Edwin Fentando: Ribuan TKA China Masuk Indonesia Dibiarkan, TKI Pulang Dipersoalkan?
CYBER88.CO.ID | Jakarta - Ditengah masa pandemi Virus Corona yang sudah merusak segala tatanan di dunia, tak terkecuali Indonesia yang sudah merambah hampir ke seluruh pelosok negeri ini, namun pemerintah pusat malah mengizinkan Tenaga Kerja Asing (TKA) China yang merupakan sumber awal adanya Covid-19 masuk ke Indonesia yakni ke Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).
Informasi yang beredar, TKA Cina yang bakal masuk di wilayah Bumi Anoa ini sebanyak 500 orang dengan tujuan bekerja di perusahaan nickel PT Virtu Dragon Nickel Industry (VDNI) yang berada di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe.
Rencana kedatangan sejumlah TKA Cina tersebut mendapatkan penolakan dari Gubernur Sultra, Ali Mazi, seperti yang telah banyak diberitakan di berbagai media, dan mendapatkan kritikan.
Orang nomor satu di Sultra ini pun menolak kebijakan pemerintah pusat untuk mendatangkan TKA Cina. Penolakan ini dilakukannya menurut Ali Mazi, karena saat ini Sultra sedang dihadapkan dengan penanganan Covid-19, apalagi virus ini asalnya dari Cina.
Seperti di kutip dari akun twitter @fadlizon dia mengatakan
“Sungguh keterlaluan masih memasukkan TKA Cina di tengah pandemi Covid-19. Ini menghina akal waras kita. Mmgnya tak ada pekerja/buruh kita yg bisa melakukan pekerjaan itu. Ini bertentangan dg semangat PSBB n karantina apalagi dr negara sumber Virus Corona. Dukung Pak Gubernur”.
Di satu sisi, sangat ironis sekali ketika Luhut Binsar Pandjaitan, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi, seperti yang banyak di perbincangkan di media Sosial dan juga mendapat banyak kritikan, malah mewaspadai kepulangan ratusan ribu tenaga kerja Indonesia (TKI) dari dari Malaysia, yang menurutnya para TKI ini membawa pulang virus Corona (COVID-19).
Menanggapi hal ini, Ketua Umum WN 88 Edwin Fentando, mempertanyakan sikap pemerintah. Justru, menurutnya "WNI pulang itu harusnya disupport. Karena mereka (TKI) anak negeri pemberi devisa negara," ujarnya.
Edwin menilai, dalam hal ini, pejabat yang menyatakan sikap, tentunya mewakili Pemerintah yang merasa resah atas rencana kepulangan ratusan ribu TKI.
Hal ini, menunjukkan kurangnya kecintaan pada Warga Negara Indonesia (WNI). Yang jadi pertanyaan, apakah pemerintah siap bertanggung-jawab jika Warga Indonesia ini kelaparan di Malaysia lantaran logistik menipis.
Mengapa TKA China masuk Indonesia pemerintah terkesan tidak resah., padahal sumber bencana ini asalnya dari China" tegasnya.
Lebih Lanjut Edwin memaparkan, para pejabat Indonesia harus menyambut kepulangan TKI dari luar negeri. Apalagi jika ada TKI yang terancam keselamatannya ketika berada di luar negeri. Oleh karena itu Negara dalam hal ini Deplu dan Kemenaker harus menfasilitasi kepulangan ribuan TKI tersebut., katanya.
“Sesuai UU No. 18 Tahun 2017 Tentang Pelindungan Pekerja Migran Indonesia dan UUD Tahun 1945 setiap warga negara Indonesia mempunyai hak dan kesempatan yang sama tanpa diskriminasi untuk memperoleh pekerjaan dan penghidupan yang layak. Tandas Edwin.
Dalam hal ini, Edwin Juga menilai bahwa kekhawatiran pemerintah atas pulangnya TKI karena terdampak Covid-19 merupakan logika yang terbalik. Karena saat situasi Covid-19 justru banyak orang asing yang disuruh masuk. Sementara warga negara sendiri malah tidak ditolong, cetusnya.
"Jadi saya berharap para pejabat tidak perlu resah, tapi yang mesti diresahkan jika negeri ini dikuasai TKA asing asal China. karena TKI adalah salah satu sumber devisa negara ini. Jangan ditelantarkan," pungkasnya.


Komentar Via Facebook :