Air Harapan Mengalir di Ponpes Banu Al Qomar, TMMD 128 Hadirkan Sumur Bor untuk Santri dan Warga

Air Harapan Mengalir di Ponpes Banu Al Qomar, TMMD 128 Hadirkan Sumur Bor untuk Santri dan Warga

CYBER88 | CILEGON – Kebahagiaan terpancar dari wajah para santri Pondok Pesantren Banu Al Qomar saat Komandan Kodim 0623/Cilegon, Letkol Inf. Imam Buchori meresmikan bantuan sumur bor melalui program TNI Manunggal Membangun Desa (TMMD) ke-128 di Karang Tengah, Pabean, Kecamatan Purwakarta, Minggu, 10/5/2026

Peresmian tersebut menjadi rangkaian monitoring progres kegiatan TMMD 128 Kodim 0623/Cilegon setelah sebelumnya Dandim meresmikan pipanisasi di Kecamatan Jombang dan pembangunan MCK di wilayah Pulomerak. Kedatangan Letkol Inf. Imam Buchori disambut hangat para santri, pengurus pondok pesantren, unsur Polsek Purwakarta, anggota Kodim 0623/Cilegon, tokoh masyarakat, hingga warga sekitar yang turut merasakan manfaat program tersebut.

Di hadapan para santri dan masyarakat, Letkol Inf. Imam Buchori menyampaikan rasa syukur atas selesainya pembangunan sumur bor yang diharapkan mampu menjadi sumber kehidupan baru bagi pondok pesantren maupun lingkungan sekitar.

“Alhamdulillah, berkat izin Allah SWT, hari ini sumur bor dalam program TMMD 128 resmi digunakan. Semoga air yang mengalir dari sini menjadi keberkahan dan manfaat bagi para santri serta masyarakat,” ujarnya disambut tepuk tangan haru para hadirin.

Sebagai Dansatgas TMMD 128, Letkol Inf. Imam Buchori menegaskan bahwa program tersebut bukan sekadar pembangunan fisik, melainkan bentuk nyata kepedulian dan gotong royong antara TNI, dunia industri, dan masyarakat dalam membantu kebutuhan dasar warga.

“TMMD hadir bukan hanya membangun infrastruktur, tetapi juga membangun harapan masyarakat. Kami ingin keberadaan sumur bor ini mendukung pendidikan para santri, kesehatan lingkungan, dan memperkuat kehidupan sosial masyarakat sekitar,” katanya.

Rasa syukur mendalam juga disampaikan pengurus Ponpes Banu Al Qomar, Musthofa. Ia mengaku selama puluhan tahun pondok pesantren yang dirintis keluarganya sejak era 1960-an kerap mengalami keterbatasan debit air, sehingga para santri harus bergantian menumpang mandi dan mengambil air wudhu ke rumah warga sekitar.

“Dulu santri kami sering menumpang ke rumah warga hanya untuk mandi dan berwudhu. Itu menjadi perjuangan tersendiri bagi mereka. Hari ini kami benar-benar bersyukur karena kebutuhan air sudah bisa terpenuhi dengan baik,” tuturnya dengan mata berkaca-kaca.

Menurutnya, keberadaan sumur bor bukan hanya membantu 58 santri putra dan putri yang berasal dari berbagai daerah seperti Lampung, Serang, dan Cilegon, tetapi juga menjadi sumber manfaat bagi masyarakat sekitar pondok.

“Sekarang bukan lagi kami yang meminta bantuan air kepada warga, tetapi insya Allah kami juga bisa berbagi air dengan masyarakat sekitar. Ini bukan sekadar sumur bor, tetapi sumber keberkahan bagi kami semua,” ungkap Musthofa.

Program TMMD 128 Kodim 0623/Cilegon pun kembali membuktikan bahwa kehadiran TNI di tengah masyarakat bukan hanya menjaga keamanan, tetapi juga menjadi bagian dari solusi atas kebutuhan dan kesulitan rakyat.

Komentar Via Facebook :