IWOI Bersama Ormas Lainnya Menerima Edukasi Politik dari Bakesbangpol Kabupaten Bantul

IWOI Bersama Ormas Lainnya Menerima Edukasi Politik dari Bakesbangpol Kabupaten Bantul

CYBER88 | Kab. bantul -- Organisasi Kemasyarakatan sangat perlu bekal edukasi politik seperti saat ini Selasa, (15/8/2023)  

Dengan menghadirkan tiga narasumber dari pemerintahan dan akademisi serta enambelas organisasi masyarakat di Kabupaten Bantul termasuk IWO-Indonesia di Waroeng Omah Sawah, dsn Gatak, Timbulharjo, Kapanewon Sewon, Bantul. 

Pendidikan Politik oleh Bakesbangpol Bantul tersebut dibuka oleh Suparmadi,S.IP.,M.Si. dilanjutkan dengan menyanyikan lagu wajib Indonesia raya diikuti oleh peserta. 

Ketiga narasumber dalam menyampaikan paparannya sangat bermanfaat bagi peserta dalam rangka menghadapi pesta demokrasi 2024 yang akan datang.
Suparmadi berharap, tahun ini tahun politik dan sudah tepat bahwa ormas diundang untuk pembinaan. 

Semoga ormas  bisa menciptakan suasana kondusif dan harapan lainnya bahwa nanti apa yang didapat dari narasumber dapat diaplikasikan ke pengurus dan anggota masing-masing".

"Tahun 2024 menghadapi pemilu dan pemilukada peran Ormas sangat dibutuhkan dalam pelyanan masyarakat dan kita hendaknya paham juga bahwa  dominan dalam konsep governance ada tiga bagian  yaitu negara, pasar, civil sosciety  dimana ormas ada didalamnya.  

Pendidikan politik sebagai sebuah akalbudi manusia  untuk mencapai tujuan. Mentransfer pendidikan didahului dari  keluarga, sekolah dan lingkungan. Kita semua mempunyai peran antara lain pemerintah ormas dan masyarakat",tutur Bambang Eka Cahya Widada,SIP.,M.Si. 

Dewo Isnu Broto Imam Santoso, SH., Kepala Badan Kesbangpol DIY memaparkan bahwa organisasi yang sudah  berbadan hukum dan sudah teregestrasi serta ber-SKTO semua mempunyai tujuan mulia untuk mengisi Kemerdekaan Indonesia di 2024 dg pemilu dan pemilukada semua peran ormas sangat diperlukan. 

"Selain itu Ormas juga berperan aktif mengedukasi pada masyarakat" harapannya.

"Kita perlu koordinasi bersinergi membangun bangsa dan negara berjiwa nasionalisme   membangun dan membangkitkan etika berbudaya. 
Program Indonesia Emas  mencakup berwawasan kebangsaan, berideologi Pancasila, relegius, berkinerja dan berdaya saing", tutupnya.

Acara ditutup dengan doa dan diakhiri Poto bersama ormas dan narasumber. (Wj)

Komentar Via Facebook :