Tradisi Sadranan di Cepogo Boyolali, Warga Gelar Grebeg Nyadran dengan 315 Tenong dan 45 Tumpeng
CYBER88 | Boyolali - Masyarakat Boyolali, khususnya di Kecamatan Cepogo, Pada Jumat, 21 Februari 2025 merayakan tradisi Sadranan dengan menggelar Grebeg Nyadran yang spektakuler. Acara ini diawali dengan arak-arakan tenong sebanyak 315 tenong dan 45 Tumpeng, serta 7 gunungan hasil bumi dan 7 gunungan makanan khas.
Tradisi Sadranan sendiri merupakan kegiatan yang dilakukan oleh masyarakat Boyolali sebelum memasuki bulan Ramadhan. Mereka membersihkan makam leluhur dan berziarah kubur dengan prosesi penyampaian doa dan kenduri.
"Sadranan adalah tradisi yang sangat penting bagi masyarakat Boyolali. Kami melakukan kegiatan ini untuk menghormati leluhur dan memohon berkah dari Tuhan," kata Ngabdul, warga Cabeankunti, Cepogo, Boyolali.
Agung, warga lainnya, menambahkan bahwa tradisi Sadranan memiliki kedudukan yang penting layaknya lebaran. "Warga perantauan menyempatkan pulang kampung untuk melakukan Nyadran. Kami berziarah kubur, membawa tenong, dan berdoa bersama," ujarnya.
Lurah Desa Cabeankunti, Khamid Winarti, mengatakan bahwa Grebeg Nyadran ini merupakan acara pembukaan sadranan yang diikuti oleh 15 desa se-Kecamatan Cepogo. "Kami berharap acara ini dapat menjadi festival tahunan yang mempereratkan silaturahmi antar warga dan mempromosikan tradisi Sadranan," ujarnya.
Dengan kegiatan ini, masyarakat Boyolali menunjukkan komitmennya dalam melestarikan tradisi dan budaya lokal. Tradisi Sadranan di Cepogo Boyolali menjadi salah satu contoh kegiatan yang dapat mempererat silaturahmi dan mempromosikan kebudayaan lokal. (Agus STP)


Komentar Via Facebook :