Puskesmas Nagrak Kecamatan Cangkuang Gandeng RS Cicendo Untuk Kembangkan Pelayanan Program PROLANIS

Puskesmas Nagrak Kecamatan Cangkuang Gandeng RS Cicendo Untuk Kembangkan Pelayanan Program PROLANIS

CYBER88.CO.ID | BANDUNG - PROLANIS adalah suatu sistem pelayanan kesehatan dan pendekatan proaktif yang dilaksanakan secara terintegrasi yang melibatkan Peserta, Fasilitas Kesehatan dan BPJS Kesehatan dalam rangka pemeliharaan kesehatan bagi peserta BPJS Kesehatan yang menderita penyakit kronis untuk mencapai kualitas hidup yang optimal dengan biaya pelayanan kesehatan yang efektif dan efisien.

Tujuan mendorong peserta penyandang penyakit kronis mencapai kualitas hidup optimal dengan indikator 75% peserta terdaftar yang berkunjung ke Faskes Tingkat Pertama memiliki hasil “baik” pada pemeriksaan spesifik terhadap penyakit DM Tipe 2 dan Hipertensi sesuai Panduan Klinis terkait sehingga dapat mencegah timbulnya komplikasi penyakit

Dr. Dedi Indarwanto, Kepala Puskesmas Nagrak, menjelaskan bahwa " Ini adalah program Nasional, Puskesmas sebagai fasilitas kesehatan pertama dalam melaksanakan tugas berdasarkan hasil pelayanan bulan yang lalu, Untuk meningkatkan optimalisasi pelayanan kesehatan selalu dilakukan perbaikan dan penyempurnaan ", Ungkap, Dedi.

Kami juga harus berimprovisasi terhadap program kesehatan yang akan dibuat dan bekerjasama dengan masyarakat, lanjut, Dedi. GANDENG RS. CICENDO PERIKSA MATA Puskesmas Nagrak Kecamatan Cangkung Kabupaten Bandung, dalam meningkatkan pelayanan optimal kepada masyarakat kini menggandeng RS. CICENDO untuk peserta program prolanis memeriksakan mata.

Dr. Nina dari Bagian Oktamolog Komunitas RS. CICENDO, mengatakan bahwa " Kami memprioritaskan kebutaan yang biasanya dan besar kemungkinan terjadi kepada orang yang memiliki penyakit gula, banyak yang tidak menyadari dampak dari penyakit gula terhadap kesehatan mata ", tutur Nina.

Oleh karena itu nanti yang akan diperiksa dengan menggunakan Foto Fondus untuk melihat saraf mata apakah masih baik atau tidak, pungkas, Nina. Sasaran Seluruh Peserta BPJS Kesehatan penyandang penyakit kronis (Diabetes Melitus Tipe 2 dan Hipertensi) Bentuk Pelaksanaan Aktifitas dalam Prolanis meliputi aktifitas konsultasi medis/edukasi, Home Visit, Reminder, aktifitas klub dan pemantauan status kesehatan.

Penanggungjawab adalah Kantor Cabang BPJS Kesehatan bagian Manajemen Pelayanan Primer. Langkah Pelaksanaan Persiapan pelaksanaan PROLANIS :

1. Melakukan identifikasi data peserta sasaran berdasarkan: a. Hasil Skrining Riwayat Kesehatan dan atau b. Hasil Diagnosa DM dan HT (pada Faskes Tingkat Pertama maupun RS)

2. Menentukan target sasaran

3. Melakukan pemetaan Faskes Dokter Keluarga/ Puskesmas berdasarkan distribusi target sasaran peserta

4. Menyelenggarakan sosialisasi Prolanis kepada Faskes Pengelola

5. Melakukan pemetaan jejaring Faskes Pengelola (Apotek, Laboratorium)

6. Permintaan pernyataan kesediaan jejaring Faskes untuk melayani peserta PROLANIS

7. Melakukan sosialisasi PROLANIS kepada peserta (instansi, pertemuan kelompok pasien kronis di RS, dan lain-lain)

8. Penawaran kesediaan terhadap peserta penyandang Diabetes Melitus Tipe 2 dan Hipertensi untuk bergabung dalam PROLANIS

9. Melakukan verifikasi terhadap kesesuaian data diagnosa dengan form kesediaan yang diberikan oleh calon peserta Prolanis

10. Mendistribusikan buku pemantauan status kesehatan kepada peserta terdaftar PROLANIS

11. Melakukan rekapitulasi data peserta terdaftar

12. Melakukan entri data peserta dan pemberian flag peserta PROLANIS

13. Melakukan distribusi data peserta Prolanis sesuai Faskes Pengelola

14. Bersama dengan Faskes melakukan rekapitulasi data pemeriksaan status kesehatan peserta, meliputi pemeriksaan GDP, GDPP, Tekanan Darah, IMT, HbA1C. Bagi peserta yang belum pernah dilakukan pemeriksaan, harus segera dilakukan pemeriksaan

15. Melakukan rekapitulasi data hasil pencatatan status kesehatan awal peserta per Faskes Pengelola (data merupakan luaran Aplikasi P-Care)

16. Melakukan Monitoring aktifitas PROLANIS pada masing-masing Faskes Pengelola: a. Menerima laporan aktifitas PROLANIS dari Faskes Pengelola b. Menganalisa data

