Para Peternak di Desa Sangiang Banjaran, Merasa Heran  Domba Program Ketahanan Pangan yang Sudah Didistribusikan Diambil Lagi oleh Pemdes

Para Peternak di Desa Sangiang Banjaran, Merasa Heran  Domba Program Ketahanan Pangan yang Sudah Didistribusikan Diambil Lagi oleh Pemdes

CYBER88 | Majalengka, -- Program ketahanan pangan tahun 2025 di Desa Sangiang Kecamatan Banjaran Kabupaten Majalengka Jawa Barat terkesan tidak jelas dan simpang siur. Pernyataan atara warga penerima bantuan program ketahan pangan dan pihak pemerintah desa patut menjadi perhatian pihak pihak terkait yang punya kewenangan dalam pengawasan dana desa.

Menurut keterangan warga, program ketahanan pangan yang direalisasikan dari dana desa sebesar 20%, dialokasikan untuk pengadaan bibit ternak yakni domba. Awalnya, tujuan pengadaan hewan ternak tersebut untuk meningkatkan perekonomian masyarakat para kelompok ternak yang ada dilingkungan Desa Sangiang.

Namun, baru saja diserakan kepada kelompok ternak untuk dikelolanya, malah diambil lagi oleh pihak pemerintah desa tampa ada dasar dan alasan yang jelas. Alhasil, para anggota kelompok hanya kecewa dan gigit jari.

“Kami merasa kecewa pada pemerintah desa, kenapa program yang sifatnya untuk kepentingan masyarakat untuk dikembangkan ko malah diambil kembali?,” Cetus salah satu peternak. Pada Cyber88.co.id, Selasa (2/12/2025)
 
Oleh karenanya, masyarakat berharap pihak pemerintah desa dapat menjelaskan alasan pengambilan bibit domba tersebut supaya tidak menimbulkan prasangka hingga muncul opini negative di kalangan masyarakat.

“Kami berharap pemerintah desa dapat menjelaskan dengan sejelas jelasnya kenapa apa yang sudah menjai hak peterna diambil kembali, karena program tersebut tentunya akan meningkatkan kesejahteraan masyarakat khususnya peternak domba, ”Harap warga teresebut.

Maman, Kepala Desa Sangiang, saat dikonfirmasi via WhatsApp, membenarkan kalau pihaknya mengambil kembali hewan ternak yang didistribusikan pada para peternak. 

Dengan enteng, Maman menjawab alasannya penarikan kembali hewan ternak, katanya “Domba domba tersebut takut tidak terurus dan hilang”.

“Awalnya domba domba itu dipelihara oleh warga kami tapi silahkan saja kalau mau mengambil kembali karena tujuannya juga buat masyarakat, 'Kata Kades

Dia pun menjelaskan, jumlan 20% dana desa yang direalisasikan untuk program ketahanan pangan sebesar kurang lebih Rp.200 juta. (Tatang)

Komentar Via Facebook :