Opname Saban Juare Termin I di Kelurahan Grogol, Dua Kegiatan Dinyatakan Sesuai Spesifikasi

Opname Saban Juare Termin I di Kelurahan Grogol, Dua Kegiatan Dinyatakan Sesuai Spesifikasi

CYBER88 | CILEGON – Pemerintah Kelurahan Grogol, Kecamatan Grogol, Kota Cilegon, melaksanakan opname kegiatan Saban Juare Termin I untuk memastikan pembangunan yang direalisasikan sesuai dengan spesifikasi, volume, dan kualitas pekerjaan, Kamis (13/8/2026).

Opname dilakukan di dua titik, yakni Lingkungan Ciora Wetan RW 03 untuk kegiatan Penerangan Jalan Lingkungan (PJL) dan Lingkungan Cipinang Atas RW 04 untuk pembangunan Tembok Penahan Tebing (TPT).

Lurah Grogol, Firman Yudha Nugroho, mengatakan, pada kegiatan PJL di RW 03 telah dipasang lima titik lampu penerangan jalan. Pemeriksaan dilakukan bersama tim pendamping, unsur Pemkot Cilegon, Kecamatan Grogol, serta Kelurahan Grogol.

“Alhamdulillah sudah sesuai dengan spesifikasi, baik secara kualitas maupun volume. Semuanya sudah diperiksa dan diinspeksi bersama tim pendamping,” ujar Firman.

Sementara ntuk kegiatan di Lingkungan Cipinang Atas RW 04, pemeriksaan dilakukan terhadap pembangunan TPT. Hasilnya, pekerjaan juga dinyatakan telah sesuai dengan ketentuan yang ditetapkan, baik dari sisi kualitas maupun volume.

Ketua Pokmas Kelurahan Grogol, Muchtar, mengatakan pelaksanaan pembangunan berjalan lancar tanpa kendala berarti. Menurutnya, seluruh proses pekerjaan hingga pemeriksaan fisik dapat terlaksana dengan baik.

“Alhamdulillah tidak ada kendala. Pekerjaan berjalan lancar. Harapannya, hasil pembangunan ini dapat memberikan manfaat dan memudahkan masyarakat, khususnya warga Kelurahan Grogol,” katanya.

Sementara itu, Tim Pendamping Saban Juare, Nurul Hadi, menjelaskan pihaknya turut mendampingi proses sertifikasi kegiatan Termin I di Kelurahan Grogol.
Ia menyebut kegiatan PJL memberikan manfaat langsung bagi masyarakat. Sebelumnya, sejumlah akses jalan warga yang melintasi kawasan persawahan dalam kondisi gelap. Dengan adanya penerangan jalan, akses tersebut kini menjadi lebih terang dan aman.

“Alhamdulillah, dengan adanya kegiatan PJL ini, akses jalan masyarakat yang sebelumnya gelap sekarang sudah terang-benderang,” ujarnya.

Nurul juga menyampaikan bahwa Kelurahan Grogol memiliki wilayah yang cukup luas, namun hanya terdiri dari empat RW. Kondisi tersebut menjadi salah satu perhatian dalam pembagian anggaran pembangunan.

Ia berharap ke depan terdapat formulasi anggaran yang tidak hanya mempertimbangkan jumlah RW, tetapi juga luas wilayah dan kebutuhan masyarakat.

Mimin Aliah dari Administrasi Pembangunan Kota Cilegon mengatakan, untuk Kelurahan Grogol, pada Termin I terdapat dua titik kegiatan, yakni PJL sebanyak lima titik dan pembangunan TPT.

“Kalau melihat pelaksanaannya, meskipun alokasinya termasuk yang relatif kecil, pembangunan di sini cukup rapi dan bagus. Untuk tahun depan, insyaallah bisa diusulkan kembali karena wilayah Grogol cukup luas dan masih banyak pembangunan yang belum ter-cover,” ujar Mimin.

Mimin juga mengimbau masyarakat untuk ikut menjaga hasil pembangunan yang telah direalisasikan pemerintah.

“Ini kan sudah dibangun pemerintah untuk masyarakat. Untuk pemeliharaannya, tolong sama-sama dijaga. Kalau ada kerusakan kecil, segera diperbaiki atau dilaporkan agar bisa ditangani dan hasil pembangunan tetap terpelihara,” pesannya.

Perwakilan Bappeda Kota Cilegon, Galih Yudha Nugraha, mengatakan Saban Juare merupakan salah satu program yang mendukung arahan pimpinan daerah melalui sejumlah fokus pembangunan, di antaranya penanganan banjir, rumah tidak layak huni, penerangan jalan, dan jalan lingkungan.

“Untuk Kelurahan Grogol sendiri ada kegiatan penerangan jalan lingkungan. Tadi sudah kita cek dan berjalan dengan baik,” kata Galih.

Ia menambahkan, setelah kegiatan selesai dan dinyatakan sesuai, pihak pelaksana selanjutnya diminta menyelesaikan Surat Pertanggungjawaban (SPJ) untuk proses pengajuan kegiatan berikutnya.
Terkait alokasi anggaran, Galih menjelaskan bahwa mekanisme sebelumnya salah satunya mempertimbangkan jumlah RW. Namun, dengan adanya metode perhitungan terbaru dalam program Saban Juare, pemerintah akan melakukan formulasi kembali dengan mempertimbangkan kondisi dan kebutuhan masing-masing wilayah.

“Kalau sebelumnya salah satu acuannya berdasarkan jumlah RW. Dengan metode perhitungan terbaru di Saban Juare, nanti akan kami formulasikan kembali agar pengalokasiannya dapat menyesuaikan kondisi, luas wilayah, dan kebutuhan masyarakat,” pungkasnya.

Lurah Grogol, Firman Yudha Nugroho, berharap masyarakat turut menjaga hasil pembangunan yang telah direalisasikan melalui program Saban Juare. Ia juga mengajak masyarakat proaktif menyampaikan keluhan maupun kendala agar komunikasi antara pemerintah dan warga tetap terjalin dengan baik.

Komentar Via Facebook :