Ramadhan, Saatnya Menguatkan Empati dan Merawat Kerukunan

Ramadhan, Saatnya Menguatkan Empati dan Merawat Kerukunan

CYBER88 | KLATEN — Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Klaten, KH Syamsuddin Asyrofi, menegaskan bahwa bulan Ramadhan bukan sekadar waktu untuk menahan lapar dan dahaga sejak fajar hingga magrib. Lebih dari itu, puasa merupakan proses pembentukan karakter yang berdampak luas pada penguatan nilai kemanusiaan dan kerukunan antarumat.

Pernyataan tersebut disampaikannya usai memberikan tausiyah dalam acara silaturahmi Paguyuban Kerukunan Umat Beragama (PKUB) tingkat kecamatan dan desa, bersama para kepala desa serta Forkopimcam se-Kecamatan Gantiwarno, Kamis (26/2/2026).

Menurut Syamsuddin, ibadah puasa menghadirkan ruang refleksi yang mendalam bagi setiap individu. Secara spiritual, puasa melatih kejujuran dan integritas karena hanya diri sendiri dan Allah SWT yang mengetahui kesempurnaan pelaksanaannya. Dari sinilah tumbuh kesadaran batin, pengendalian diri, serta tanggung jawab moral dalam setiap perilaku.

Tak hanya berdimensi personal, puasa juga memiliki dampak sosial yang nyata. Rasa lapar yang dirasakan setiap hari menjadi pengingat atas kondisi saudara-saudara yang hidup dalam keterbatasan. Pengalaman tersebut, kata Syamsuddin, seharusnya menumbuhkan empati yang lebih konkret, bukan sekadar rasa iba, melainkan dorongan untuk terlibat aktif membantu meringankan beban sesama.

Ia menambahkan, selama Ramadhan kebutuhan masyarakat dhuafa cenderung meningkat, baik dalam hal pangan maupun kebutuhan dasar lainnya. Karena itu, penguatan karakter melalui puasa semestinya sejalan dengan meningkatnya kepedulian sosial, diwujudkan melalui zakat, sedekah, dan berbagai bentuk kontribusi sosial lainnya.

Sebagai pengurus FKUB, pihaknya terus mengajak masyarakat menjadikan Ramadhan sebagai titik awal transformasi diri dan sosial—memperbaiki hubungan dengan Allah SWT sekaligus mempererat solidaritas dan kerukunan di tengah masyarakat yang majemuk.

Sementara itu, Camat Gantiwarno, V. Retno Setyaningsih, dalam sambutannya menyampaikan bahwa berbagai program Ramadhan dirancang untuk memastikan semangat berbagi terimplementasi secara nyata. Menurutnya, dukungan tokoh lintas agama dan tokoh masyarakat sangat penting agar manfaat puasa dapat dirasakan lebih luas, terutama oleh kelompok rentan.

Ia menegaskan, puasa bukan sekadar ritual tahunan, melainkan proses pembentukan karakter berkelanjutan. Ketika nilai kesabaran, kejujuran, dan kepedulian sosial tumbuh kuat, Ramadhan benar-benar menjadi bulan perubahan yang membawa keberkahan bagi semua.

Ketua PKUB Kecamatan Gantiwarno, Rusdi Santosa, turut mengajak masyarakat memperkuat kepedulian sosial dengan menyalurkan zakat, infak, dan sedekah melalui lembaga-lembaga resmi penerima dana sosial keagamaan. Dana yang terhimpun, ujarnya, akan dikelola secara amanah dan disalurkan tepat sasaran kepada masyarakat yang membutuhkan.(Agus STP)

Komentar Via Facebook :