Pembangunan Pamsimas di Desa Lubuk Pendam Bengkulu, Belum Dirasakan Manfaatnya dan di Keluhkan Warga Masyarakat.
CYBER88.CO.ID | Bengkulu - Penyediaan Air Bersih dan Sanitasi Berbasis Masyarakat (Pamsimas) merupakan program dari pemerintah pusat untuk mewujudkan layanan air minum dan sanitasi yang layak bagi masyarakat di wilayah perdesaan dan pinggiran kota. Dengan tujuan menempatkan masyarakat sebagai pelaku utama dan sekaligus penanggung jawab pelaksanaan kegiatan tersebut.
Dengan adanya Pamsimas, diharapkan masyarakat penerima manfaat dapat mengakses pelayanan air minum dan sanitasi yang berkelanjutan.
Maka untuk mendukung program Pemerintah Pusat tersebut, Pemerintah Desa wajib menyisihkan Dana Desa (DD) atau Alokasi Dana Desa (ADD) untuk program Pamsimas. Hal itu diwajibkan bagi desa yang mengikuti program Pamsimas.
Namun sayangnya Pelaksanaan pembangunan Pamsimas di Desa Lubuk Pendam Kecamatan Tannjung Agung Palik Kabupaten Bengkulu Provinsi Bengkulu, terkesan Amburadul. Pasalnya Anggaran pelaksanaan yang bersumber dari Anggaran tahun 2019 dan kontrak pelaksanaan pekerjaannya sudah kadaluarsa namun terlihat pelum 100 persen selesai, dan apa yang terjasi menimbulkan pertanyaan di masyarakat. Hal itu di sampaikan oleh Sapuandi warga masyarakat penerima manfaat.
Mendapat informasi dari warga masyarakat, tim Cyber88.co.id turun ke lokasi dan ternyata mendapatkan temuan :
"Standar pipa air yg masuk ke dalam bak penampungan lebih kecil dari pipa air keluar ke masyarakat. Dan pipa saluran teryata masih sangat bayak yang belum di tanam. Adapun beberapa pipa yang sudah di tanam terkesan asal-asalan dan sudah nampak keluar dari tanah karena tersiram air hujan"

"Air belum ada yg masuk ke bagian penampungan, sehingga manfaat dari bantuan APBN untuk Pamsimas tersebut, belum di rasakan oleh masyarakat"
Selain itu, dalam pelaksanaan kegiatan pembengunan terkesan kurang transparan. Terlihat dari papan proyek yang awalnya tidak di tegakan dan yang ada hanya baliho saja, ketika ada orang yang menanyakan baru di keluarkan dari dalam rumah.
Selanjutnya media cyber88 melalui seluler berniat mau mengkonfirmasikan terkait yang terjadi di lapangan, namun Kepala Desa Lubuk Pendam tidak bersedia untuk di temui.
Saat awak media bertemu dengan Baheran, pelaksana kegiatan pembangunan Pamsimas, dia tidak memberikan tanggapan terkait apa yang menjadi keluhan masyarakat serta temuan cyber88. (Imron Toni)


Komentar Via Facebook :