ARJ Menolak Kembalinya Eks Kombatan ISIS dan Meminta Presiden Evaluasi Kabinet Indonesia Maju
ARJ
CYBER88 JAKARTA - Hari ini Sudah memasuki lebih 100 hari kabinet kerja Indonesia Maju. Para menteri berlomba-lomba untuk melakukan pembenahan dalam melaksanakan program kerjanya yang mana semua sudah di masukan dalam Visi & Misi Presiden Republik Indonesia Maju.
Sebelumnya pak Jokowi pernah mengatakan bahwa tidak ada visi misi menteri yang ada hanya Visi Misi Presiden. Akan tetapi menurut relawan yang tergabung didalam Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) Justru hal ini berbanding terbalik dengan apa yg terlihat di lapangan saat ini.
Menurut Aidil Fitri selaku ketua umum Forum Relawan Demokrasi (Foreder) sekaligus koordinator relawan Jokowi (ARJ), ada menteri yang terkesan gagap dalam mengaplikasikan visi & misi Presiden, dan itu harus kita akui kinerjanya saat hari ini.
“ Salah satu contoh ialah ketika beliau mengeluarkan pernyataan seolah melindungi Ormas Radikal di negara ini yg mana kita tahu semua bahwasanya Ormas tersebut yang diketahui selalu membuat keresahan di masyarakat, bahkan yang Iebih parahnya ketika beberapa hari terakhir terlontar darinya wacana tentang pemulangan eks WNI yg merupakan kombatan lSIS," Kata Aidil Fitri.
lni sungguh benar-benar melukai kita sebagai warga negara, terutama khususnya keluarga korban kekerasan teror yg pernah ada” tutur aidil dalam orasinya didepan Monas, Rabu (12/02/2020).
“Untung saja Presiden Jokowi kemarin mengeluarkan pernyataan sikap, sehingga meredam polemik di masyarakat hingga terhenti, dan ini membuat kita menjadi sedikit Iebih tenang. Kegaduhan diiringi bencana penyakit benar-benar menguji kepemimpinan Presiden pada hari ini, kasus-kasus Mega korupsi dan pembenahan di BUMN juga harus menjadi skala prioritas dan kami Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) akan selalu mengawasi kebijakan pemerintah” Tambah aidil.
Sehubungan dengan hal tersebut, beberapa Organ/Relawan serta Aktivis yang tergabung dalam Aliansi Relawan Jokowi (ARJ) menggelar aksi gabungan di Taman Pandang Monas, depan Istana Merdeka, Jakarta. pada Rabu (12/02/2020).
Berikut pernyataan sikap yang disampaikan Oleh ARJ pada aksi tersebut :
1. Meminta Presiden segera mengevaluasi kabinet Indonesia Maju
2. Memberikan apresiasi atas keputusan penolakan eks WNI anggota kombatan ISIS
3. Meminta Negara untuk Iebih berperan dalam menjaga Stabilitas Nasional
4. Meminta agar kami relawan yg tergabung dalam ARJ agar dilibatkan mengawal dan menjaga program program yg dimaktub dalam Visi Indonesia Maju.
“Demikian pernyataan sikap ARJ, harapannya agar pernyataan tersebut diatas dapat menjadi pertimbangan bapak Presiden Jokowi” tutup aidil.
(RACHMAD)


Komentar Via Facebook :