Cuma dari 5 Ekor, Kini Jadi 100 Lebih: Kisah Warga Klaten Raup Untung dari Ayam Kampung saat Lebaran

Cuma dari 5 Ekor, Kini Jadi 100 Lebih: Kisah Warga Klaten Raup Untung dari Ayam Kampung saat Lebaran

CYBER88 | KLATEN – Siapa sangka, dari halaman rumah sederhana, peluang usaha bisa tumbuh besar. Hal ini dibuktikan Arifin, warga Kecamatan Bayat, Klaten, yang sukses mengembangkan budidaya ayam kampung dari skala kecil hingga menghasilkan keuntungan.

Berawal dari hanya lima ekor ayam—terdiri dari satu pejantan dan empat betina—usaha yang dirintis bersama sang istri, Dwita, kini telah berkembang menjadi lebih dari 100 ekor dalam waktu sekitar tujuh bulan.

Momentum Hari Raya Idulfitri menjadi berkah tersendiri bagi usaha mereka. Permintaan ayam kampung meningkat tajam, terutama dari restoran dan warung makan yang membutuhkan pasokan daging ayam kampung untuk memenuhi kebutuhan pelanggan.

“Kalau hari biasa sekitar 15 ekor per hari, saat Lebaran bisa sampai 20 ekor,” ujar Arifin saat ditemui di kediamannya.

Tak hanya dari wilayah Klaten, pembeli juga datang dari luar daerah seperti Sukoharjo, Kartasura, hingga Yogyakarta. Hal ini menunjukkan tingginya minat pasar terhadap ayam kampung, khususnya pada momen-momen tertentu seperti hari raya dan acara keluarga.

Menariknya, usaha ini tidak membutuhkan modal besar. Selain menggunakan pakan pabrikan, Arifin memanfaatkan bahan alami yang mudah ditemukan di sekitar rumah seperti daun pepaya, daun singkong, dan kangkung untuk menekan biaya produksi.

Meski demikian, ia mengakui fase awal beternak menjadi tantangan tersendiri. Anak ayam membutuhkan perhatian khusus, terutama dalam tiga minggu pertama setelah menetas. Pada fase tersebut, pemberian pakan sentrat dilakukan secara rutin untuk mempercepat pertumbuhan dan meningkatkan daya tahan tubuh ayam.

Kini, usaha yang awalnya sekadar coba-coba itu mulai menunjukkan hasil nyata. Selain memenuhi kebutuhan pasar lokal, budidaya ayam kampung tersebut juga menjadi sumber penghasilan tambahan yang cukup menjanjikan bagi keluarga Arifin.

Di tengah kondisi ekonomi yang belum stabil, kisah ini menjadi gambaran bahwa peluang usaha bisa datang dari hal sederhana. Dengan ketekunan, pemanfaatan sumber daya sekitar, dan konsistensi dalam perawatan, usaha kecil pun berpotensi berkembang menjadi peluang bisnis yang menguntungkan. (Agus STP).

Komentar Via Facebook :