar melakukan observasi terlebih dahulu sebelum membuat rencana kerja, ungkap Rafli dengan di aminkan oleh beberapa tokoh masyarakat, ketika di temui di lokasi proyek tersebut.
PPK 2.1 Reza Maulana ketika di konfirmasi media ini melalui pesan WhatsApp, ternyata telah memblokir kontak wartawan media ini
Sementara Ka.Satker Wilayah II Sulteng Rhismono yang di konfirmasi media ini menyampaikan ucapan terimakasih atas informasinya dan nanti kami akan perintahkan PPK dan Konsultan untuk mengecek kembali kondisinya juga terkait bobot pekerjaan PT.WRK baru sekitar 7 persen.
H.Akbar Usman selaku direktur PT.WRK yang di konfirmasi media ini hanya menanggapi capaian progres pekerjaan dan menurutnya saat ini telah mencapai 11,965 persen.


Komentar Via Facebook :