Tiga Kali Gagal Panen Akibat Serangan Tikus, Petani Ngawen Klaten Terpaksa Hentikan Tanam

Tiga Kali Gagal Panen Akibat Serangan Tikus, Petani Ngawen Klaten Terpaksa Hentikan Tanam

CYBER88 | KLATEN – Serangan hama tikus membuat sejumlah petani di Kecamatan Ngawen, Klaten, mengalami kerugian besar hingga gagal panen sebanyak tiga kali dalam setahun terakhir. Akibatnya, banyak petani terpaksa membiarkan sawah mereka tidak ditanami untuk sementara waktu demi memutus rantai penyebaran hama.

Kepala Desa Manjungan, Dunung, mengungkapkan bahwa wilayahnya termasuk yang terdampak paling parah. Dari total 70 hektare lahan sawah, seluruhnya mengalami gagal panen berulang hingga menyebabkan kerugian puluhan juta rupiah.

“Berbagai cara sudah kami lakukan, mulai dari memasang jebakan, penggropyokan massal, hingga pemberian racun. Namun, serangan tikus tetap saja tidak bisa dikendalikan. Akhirnya kami memutuskan berhenti menanam sementara sekitar dua bulan, sambil menunggu situasi lebih aman,” jelas Dunung, Selasa (26/8/2025).

Ia menambahkan, serangan tikus kali ini menjadi salah satu wabah paling sulit diatasi karena membutuhkan biaya besar. Kondisi tersebut memaksa banyak petani mencari penghasilan tambahan dengan bekerja sebagai buruh. Bahkan sebagian petani harus menjual kambing atau sepeda motor untuk memenuhi kebutuhan hidup sehari-hari.

“Kalau sawah dibiarkan terlalu lama, masalah baru bisa muncul. Biaya produksi akan semakin tinggi dan petani akan kesulitan modal saat ingin menanam kembali,” ujarnya.

Dunung berharap pemerintah daerah segera turun tangan dengan memberikan solusi nyata agar para petani bisa kembali menanam tanpa dihantui ancaman gagal panen. “Kami mohon perhatian serius dari pemerintah untuk mengatasi permasalahan ini, supaya petani tidak terus-menerus dirugikan,” pungkasnya. (Agus STP)

 

Komentar Via Facebook :