Siap Untuk Selamat, FPRB Destana Gerem Gelar Tsunami Drill 

Siap Untuk Selamat, FPRB Destana Gerem Gelar Tsunami Drill 

CYBER88 | Cilegon — Kelurahan Gerem membuktikan keseriusannya dalam membangun budaya masyarakat tangguh bencana. Simulasi bencana tsunami digelar oleh FPRB Destana Kelurahan Gerem, Kamis (9/5/2024).

Meskipun tanggal 9 Mei 2024 adalah tanggal merah, namun bukan berarti Kantor Kelurahan Gerem tutup gerbang. Sebagai bukti keseriusan dalam mengedukasi masyarakat terkait kesiapsiagaan potensi bencana, Pemerintah Kelurahan Gerem melalui FPRB Destana Kelurahan Gerem justru mengajak elemen masyarakat Kelurahan Gerem dan OPD terkait, yang terdiri dari Aparatur Pemerintah Kelurahan Gerem, BPBD Kota Cilegon, Tenaga Medis dari Puskesmas Grogol, Bhabinsa dan Bhabinkamtibmas serta unsur masyarakat lainnya menggelar simulasi bencana tsunami yang di gelar di Halaman Kantor Kelurahan Gerem.

Mengawali sambutannya sebelum kegiatan simulasi bencana tsunami digelar, Lurah Gerem, Rahmadi Ramidin mengapresiasi FPRB Destana Kelurahan Gerem yang secara simultan melakukan kegiatan pembinaan dan pembelajaran kepada masyarakat terkait potensi bencana yang ada di wilayah Kelurahan Gerem.

"kami secara pribadi maupun institusi tentu saja sangat mengapresiasi kegiatan hari ini yang digagas oleh FPRB Destana Kelurahan Gerem. Kewaspadaan dan kesiapsiagaan terhadap segala potensi bencana yang ada di wilayah harus terus digalakkan di masyarakat, sehingga harapan kami ke depan siap untuk selamat menjadi budaya baru di masyarakat Kelurahan Gerem." Ucap Lurah Rahmadi.

Anton Pribadi, selaku Kasi Pemerintahan dan Ketertiban Umum Kelurahan Gerem, menyampaikan, "Kegiatan simulasi ini merupakan rangkaian Program IDRIP BNPB  untuk mengedukasi masyarakat khususnya di wilayah rawan bencana yang tujuannya memberikan pelatihan dan pembelajaran kepada masyarakat agar siap bilamana nanti terjadi bencana gempa bumi yang berpotensi tsunami."

Di tempat yang sama, Weni selaku Fasilitator IDRIP BNPB Kelurahan Gerem, berharap melalui program ini bisa bermanfaat untuk masyarakat. 

"Ini sangat penting bagi masyarakat yang berada di wilayah rawan bencana. Kami dilatih untuk bisa mengedukasi masyarakat agar mampu melakukan penanganan bilamana terjadi bencana." Ucapnya.

Kabid Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBD Kota Cilegon, Faturohman, disaat dimintai tanggapannya menjelaskan bahwa kegiatan simulasi ini merupakan program dari Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Kita diberikan program kesiapsiagaan dalam mengatasi bencana gempa bumi dan tsunami. Di pertemuan pertama dan kedua membahas tentang dasar-dasar penyelamatan dan di pertemuan yang ke-26 ini kita mengadakan simulasi. Program IDRIP ini sendiri di gelar sebanyak 30 kali pertemuan, diikuti oleh 6 Kelurahan terpilih yaitu, Gerem, Taman Sari, Lebak Gede, Kubang Sari, Mekar Sari dan Tegal Ratu".

Komentar Via Facebook :