ASDP Perkuat Kesiapsiagaan Hadapi Cuaca Ekstrem pada Angkutan Nataru 2025/2026
CYBER88 | Banyuwangi — Menghadapi lonjakan mobilitas masyarakat selama libur Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2025/2026, PT ASDP Indonesia Ferry (Persero) menegaskan komitmennya untuk mengutamakan keselamatan pelayaran, khususnya di tengah potensi cuaca ekstrem yang diperkirakan terjadi di sejumlah perairan Indonesia, termasuk jalur penyeberangan padat Jawa–Bali..Senin, 22 Desember 2025
Direktur Utama ASDP Heru Widodo menyampaikan bahwa keselamatan pengguna jasa merupakan prioritas utama perusahaan dalam setiap periode angkutan, terlebih pada masa puncak liburan. Berdasarkan informasi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) per 21 Desember 2025 pukul 19.00 WIB, Bibit Siklon Tropis 93S terpantau mengalami penguatan dan berpotensi berkembang menjadi Siklon Tropis kategori 2 yang dapat memengaruhi kondisi cuaca dan gelombang laut.
“BMKG telah mengeluarkan peringatan potensi gelombang tinggi di sejumlah perairan, termasuk Selat Sunda dan Selat Bali. Kami mengimbau seluruh pengguna jasa untuk meningkatkan kewaspadaan dan tidak memaksakan perjalanan apabila kondisi cuaca tidak memungkinkan,” ujar Heru.
Dampak dari penguatan sistem cuaca tersebut diperkirakan memicu hujan lebat, angin kencang, serta gelombang laut kategori sedang dengan ketinggian hingga 2,5 meter. Kondisi ini berpotensi memengaruhi kelancaran operasional penyeberangan, terutama pada lintasan dengan volume trafik tinggi selama periode Nataru.
Mengacu pada rilis resmi BMKG melalui akun @infobmkg, wilayah perairan yang berpotensi mengalami gelombang tinggi meliputi perairan barat Bengkulu hingga Lampung, Samudra Hindia barat Mentawai hingga Lampung, Selat Sunda dan Selat Bali bagian selatan, perairan selatan Banten hingga Nusa Tenggara Barat, serta Samudra Hindia selatan Banten hingga NTB.
Dalam menghadapi kondisi tersebut, ASDP terus memperkuat koordinasi dengan seluruh pemangku kepentingan serta meningkatkan kesiapsiagaan operasional di pelabuhan dan kapal. Heru juga mengajak pengguna jasa untuk berperan aktif menjaga keselamatan dengan mematuhi arahan petugas dan bersedia menunda perjalanan apabila cuaca dinilai tidak aman.
“Kami mengharapkan kerja sama seluruh pengguna jasa untuk mengikuti petunjuk petugas di lapangan demi keselamatan bersama,” tambahnya.
Di tengah kewaspadaan terhadap cuaca ekstrem, arus penumpang dan kendaraan di lintasan Jawa–Bali tetap menunjukkan tren peningkatan. ASDP mencatat, pada Minggu (21/12) atau H-4, jumlah kendaraan roda dua dari Pelabuhan Gilimanuk menuju Pelabuhan Ketapang mencapai 2.130 unit, meningkat 24,1 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Secara kumulatif sejak H-10 hingga H-4, total kendaraan roda dua tercatat 40.328 unit atau tumbuh 3,6 persen.
Jumlah penumpang yang menyeberang dari Bali ke Jawa pada periode tersebut mencapai 138.135 orang.
Sementara arus dari Jawa menuju Bali juga mengalami peningkatan. Kendaraan roda dua pada H-4 tercatat 2.107 unit atau naik 33,1 persen dibandingkan tahun sebelumnya. Kenaikan juga terjadi pada kendaraan truk yang mencapai 2.184 unit atau tumbuh 21,5 persen. Total kendaraan yang menyeberang dari Jawa ke Bali pada H-4 mencapai 7.093 unit, meningkat 6,8 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Secara akumulatif sejak H-10 hingga H-4, jumlah kendaraan dari Pelabuhan Ketapang menuju Gilimanuk tercatat 40.987 unit dengan total penumpang mencapai 143.533 orang.
ASDP menegaskan akan terus menghadirkan layanan penyeberangan yang aman, andal, dan humanis. Di tengah dinamika cuaca ekstrem dan meningkatnya mobilitas masyarakat selama Nataru, aspek keselamatan tetap menjadi fondasi utama agar perjalanan pengguna jasa berlangsung lancar dan selamat hingga tujuan.


Komentar Via Facebook :