Santri Cimahi Teguhkan Peran Sebagai Penjaga Moral dan Inovator di Era Digital
CYBER88 | Cimahi — Suasana khidmat menyelimuti Lapangan Apel Pemerintah Kota Cimahi, saat ribuan santri, tokoh agama, dan pejabat pemerintah berkumpul memperingati Hari Santri Nasional (HSN) 2025.
Tak sekadar seremoni tahunan, momentum ini menjadi refleksi atas kiprah panjang santri sebagai penjaga nilai kebangsaan sekaligus penggerak kemajuan di tengah arus globalisasi.
Ketua DPRD Kota Cimahi, Wahyu Widyatmoko, menilai peran santri kini semakin strategis. Ia menyebut, santri bukan hanya penjaga moral dan tradisi keagamaan, tetapi juga agen perubahan yang berkontribusi nyata bagi kemajuan bangsa.
“Peringatan Hari Santri mengingatkan kita pada semangat perjuangan yang diwariskan para ulama dan santri terdahulu. Tema tahun ini, Mengawal Indonesia Merdeka Menuju Peradaban Dunia, mengajak kita untuk menjaga kemerdekaan dengan kerja, karya, dan prestasi,” ujar Wahyu.
Menurutnya, pesantren hari ini menghadapi tantangan baru, bagaimana tetap berakar pada nilai-nilai adab dan spiritualitas, sembari beradaptasi dengan pesatnya perkembangan teknologi.
“Pesantren harus mampu bersaing di era digital, namun tidak kehilangan ruhnya. Santri diajarkan disiplin, menghormati guru, dan menjunjung adab nilai-nilai ini justru menjadi keunggulan moral yang langka di tengah dunia modern,” jelasnya.
Wahyu optimistis, santri Cimahi memiliki potensi besar menjadi pemimpin masa depan yang berkarakter kuat dan berpikiran maju. “Dengan pendidikan yang berimbang antara ilmu agama dan keterampilan modern, santri akan menjadi motor penggerak perubahan, baik di Cimahi maupun Indonesia,” katanya menegaskan.
Sementara itu, Wali Kota Cimahi, Ngatiyana, menyoroti pentingnya peran santri dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).
Menurutnya, semangat perjuangan para santri sejak masa kemerdekaan adalah bukti nyata bahwa mereka selalu berada di garda depan mempertahankan nilai-nilai kebangsaan.
“Santri adalah penjaga Indonesia. Dari masa ke masa, mereka menjadi benteng moral dan spiritual bangsa. Di tengah tantangan zaman, semangat itu harus terus dijaga,” tutur Ngatiyana.
Ia berharap, peringatan Hari Santri Nasional dapat memperkuat semangat persatuan dan menumbuhkan karakter religius di masyarakat. “Cimahi ingin menjadi kota yang agamis, berkarakter, dan berdaya saing. Peran santri sangat penting untuk mewujudkan cita-cita itu,” tambahnya.
Peringatan HSN 2025 di Cimahi menjadi pengingat bahwa perjuangan santri belum usai. Mereka bukan lagi hanya simbol masa lalu, melainkan potret masa depan generasi yang memadukan kecerdasan spiritual dengan inovasi digital, menjaga tradisi sekaligus menggerakkan peradaban.


Komentar Via Facebook :