Imbas Covid-19 , Penghasilan Tukang Sol Sepatu Keliling Menurun Dratis (Anjlok)
CYBER88.CO.ID | GARUT -- Bekerja sebagai tukang sol sepatu merupakan pilihan bagi Saepudin (48) asal Kampung Sokol Rt 01 Rw 04 Desa Pesangrahan Kecamatan Sukawening Kabupaten Garut .
Dia menekuni pekerjaan ini bukan saja karena sesuai dengan keterampilannya tetapi juga yang terpenting karena baginya pekerjaan ini halal dan membawa berkah.
Disela-sela kesibukannya menjahit sepatu pelanggan dirinya tidak keberatan saat di temui CYBER88. CO.ID , Kamis (23/04/2020) membincanginya hal seputar pekerjaan yang dianggapnya mulia dan terkait pendapatan atau penghasilan setelah merebaknya wabah Virus Corona (Covid-19) di Kabupaten Garut .
Menurutnya , dia tidak merasa malu melakoni pekerjaan sebagai tukang sol sepatu keliling di wilayah perkampungan maupun perkotaan ,meski mungkin ada pihak yang memandang rendah pekerjaan ini , " mungkin saja ada yang memandang rendah,tetapi saya tidak malu bekerja jadi tukang sol sepatu,kenapa mesti malu pekerjaan ini kan ? tidak ada korupsinya prinsip saya,pekerjaan ini halal dan insya allah berkah, " ujarnya .
Lanjut Saepudin , Ia mengakui bahwa pekerjaan sol sepatu merupakan pekerjaan yang sesuai dengan keahliaannya, pekerjaan ini mesti di jalani untuk menghidupi keluarga , " pekerjaan ini sudah saya jalani sejak tahun 1999 atau sudah 21tahun ini , atas kemauan sendiri dan awalnya sudah belajar secara mandiri (otodidak),untuk menafkahi keluarga , " jelas pria delapan anak yang masing-masing lima anak sudah berumah tangga satu anak tamat SMA dua anak lainnya masih duduk di bangku SMP dan SD .
Ditannya bagaimana pendapatan sekarang ?sejak adanya mewabahnya Virus Corona (Covid-19) kepada Lensa Expose.Com menuturkan ,dalam sehari sekarang ini hanya mendapatkan uang Rp 30 ribu padahal , saat kondisi normal sebelum Virus Corona tukang sol sepatu tersebut mendapat penghasilan berkisar Rp 100 ribu hingga Rp 150 ribu per hari, " baru kali ini merasakan sepinya pendapatan sebagai tukang sol sepatu , dampak mewabahnya virus corona sangat dirasakan orang kecil seperti saya pak ...!! pendapatan menurun dratis , " paparnya .
Dia juga mengakui,bahkan pernah mengalami tidak membawa pulang uang karena setelah seharian keliling tidak satupun warga menjahitkan sepatunya,Ia menawarkan jasa menjahit sepatu yang koyak atau ganti sol yang lepas dan menjajakan jasanya dari satu perumahan ke perumahan lain berjalan kaki dari pagi sampai sore hari, untuk setiap sepatu atau sendal yang di jahitkan Ia mematok tarif antara 10 ribu hingga Rp 15 ribu tergantung tingkat kesulitan untuk menjahit sepatu atau sendal, terkadang melihat kondisi seperti ini apalagi sebentar lagi memasuki bulan Ramadhan tidak menarif harga yang penting dapat uang untuk dibawa pulang.
Sambung Pudin, seiring dengan mewabahnya Virus Corona di sejumlah daerah indonesia, sebenarnya mendukung kebijakan pemerintah daerah dan pusat ditambah imbauan Pemerintah dan Kapolri untuk beraktifitas di rumah , " ya...sebenarnya takut keluar rumah tapi mau bagaimana lagi pak ? saya tetap keluar untuk usaha walaupun rasa was-was menghantui demi menafkahi keluarga,pernah saya alami sewaktu keliling menawarkan jasa menjahit tidak ada lagi warga yang keluar untuk menjahit sepatu sehingga berdampak kepada penghasilan saya , " ujarnya .
Harapannya , semoga wabah Corona (Covid-19) segera cepat berakhir dan selesai agar ekonomi normal kembali , dirinya hanya bisa pasrah pada kondisi seperti ini serta hanya bisa berdo'a kepada Allah Swt .Pungkasnya . *** ( Suwito ) ***


Komentar Via Facebook :