Pastikan Hewan Kurban Sehat, Puskeswan Melakukan Kontrol dan Sosialisasikan pada Penjual
CYBER88 | Bogor, -- Menjenglang Idul Adha 1.444 Hijirah petugas kesehatan terus melakukan kontrol dan arahan terhadap penjualan kambing di pasar untuk memastikan hewan yang akan dijadikan untuk kurban benar – benar dalam kondisi sehat dan aman untuk dikonsumsi masarakat.
Agus Paisal, petugas dari Puskeswan mengatakan, hal ini dilakukan untuk mencegahnya penularan penyakit yang disebabkan oleh virus. Menurutnya, gejala itu ditandai munculnya benjolan pada kulit sapi.
“Delapan pemeriksaan tersebut terus dilakukan Unit Pelaksanaan teknis (UPT) pusat Kesehatan Hewan pukeswan Hewan qurban,” Kata Agus saat datangi penjual kambing di Pasar Caringin, Selasa (27/62023)
Tak hanya di Pasar Caringin petugas dari Puskeswan itu juga melakukan pemeriksaan di Desa Ciherang pondok yang juga masuk ke wilayah IV Puskeswan.
Ade, salah satu pedagang di kampung Cimande Desa Cimande Kecamatan Caringin Kabupaten Bogor dan PT. Sumber Citra Rasa Alam memberikan ruang untuk pemeriksaan kambing terebut.
Di sana, Agus Paisal mengatakan, pemeriksaan hewan kurban tersebut penting untuk memastikan kesehatan hewan yang dijual kepada masyarakat aman untuk nantinya di konsumsi.
Agus juga mengatakan, dalam pengawasan dan pemeriksaan tersebut pihaknya melibatkan desa dan kecamatan karena desa dan kecamatan yang mengetahui wilayahnya.
Kami melibatkan semuanya baik desa maupun kecamatan, karena keduanya yang mengeluarkan rekemondasi izin lingkungan bagi para pedagang kambing dipinggir jalan saat Idul adha dan kami minta agar Hewan qurban yang tidak sehat jangan dijual, walaupun tidak membahayakan kesehatan,” ungkapnya.
Ia menegaskan, hewan qurban yang akan dijual maupun pemilik peternak harus steril dari berbagai jenis penyakit.
Meskidemikian, ia pun menjelaskan bahwa memang yang terkena LSD tidak bahaya jika dikonsumsi.
“Tapi daging berkurang karena bernanah akibat benjolan kami tidak keluarkan surat sehat dan ditunda penjualan ditahun depan setelah sehat,” ungkapnya Agus Faisal
Yayat selaku menagemen Pt. Sumber Citra Rasa Alam megatakan, perushaannya tahun ini baru menyiapkan hewan qurban sebanyak 18 ekor sapi qurban dengan kondisi sehat.
“Sementara selama ini fokus sapi perah khususu disuplai ke Chimory.” ujarnya
Sementara itu, kepala UPT Puskeswan Laladon, Dedi Kurnia menambahkan. Kata dia, kegiatan pemeriksaan hewan qurban tersebut sebagai langkah pemerintah dalam memastikan kesehatan hewan yang akan digunakan untuk qurban terantisipasi penularan penyakit.
“Kami dari Puskeswan berharap jangan sampai kasus LSD merebak di Kabupaten Bogor,” Ujarnya
Dedi petugas lainya dari Puskeswan juga memberikan gambaran tanda tanda adanya penyakit pada hewan yakni dengan munculnya benjolan pada kulit sapi terutama pada bagian leher, punggung, dan perut.
Para petani ternak harus tau, selain benjolan, sapi yang terinfeksi LSD juga dapat mengalami demam, kehilangan nafsu makan, lesu dan mengalami penurunan produksi susu untuk sapi perah nah jika ada gejala tersebut segera infokan kepada kami,” Jelas Dedi. [Apip]


Komentar Via Facebook :