Ketua Komisi 1 DPRD Jabar Bedi Budiman, Ungkap Sosok Pj Gubernur Jabar Pengganti Ridwan Kamil
CYBER88 | Bandung -- Sejumlah Kepala Daerah habis masa jabatannya di tahun 2023 ini. Termasuk Gubernur Jawa barat Ridwan Kamil yang tinggal 3 bulan lagi. Ridwan Kamil dilantik pada 5 September 2018.
Merujuk pada UU No. 10 tahun 2016 tentang Pilkada Pasal 162 ayat (2), masa jabatan kepala daerah dihitung lima tahun sejak dilantik, maka Pria yang akrab sisapa Kang Emil yang kini sudah berlabuh ke Partai akan mengakhiri masa tugasnya pada 5 September 2023.
Menikapi hal ini, DPRD Jabar pun akan mengusulkan sosok Pj Gubernur yang akan bertugas hingga keluar hasil Pilgub 2024.
DPRD Jabar perlahan mulai mengemukakan kriteria-kriteria sosok yang akan diusulkan menggantikan Ridwan Kamil ke Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri).
Ketua Komisi 1 DPRD Jabar, Bedi Budiman mengungkapkan, nama-nama yang akan diusulkan sebagai Pj Gubernur Jabar pengganti Ridwan Kamil pada prinsipnya baru akan ditentukan pada September 2023.
Karena demikian, maka DPRD akan bersurat sebulan sebelumnya tentang habis jabatan Gubernur Jabar.
DPRD hanya mengusulkan. Sesuai pelajaran kemarin, usulan dari DPRD Tasikmalaya ternyata keputusa diluar DPRD. Mendagri punya hak juga," Kata Politisi PDI Perjuangan ini, pada wartawan, Rabu, 31 Mei 2023.
Menurut Bedi, DPRD Jabar kemungkinan akan memilih sosok-sosok yang berkompeten dan tidak asal pilih. Pasalnya, Pj Gubernur Jabar nantinya akan memimpin selama satu tahun lebih hingga keluar hasil Pilgub 2024.
Sosok yang akan dipilih nanti, lanjut dia, adalah yang memiliki pemahaman Jabar secara kepemerintahan dan segala macamnya. Sebab, menurutnya, Jabar memiliki kompleksitas yang tinggi, ditambah Pj Gubernur antinya akan ikut menjaga kondusifitas Pemilu 2024.
"Yang memahami Jawa Barat. Karena Jabar dengan kompleksitas tinggi. Penduduk banyak. Selain itu Pj ini kan hadapi pemilu. Biasanya politik di Jakarta bisa imbas ke Jabar. Jadi Pj sebagai Forkopimda harus bisa cepat adaptasi," tandasnya.
Disinggung apakah sosok akan dipilih nanti dari kalangan pejabat di tingkat Provinsi Jabar atau di tingkat pusat, Bedi memastikan hal ini belum bisa disampaikan.
DPRD, katanya, baru akan memutuskan pada September nanti. Namun, dipastikannya sosok yang akan dipilih adalah yang memahami Jabar. (*)


Komentar Via Facebook :