Banyak Sambungan Cor Beton di Kabupaten Bandung yang Kurang Baik, Bahayakan Pengguna Jalan

Banyak Sambungan Cor Beton di Kabupaten Bandung yang Kurang Baik, Bahayakan Pengguna Jalan

CYBER88.CO.ID BANDUNG - Berdasarkan data yang di himpun oleh media cyber88 di lapangan, kondisi jalan yang menjadi kewenangan pemkab Bandung, hampir 80 persen sudah dalam kondisi mantap, dimana hampir di semua pelosok jalan sudah di beton, oleh Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR).

Namun sayang pengerjaannya diduga asal-asalan. Kerena dari pantauan awak media, terlihat masih banyaknya dari sambungan jalan antara pengerjaan yang pertama dengan pengerjaan yang kedua, sambungan jalannya tidak pas dan kurang sesuai dengan ketentuan standarisasi keamanan, dan hal itu banyak di keluhkan oleh warga masyarakat pengguna jalan, yang tidak kurang mengakibatkan terjadinya kecelakaan karena terpeleset.

Hal tersebut, juga mendapatkan tanggapan serius dari ketua perkumpulan WN 88 Bandung Raya, Uden Caraka. Pada prinsifnya ia sebagai warga masyarakat kabupaten Bandung menyampaikan apresiasi atas kinerja pemkab Bandung, karena dengan adanya peningkatan badan jalan dinilai sangat membantu masyarakat karena mempermudah akses lalulintas dan aktifitas pengguna jalan, ungkapnya.

Namun sambung dia, disisi lain, dengan banyaknya sambungan yang kerap membahayakan warga, peningkatan / pengecoran badan jalan utama terlalu tinggi dari tanah perumahan / lingkungan juga sangat merepotkan warga lantaran harus mengeluarkan biaya tambahan untuk menyesuaikan kondisi badan jalan masing-masing rumah warga dengan kondisi badan jalan utama.

"Inilah pentingnya pengawasan dari pihak PUPR selaku tangan pemerintah daerah. Agar pekerjaan yang dilakukan sesuai dengan spesifikasi dan ketentuan, tandasnya.

Uden Caraka, yang pernah jadi Ketua BPD dan juga pernah menjadi delegasi dalam musrenbang, mengetahui bahwa pemkab tidak bisa membangun jalan dengan beton sekaligus karena pengerjaannya dilakukan secara bertahap, sehingga bidang pertemuan antara beton lama dan beton baru ini sangat rawan mengalami keretakan. Dan sudah tentu akan berbahaya bagi pengguna jalan, pungkasnya.

Saat dikonfirmasi kepada Kabid Jalan, Cecep Mulyana, yang sedang bersama tim melakukan coring dan penelitian hasil pekerjaan yang dilaksanakan oleh pihak ketiga di wilayah Kecamatan Arjasari menyampaikan, bahwa pemeriksan yang dilakukan itu merupakan suatu kegiatan yang sudah terbiasa, singkatnya.

Komentar Via Facebook :