M. Shabiq K.S Salah Satu Putra Terbaik Selaawi - Garut Raih Penghargaan Anugerah Dan Maestro Budaya Dari Kemendikbud

M. Shabiq K.S Salah Satu Putra Terbaik Selaawi - Garut Raih Penghargaan Anugerah Dan Maestro Budaya Dari Kemendikbud

CYBER 88 GARUT - M. Shabiq Karba Suhaya, Siswa SMPN 1 Selaawi Garut, meraih penghargaan Anugerah Budaya dan Maestro Budaya di bidang Dalang Wayang Golek Kategori Anak-anak dari Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia yang berlangsung di Glora Bung Karno Senayan - Jakarta. (Kamis 10/10/2019) Anugerah tersebut, diserahkan langsung oleh Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, Prof. Dr. Muhadjir Effendy, M.A.P Shabiq tidak menyangka akan menerima penghargaan dari Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan, ia pun mengaku sangat bahagia bisa memperoleh penghargaan tersebut. Hal itu sebuah kepercayaan yang diberikan kepadanya oleh pemerintah pusat. "ucapnya. Sementara itu, Camat Selaawi, Ridwan Effendi pun menyatakan hal serupa "Saya bangga dengan prestasi yang di peroleh putra terbaik asal Kecamatan Selaawi, yang mana telah berhasil mengangkat budaya wayang golek di kancah Nasional." Ujarnya Ridwan-pun menegaskan, ini sebuah kebanggaan bagi masyarakat Selaawi, ternyata ada potensi yang bisa digali. "Semoga menjadi tambahan spirit dan motivasi dalam berkarya, berprestasi dan berbudaya bagi Ananda Shabiq khususnya." Katanya. Tak hanya bagi Shabiq, ini juga berlaku bagi putra putri pelajar lainnya di Kecamatan Selaawi - Garut Jawa Barat." Akhirinya.

