Dialog Kebangsaan di Delanggu, Yudi Indras Wiendarto Serap Aspirasi Warga Desa Karang
CYBER88 | KLATEN — Ratusan warga Desa Karang memadati Gedung Graphika Karang, Kecamatan Delanggu, untuk mengikuti dialog bertajuk Peningkatan Wawasan Kebangsaan dan Bela Negara bagi Masyarakat Provinsi Jawa Tengah Tahun 2026. Kegiatan yang diselenggarakan Pemerintah Desa Karang tersebut menghadirkan sejumlah pejabat daerah dan provinsi, di antaranya Wakil Ketua Komisi E DPRD Provinsi Jawa Tengah, Yudi Indras Wiendarto, yang hadir langsung untuk menyerap aspirasi masyarakat (07/03/2026).
Acara berlangsung hangat dan interaktif. Setelah pemaparan singkat dari perwakilan dinas terkait, sesi dialog menjadi momen utama. Warga memanfaatkan kesempatan tersebut untuk menyampaikan berbagai persoalan yang mereka hadapi, mulai dari layanan kesehatan, fasilitas pendidikan, hingga kebutuhan infrastruktur dan sarana olahraga.
Dalam kesempatan itu, Yudi menegaskan pentingnya ruang dialog antara pemerintah dan masyarakat sebagai sarana mencari solusi bersama sekaligus meredam kesalahpahaman yang kerap muncul di tengah masyarakat, terutama akibat informasi yang belum tentu benar di media sosial.
“Kegiatan wawasan kebangsaan ini kita jadikan ruang diskusi bersama masyarakat dan dinas terkait. Tujuannya agar masyarakat tidak mudah percaya pada berita hoaks yang beredar luas di media sosial. Kita semua harus lebih waspada dan bijak dalam menerima informasi,” ujar Yudi di hadapan peserta dialog.
Isu kesehatan menjadi salah satu topik yang paling banyak disampaikan warga. Beberapa keluarga mengeluhkan pemutusan sementara status PBI (Penerima Bantuan Iuran) yang berdampak pada akses layanan kesehatan mereka. Menanggapi hal tersebut, Yudi menjelaskan bahwa terdapat mekanisme untuk mengaktifkan kembali status PBI yang sempat terhenti.
Ia menyarankan warga untuk meminta surat keterangan dari kepala desa, kemudian membawanya ke rumah sakit rujukan pemerintah seperti RSUD Soedjarwadi di Klaten atau RSUD Moewardi di Surakarta untuk mendapatkan layanan kesehatan.
“Jika PBI terputus tidak perlu panik, karena ada mekanisme pengaktifan kembali. Warga bisa meminta surat keterangan dari kepala desa lalu membawanya ke rumah sakit rujukan pemerintah,” jelasnya.
Selain persoalan kesehatan, warga juga menyampaikan harapan agar pemerintah memberikan perhatian lebih pada sarana pendidikan serta fasilitas olahraga di wilayah mereka. Para orang tua berharap peningkatan kualitas sekolah dapat dilakukan, baik dari sisi infrastruktur maupun kelengkapan sarana belajar.
Menanggapi aspirasi tersebut, Yudi menyampaikan bahwa pihaknya tengah mengkaji rencana pengembangan program sekolah rakyat di wilayah Klaten sebagai upaya memperluas akses pendidikan yang lebih baik bagi masyarakat.
Dari dialog tersebut juga muncul sejumlah langkah konkret yang disepakati bersama, seperti pendampingan administrasi pengurusan PBI, rencana perbaikan sarana olahraga melalui gotong royong yang didukung pemerintah desa, serta pembentukan tim kecil untuk memetakan kebutuhan perbaikan fasilitas pendidikan.
Selain diskusi aspirasi, kegiatan juga diisi dengan edukasi singkat mengenai literasi digital. Materi ini menekankan pentingnya memverifikasi informasi, mengecek sumber berita, serta tidak mudah menyebarkan konten yang belum dipastikan kebenarannya.
Kepala Desa Karang, Agung Tri Sulistyo, menyampaikan apresiasi atas kehadiran para pejabat yang turun langsung mendengar aspirasi warga. Menurutnya, dialog semacam ini sangat penting agar persoalan masyarakat dapat disampaikan secara langsung dan segera mendapat tindak lanjut.
Menutup kegiatan tersebut, Yudi kembali menegaskan komitmennya untuk menindaklanjuti aspirasi yang telah disampaikan serta mendorong koordinasi lintas instansi agar berbagai solusi yang dibahas dapat segera direalisasikan.
(Agus STP)


Komentar Via Facebook :