Panen Perdana, Koppsa M Kombinasikan Jagung Pipil dan Hortikultura
Panen perdana jagung pipil di lahan seluas tiga hektare yang berlokasi di Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Selasa (1/9/2026).
CYBER88 | Kampar – Guna mendukung intensifikasi lahan, Koppsa M melakukan inovasi dengan mengombinasikan tanaman jagung pipil dan hortikultura. Kombinasi kedua komoditas tersebut diharapkan dapat meningkatkan produktivitas lahan yang dikelola.
Penanaman tanaman hortikultura melibatkan empat kelompok tani (koptan) yang selama ini telah berhasil membudidayakan dan mengelola berbagai komoditas hortikultura.
Hal tersebut disampaikan Ketua Koppsa M, Nusirwan, saat menghadiri panen perdana jagung pipil di lahan seluas tiga hektare yang berlokasi di Desa Pangkalan Baru, Kecamatan Siak Hulu, Kabupaten Kampar, Selasa (1/9/2026).
Hadir dalam kegiatan tersebut Kapolsek Siak Hulu Kompol Deni Afrial, S.Pi., M.H., Wakil Ketua DPRD Kampar Iib Nursaleh, S.Kom., S.H., M.H., ninik mamak, pemuka masyarakat, serta masyarakat yang tergabung dalam Koppsa M.
Nusirwan mengatakan, saat ini terdapat 38 lahan replanting sawit milik Koppsa M yang dapat dimanfaatkan untuk mendukung program ketahanan pangan.
Dari lahan tersebut, sekitar 10 hektare dipersiapkan untuk ditanami jagung pipil sebagai bagian dari dukungan terhadap program ketahanan pangan yang digagas pemerintah.
Namun, panen perdana jagung pipil tersebut belum memberikan hasil maksimal. Sejumlah kendala masih ditemukan, di antaranya keterbatasan ketersediaan air akibat kemarau ekstrem, serta teknik persiapan lahan, penanaman, dan perawatan tanaman yang masih perlu ditingkatkan.
“Penanaman berikutnya kita akan lebih memperbaiki teknik penanaman jagung dengan menjamin ketersediaan air, teknik persiapan dan pengelolaan, serta budidaya tanaman jagung pipil. Di antaranya pembajakan lahan secara berulang sebanyak dua sampai tiga kali sehingga terbentuk bedeng yang lebih baik untuk pertumbuhan jagung,” ujar Nusirwan.
Menurut Nusirwan, Koppsa M juga akan mengombinasikan tanaman jagung dengan hortikultura melalui kerja sama dengan empat kelompok tani menggunakan sistem bagi hasil.
Beberapa komoditas hortikultura yang direncanakan untuk ditanam antara lain gambas, melon, dan semangka. Empat kelompok tani yang bekerja sama dengan Koppsa M tersebut telah terbukti berhasil dalam membudidayakan tanaman hortikultura di Desa Kepau Jaya.
Nusirwan juga mengimbau para pekerja Koppsa M agar dapat menjalin kerja sama dengan petani hortikultura yang tergabung dalam empat kelompok tani tersebut.
Menurutnya, sinergi antara pekerja Koppsa M dan petani diperlukan agar hasil produksi dapat lebih maksimal.
“Mari kita bersinergi dengan petani hortikultura. Keamanan dan keselamatan alat-alat pertanian serta bahan-bahan pertanian menjadi tanggung jawab bersama. Adanya tanaman hortikultura diharapkan dapat meningkatkan hasil dan pendapatan bagi petani kelompok tani serta SHU yang akan diterima anggota Koppsa M nantinya,” kata Nusirwan.
Sementara itu, Kapolsek Siak Hulu Kompol Deni Afrial mengapresiasi keterlibatan Koppsa M dalam mendukung program ketahanan pangan yang digagas pemerintah.
Ia menilai panen perdana jagung pipil tersebut dapat menjadi pemicu semangat untuk melanjutkan penanaman pada periode berikutnya dengan hasil yang lebih maksimal.
“Panen perdana ada sekitar 3 hektare jagung yang dipanen dengan estimasi hasil sekitar 4 ton per hektare. Panen perdana ini diprediksi menghasilkan sekitar 12 ton jagung dan langsung ditampung oleh Perum Bulog,” ujarnya.
Wakil Ketua DPRD Kampar Iib Nursaleh yang juga merupakan anggota Dewan Pengawas Koppsa M mengatakan, peningkatan produktivitas jagung pipil harus didukung dengan persiapan lahan yang baik.
Menurutnya, proses persiapan lahan tanam perlu dibantu menggunakan mesin pembajak tanah. Dengan bantuan mesin tersebut, pengelolaan lahan untuk penanaman jagung dapat dilakukan lebih optimal, termasuk dalam pembuatan bedeng tanaman.
Ia mencontohkan hasil panen jagung pipil di Kecamatan Perhentian Raja yang dapat mencapai 8,6 ton per hektare.
Besarnya hasil panen tersebut, kata Iib, tidak terlepas dari persiapan lahan, teknik penanaman, serta perawatan tanaman yang dilakukan secara maksimal.
“Hasil 8,6 ton per hektare sudah merupakan hasil panen terbaik karena di daerah lain hasil maksimal berkisar 6 ton per hektare,” pungkasnya.


Komentar Via Facebook :