Berikut Profil Dalang Cilik yang sudah beranjak Remaja.
  • Nama : M. Shabiq
  • Tempat Tanggal Lahir : Garut, 28 Maret 2005
  • Pekerjaan : Pelajar (Kelas 1 SMP) dan Dalang Cilik
  • Alamat : Kp. Babakan Burujul RT.04 / RW.02 Desa Putrajawa, Kec. Selaawi Kab. Garut
  • Telpon : 081320187648 - 089617891002
  • Nama Grup : GUMELAR RAHARJA 2
  • Pembina : Bebem KS. Komarudin, S.Kar., M.M. , Asep Ginajar, M.Sn., Wawan Amung Sutarya.
Minat terhadap seni wayang golek dan seni sunda semenjak umur 4 tahun serius dan bercita-cita menjadi dalang yang professional dan melestarikan budaya sunda. Semenjak umur 4 tahun, waktu itu kebetulan sekali ibunya menyetel kaset wayang dan bodoran dengan dalang Asep Sunandar Sunarya.
Semenjak itu M. Shabiq bercita-cita menjadi seorang dalang, minta dibelikan kaset wayang golek, kaset jaipong, dan degung pokonya kalau mengenai seni budaya sunda dia sangat serius menonton atau mendengarkan cerita sunda. Makanan kesukaanya juga singkong, karena setiap hari yang ditonton wayang lama kelamaan minta dibelikan wayang golek. Pertama – tama dibelikan wayang buta karena keinginannya di daerah dangdeur cileunyi sumedang sampai beberapa kali karena kesehariannya terus menonton dan memperaktekan wayang golek dibelikan anak ini semakin tenggelam pada kesenian sunda dari pagi di isi dengan kegiatan menonton sambil memainkan wayangnya dan ingin sekali bisa membuat wayang sendiri dan memaksa saya untuk mencontohkan cara membuat wayang. Sering memodif dan memperbaiki wayangnya sendiri.
Hal ini membuat saya kewalahan karena saya lahir dan besar di Jakarta walaupun kakek dan nenek berasal dari banten dan bogor yang kurang mengerti seni budaya sunda tapi lama kelamaan karena anak ini serius dan konsisten dengan kesenian wayang golek, seolah-olah terus menarik saya untuk ikut mengerti dan memahami budaya sunda. Pada suatu ketika kami baru pulang dari Garut pada sore hari ada panggung tujuh belas agustus salah satu acaranya pagelaran wayang golek dengan dalang Ki Aep dari Leles Garut acara dilaksanakan malam hari anak saya memaksa tuk menonton, kebetulan panitia berbaik hati memperbolehkan kami menonton di atas panggung dan berkenalan dengan sang dalang. Semenjak itu M. Shabiq berhubungan terus dengan dalang Ki Aep. M. Shabiq terus minta diketemukan dengan komunitas seni dan budaya sunda dan terus memaksa saya untuk bertemu dengan Ki dalang Asep Sunandar Sunarya dan para dalang lainnya, pada kira-kira umur 5 tahun kami berangkat ke Jelekong untuk bertemu Ki Asep Sunandar, pertemuan ini membuat anak ini senang dan membuat ki Asep kagum dan bertanya belajar sareung sahang jang? Saya menjawab belajar otodidak dengan nonton kaset Abah Asep, untuk kenang-kenangan M. Shabiq dikasih sebuah wayang buta yang biasa dipakai untuk pergelaran beliau M. Shabiq bertemu dengan Ki Asep sebanyak 3 kali setiap pertemuan dibekali Wayang Golek agar Shabiq terus belajar yang rajin. Serius dan bercita-cita menjadi dalang yang professional dan melestarikan budaya sunda, M. Shabiq antusias sekali kalau ada kabar tentang acara pementasan wayang golek untuk menonton pagelaran itu dan selalu nonton diatas panggung dibelakang dalang terutama pementasan Ki Asep Sunandar.
Pertemuan dengan Abah Bebem Karba Suhaya kira-kira sekitar 8 bulan yang lalu putra dari Abah Nandang Karba Suhaya yang merupakan pupuhu dalang di Bandung dan merupakan asli turunan Mama Suahaya Atma bin Nurasan. Pertemuan bermula dari seringnya kami berkunjung ke Bandung kerumah adik saya yang belum lama pindah dari Jakarta ke Cibaduyut Permai depan TVRI Bandung, kami bertemu dengan bapak Intan yang kebetulan kerabat dari keluarga Karba Suhaya dan mengantar kami kerumah Abah Bebem KS pertemuan ini membuat Abah Bebem Ks cukup resfek dan bersedia membina dan menjadi guru M. Shabiq dikarenakan potensi dan keseriusan anak kami sendiri bukan dari keinginan dan paksaan kami selaku orang tua.
Semenjak itu juga Abah Bebem memberikan masukan dan pembinaan kepada M. Shabiq sehingga terjadi kimistri antara mereka seperti hubungan antara seorang ayah dan anak Alhamdulillah dikarenakan kesabaran dan kemampuan abah Shabiq mulai berkembang pengetahuannya mengenai pewayangan, teknik olah vocal, teknik ngibingkeun wayang dan kakawen serta nyandra. Kami sering mengadakan latihan di depan rumah Abah yang banyak di tonton oleh masyarakat sekitar hal ini menguatkan mental M. Shabiq dan lumayan untuk jam terbangnya. Sebelum bulan puasa Abah Babem dan Abah Nandang Ks berbicara, secepatnya supaya M. Shabiq segera ditawajuhan sehingga resmi menjadi seorang dalang dan resmi menyandang nama dan penerus KARBA SUHAYA dan juga melihat umur Abah Nandang yang cukup tua sekitar 85 tahun sebagai satu-satunya pupuhu dalang di bandungyang bisa mentawajuhan para dalang. Ritual Tawajuhan sudah dijalani, sekarang M. Shabiq resmi menjadi dalang dan resmi menjadi penerus turunan Suhaya. Mudah – mudahan keinginan dan cita-citamu menjadi kenyataan anak ku menjadi dalang dan terus melestarikan budaya sunda.

Dokumentasi Acara Pementasan Acara Samenan di SD 1 Selaawi, pada waktu usia 6 tahun ( kelas 2 SD) Mengisi acara tahun baru islam 1435 Hijriah di Kecamatan Selaawi dan diliput oleh: Media NET TV Peliput bapak Irfan 2 Kali tampil di acara pernikahan di kota bandung Klik : Link Video Youtube Acara di Stasiun Televisi RCTI Acara Pernikahan di Kp. Bobos di Liput NET TV Link : Video Youtube Acara Festival Dalang Rancage tingkat Jabar di Purwakarta. Acara Idul Fitri di TV ONE Acara Hari Lingkungan Hidup Sedunia. Di Kecamatan Cilawu Kabupaten Garut. Acara 17 Agustus di Kecamatan Selaawi. Festival Dalang Bocah 2017 di TMII can di bentar. Acara Sumpah Pemuda di Padepokan Sobamas. Tanggal 28 Oktober 2018 Acara Little VIP METRO TV Editor - (M.I 26)

Komentar Via Facebook :