Komisi III DPRD Klaten Sidak Proyek Jembatan Gempol, Tegaskan Kualitas dan Keselamatan Tak Boleh Ditawar

Komisi III DPRD Klaten Sidak Proyek Jembatan Gempol, Tegaskan Kualitas dan Keselamatan Tak Boleh Ditawar

CYBER88 | Klaten – Komisi III DPRD Kabupaten Klaten melakukan inspeksi mendadak (sidak) ke proyek pembangunan Jembatan Gempol 1 di Desa Kadinggon, Kecamatan Wedi, Rabu (17/6/2026). Sidak dipimpin Ketua Komisi III DPRD Klaten, Dwi Atmaja, bersama jajaran Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Kabupaten Klaten.

Dalam kunjungan tersebut, DPRD menegaskan bahwa kualitas pekerjaan harus menjadi prioritas utama. Infrastruktur yang dibangun dengan anggaran negara wajib memenuhi spesifikasi teknis dan memberikan manfaat jangka panjang bagi masyarakat.

"Kami ingin memastikan pekerjaan berjalan sesuai perencanaan dan spesifikasi. Sampai saat ini belum ditemukan adanya penyimpangan teknis," ujar Dwi Atmaja.

Selain memantau progres pembangunan, DPRD juga meminta kontraktor dan pihak terkait meningkatkan keterbukaan informasi melalui papan proyek yang lebih lengkap. Aspek keselamatan kerja turut menjadi perhatian, terutama jika pekerjaan dilakukan pada malam hari.

"Penerangan harus memadai agar keselamatan pekerja dan pengguna jalan tetap terjaga. Faktor keselamatan tidak boleh diabaikan," tegasnya.

DPRD juga mengingatkan agar pembangunan tidak hanya fokus pada struktur utama jembatan, tetapi turut memperhatikan fasilitas pendukung seperti sayap jembatan dan akses jalan sehingga manfaatnya dapat dirasakan maksimal oleh masyarakat.

Sementara itu, Kepala Bidang Bina Marga DPUPR Klaten, Tri Siwidodo, menjelaskan progres pekerjaan hingga minggu ketiga masih berjalan sesuai target bahkan mengalami deviasi positif.

Menurutnya, pengawasan dilakukan secara ketat oleh tim teknis DPUPR dan konsultan pengawas guna memastikan seluruh pekerjaan memenuhi standar mutu yang telah ditetapkan.

"Saat ini pekerjaan masih difokuskan pada pondasi sumuran sebagai bagian vital konstruksi jembatan. Pengawasan terus kami lakukan untuk menjaga kualitas pekerjaan," jelas Tri.

Ia menegaskan tidak akan ada toleransi terhadap pekerjaan yang tidak sesuai spesifikasi.

"Kalau ada pekerjaan yang tidak sesuai spek, harus diperbaiki, bahkan dibongkar jika diperlukan. Namun hingga saat ini hasil pengawasan menunjukkan pekerjaan masih sesuai standar," tegasnya.

DPUPR juga meminta pengertian masyarakat atas ketidaknyamanan yang terjadi selama proses pembangunan berlangsung. Menurut Tri, proyek tersebut merupakan investasi jangka panjang untuk menghadirkan jembatan yang lebih aman, nyaman, dan mendukung aktivitas ekonomi warga.

Meski menghadapi tantangan berupa tingginya debit sungai akibat curah hujan, DPUPR memastikan proyek tetap berjalan sesuai kontrak dan perencanaan.

"Jembatan Gempol memiliki fungsi strategis sebagai penghubung mobilitas masyarakat dan jalur distribusi ekonomi. Karena itu kualitas pembangunannya harus benar-benar dijaga agar manfaatnya bisa dirasakan dalam jangka panjang," pungkasnya. 

Komentar Via Facebook :