Dinilai Kurang Transparan, Warga Desa Ujungberung Pertanyakan Dana Desa Tahun 2024 yang Dipakai untuk Membangun RKB di Madrasah Ibtidaiyah 

Dinilai Kurang Transparan, Warga Desa Ujungberung Pertanyakan Dana Desa Tahun 2024 yang Dipakai untuk Membangun RKB di Madrasah Ibtidaiyah 

CYBER88 | Majalengka - Pada tahun 2024, dengan anggaran dana desa, Pemerintah Desa Ujungberung Kecamatan Sindangwangi Kabupaten Majalengka Jawa Barat telah membangun Ruang Kelas Baru (RKB) untuk sarana pembelajaran di sebuah Madrasah Ibtidaiyah (MI) yang berada di Blok Lojiawi RT 019 RW 009. 

Namun sayangnya, menurut penilaan beberapa warga, pembangunan RKB di Madrasah tersebut dinilai tidak transparan. Pihak pemerintah desa terkesan tertutup soal jumlah anggaran yang dipergunakan.  

“Bahkan, pihak Yayasan Madrasah Ibtidaiyah tidak mengetahuinya berapa persisnya jumlah anggaran yang dipakai,” Ujar warga yang tak mau disebt namanya pada Cyber88.co.id, Kamis (30/102025).

Kata dia, pada saat pelaksanaan pihak pemerintah desa hanya menyediakan metrial seperti : Bata merah, Baja ringan, pasir. Semen dll. 

“Itupun dikelolanya oleh kepala desa, terkait jumlah anggaran tersebut pihak yayasannya  tidak mengetahuinya Seolah-olah tertutup dan anggarannya dari mana," Ungkapnya. 

Ustd Yayan, Kepala sekolah Madrasah Ibtidaiyah saat dikonfirmasi membenarkan bahwa Yayasan Baiturrohim Lohjunawi  yang menaungi MI tersebut pada tahun 2024 sekolah MI menerima bantuan pembangunan Ruang Kelas Baru.

“Terkait anggarannya kami tidak mengetahui berapa dan sumbernya. Pada saat itu pihak desa hanya menyampaikan  sekolah Madrasah Ibtidaiyah ini akan  dibangun penambahan ruangan kelas baru, “ Katanya.

Namun, meski begitu, Ustd Yayan juga menyebutkan bahwa menurut informasi pekerja, anggarannya kisaran 98 jutaan

“Dari beberapa orang pekerja, kami juga mendengar bahwa pekerjaan pembangunan RKB di swadayakan dengan pihak yayasan dan sempat pihak pekerja menuntut upah kerjanya ," Jelas Ustadz Yayan

Menurutnya, hasil penambahan ruang kelas tersebut saat ini, sebagian pemelesteran temboknya belum rapih dan pinggir atapnya masih terbuka seakan-akan belum beres.

“Dengan kondisi sepertiini, kami merasa was-was khawatir terjadi apa apa saat ada angin besar karena pemasangan tembok bangunan plafon  masih terbuka. Kalau ada angin kencang atap plafon bisa terlepas ke bawa angin, " Ucapnya.

Haris, Kepala Desa Ujungberung, saat dikonfirmasi melalui WhatsApp, tidak merespon meski sedang aktip

Menurut Somad, Sekdes Ujungberung menyampaikan bahwa anggaran pembangunan MI tersebut bersumber dari dana desa tahun 2024. Namun, katanya, dia lupa lagi berapa jumlah anggrannya. 

“Sepengetahuan saya merupakan program Kepala Desa berdasarkani visi dan misi yang disesuaikan dari hasil musyawarah desa dan masyarakat. Kebetulan pak Kades keluarganya saat ini sedang sakit dan mohon untuk di makluminya apa bila bapak Kades belum merespon," Tambah Somad. 

Diketahui, berdasarkan penelusuran Cyber88.co.id, di tahun 2024 Pemerintah Desa Ujungberung mendapatkan kucuran dana desa sebesar Rp. 965.490.000 yang cair dua tahap. Tahap pertama sebesar Rp. 455.355.600 dan tahap kedua Rp 510.134.400.

Berdasarkan laporan, dana desa yang digunakan diperkirakan berjudul  Penyelenggaraan PAUD / TK / TPA / TKA / TPQ / Madrasah Non-Formal Milik Desa (Bantuan Honor Pengajar, Pakaian Seragam, Operasional, dst dengan anggaran sebesar Rp. 98.276.700. 

Jadi tidak ada laporan pada pemerintah pusat yang menggelontorkan dana desa item Pembangunan Ruang Kelas baru di MI tersebut. (Tatang)

Komentar Via Facebook :