17. Menyusun umpan balik kinerja Faskes PROLANIS

18. Membuat laporan kepada Kantor Divisi Regional/ Kantor Pusat.

Aktifitas PROLANIS

1. Konsultasi Medis Peserta Prolanis : jadwal konsultasi disepakati bersama antara peserta dengan Faskes Pengelola

2. Edukasi Kelompok Peserta Prolanis Definisi : Edukasi Klub Risti (Klub Prolanis) adalah kegiatan untuk meningkatkan pengetahuan kesehatan dalam upaya memulihkan penyakit dan mencegah timbulnya kembali penyakit serta meningkatkan status kesehatan bagi peserta PROLANIS

Sasaran : Terbentuknya kelompok peserta (Klub) PROLANIS minimal 1 Faskes Pengelola 1 Klub. Pengelompokan diutamakan berdasarkan kondisi kesehatan Peserta dan kebutuhan edukasi. Langkah - langkah: Mendorong Faskes Pengelola melakukan identifikasi peserta terdaftar sesuai tingkat severitas penyakit DM Tipe 2 dan Hipertensi yang disandang, Memfasilitasi koordinasi antara Faskes Pengelola dengan Organisasi Profesi/Dokter Spesialis diwilayahnya, Memfasilitasi penyusunan kepengurusan dalam Klub, Memfasilitasi penyusunan kriteria Duta PROLANIS yang berasal dari peserta.

Duta PROLANIS bertindak sebagai motivator dalam kelompok Prolanis (membantu Faskes Pengelola melakukan proses edukasi bagi anggota Klub), Memfasilitasi penyusunan jadwal dan rencana aktifitas Klub minimal 3 bulan pertama, Melakukan Monitoring aktifitas edukasi pada masing-masing Faskes Pengelola: 1) Menerima laporan aktifitas edukasi dari Faskes Pengelola 2) Menganalisis data

Menyusun umpan balik kinerja Faskes PROLANIS, Membuat laporan kepada Kantor Divisi Regional/Kantor Pusat dengan tembusan kepada Organisasi Profesi terkait diwilayahnya 3. Reminder melalui SMS Gateway Definisi : Reminder adalah kegiatan untuk memotivasi peserta untuk melakukan kunjungan rutin kepada Faskes Pengelola melalui pengingatan jadwal konsultasi ke Faskes Pengelola tersebut Sasaran : Tersampaikannya reminder jadwal konsultasi peserta ke masing-masing Faskes Pengelola Langkah – langkah:

Melakukan rekapitulasi nomor Handphone peserta PROLANIS/Keluarga peserta per masing-masing Faskes Pengelola, Entri data nomor handphone kedalam aplikasi SMS Gateway, Melakukan rekapitulasi data kunjungan per peserta per Faskes Pengelola , Entri data jadwal kunjungan per peserta per Faskes Pengelola, Melakukan monitoring aktifitas reminder (melakukan rekapitulasi jumlah peserta yang telah mendapat reminder), Melakukan analisa data berdasarkan jumlah peserta yang mendapat reminder dengan jumlah kunjungan, Membuat laporan kepada Kantor Divisi Regional/Kantor Pusat

Home Visit Definisi : Home Visit adalah kegiatan pelayanan kunjungan ke rumah Peserta PROLANIS untuk pemberian informasi/edukasi kesehatan diri dan lingkungan bagi peserta PROLANIS dan keluarga Sasaran: Peserta PROLANIS dengan kriteria : a. Peserta baru terdaftar b. Peserta tidak hadir terapi di Dokter Praktek Perorangan/Klinik/Puskesmas 3 bulan berturutturut c. Peserta dengan GDP/GDPP di bawah standar 3 bulan berturut-turut (PPDM) d. Peserta dengan Tekanan Darah tidak terkontrol 3 bulan berturut-turut (PPHT)

Peserta pasca opname Langkah – langkah: a. Melakukan identifikasi sasaran peserta yang perlu dilakukan Home Visit b. Memfasilitasi Faskes Pengelola untuk menetapkan waktu kunjungan c. Bila diperlukan, dilakukan pendampingan pelaksanaan Home Visit d. Melakukan administrasi Home Visit kepada Faskes Pengelola dengan berkas sebagai berikut: 1) Formulir Home Visit yang mendapat tanda tangan Peserta/Keluarga peserta yang dikunjungi 2) Lembar tindak lanjut dari Home Visit/lembar anjuran Faskes Pengelola e. Melakukan monitoring aktifitas Home Visit (melakukan rekapitulasi jumlah peserta yang telah mendapat Home Visit) f. Melakukan analisa data berdasarkan jumlah peserta yang mendapat Home Visit dengan jumlah peningkatan angka kunjungan dan status kesehatan peserta g. Membuat laporan kepada Kantor Divisi Regional/Kantor Pusat VII Hal-Hal Yang Perlu Mendapat Perhatian 1. Pengisian formulir kesediaan bergabung dalam PROLANIS oleh calon peserta PROLANIS.

Peserta PROLANIS harus sudah mendapat penjelasan tentang program dan telah menyatakan kesediaannya untuk bergabung. 2. Validasi kesesuaian diagnosa medis calon peserta. Peserta PROLANIS adalah peserta BPJS yang dinyatakan telah terdiagnosa DM Tipe 2 dan atau Hipertensi oleh Dokter Spesialis di Faskes Tingkat Lanjutan. 3. Peserta yang telah terdaftar dalam PROLANIS harus dilakukan proses entri data dan pemberian flag peserta didalam aplikasi Kepesertaan. Demikian pula dengan Peserta yang keluar dari program. 4. Pencatatan dan pelaporan menggunakan aplikasi Pelayanan Primer (P-Care). 

Komentar Via Facebook :

Berita Terkait :