Bangun Box Culvert Di Depan Pintu Gerbang Rumah Sakit, Kementerian PUPR Di Minta Copot PPK 2.2
Pembangunan Box Culvert tepat di depan pintu gerbang UGD Rumah sakit
CYBER88 | Parimo - Proyek Preservasi jalan nasional ruas Tinombo, Sinei, Ampibabo, Toboli Kabupaten Parigi Moutong, yang melekat pada Kementerian PUPR, Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulteng, Satuan Kerja Wilayah II Sulteng, Pejabat Pembuat Komitmen (PPK 2.2) (senin 10/7/2023).
Proyek tersebut di menangkan oleh PT.Bina Karsam yang beralamat di jalan Tg.Tururuka 48 Kel Tatura Utara Palu Sulteng, dengan nilai kontrak sebesar Rp. 18.987.688.000.
Pantauan media ini pekan lalu di sepanjang ruas sekitar 147 KM tersebut, tampak pekerjaan pembagunan box culvert di beberapa titik, salah satunya berada, tepat di depan pintu gerbang rumah sakit tinombo.
Pembagunan box culvert yang berada di depan pintu gerbang rumah sakit tinombo tersebut, mendapat sorotan pedas dari berbagai kalangan, salah satunya datang dari petugas rumah sakit setempat yang tidak bersedia di beritakan identitasnya.
Menurutnya, sepertinya pihak BPJN Sulteng, tidak melihat adanya pintu gerbang rumah sakit Tinombo ini, sambil menujuk pintu gerbang, ketika di temui di sekitar rumah sakit tinombo pekan lalu.
Masyarakat awam saja pasti mengetahui, kalau pintu utama ruma sakit itu, akses keluar masuk kenderaan ambulance, jadi menurut kami pembagunan box culvert tersebut memang ada unsur kesengajaan dari pihak PUPR untuk menutup pintu utama rumah sakit, tegas sumber dengan nada kesal.
Disisi lain pantauan media ini, dari beberapa titik pembagunan box culvert, para tenaga kerja terlihat sebagian hanya melakukan pencampuran semen secara manual sekalipun terdapat molen di sekitar lokasi pekerjaan, hal ini juga di benarkan oleh beberapa warga masyarakat sekitar.
Seperti halnya yang di ungkapkan oleh Iwan, salah seorang tokoh masyarakat Desa Sipayo Kecamatan Tinombo, iya memang benar, sering kami melihat para pekerja hanya melakukan pencampuran secara manual.
Kami yakin, jika spek-nya meminta mutu K.300, jangankan manual menggunkan molen saja belum tentu bisa tercapai, apa pengalamam kami, untuk melakukan pengecoran box culvert atau jembatan, itu menggunakan alat concrete mixer truk (truk molen) agar bisa mendapatkan mutu beton K.275-K.300.
Mungkin saja desainnya yang berbeda, karna selama pekerjaan tidak pernah mendapatkan teguran baik dari pihak PUPR (BPJN) maupun konsultan pengawas, tutup Iwan dengan mimik tersenyum.
PT.Bina Karsam, melalui General Superintenden (Gs) Atong yang di konfirmasi media ini pada 10/7/2023 melalui telpon seluler mengatakan,terkait pembagunan box culvert di depan pintu gerbang rumah sakit, itu sudah kami usulkan ke-P2JN untuk di lakukan perubahan desainnya.
Kemudian masalah pekerja yang melakukan pencampuran secara manual itu tidak benar, karna kalau pengecoran lantai itu kami menggunakan molen, sementara nantinya kalau mau pengecoran dinding dan plat beton itu kami akan menggunakan alat concrete mixer truk (truk molen).
PPK 2.2 Iwan Susanto, yang di konfirmasi via pesan WhatsApp pada 10/7/2023, mengatakan, saya sementara di Balai pak, iya, gimana, namun setelah di hubungi melalui telepon seluler, Iwan Susanto, berdalih, maaf pak saya sementara di kantor balai.


Komentar Via Facebook :