Simpang Siur Berita Korban Virus Corona di Sindangpanon Banjaran Mendapat Tanggapan dari Ketua WN 88 Bandung
CYBER88.CO.ID | BANDUNG - Beredarnya informasi yang begitu cepat ditambah dengan adanya berita yang di tayangkan oleh salah satu media online terkait meninggalnya seorang warga masyarakat Komplek Perumahan GPI desa Sindangpanon Kecamatan Banjaran kabupaten Bandung provinsi Jawa Barat, karena terserang virus mematikan Covid-19 membuat masyarakat di wilayah Sindangpanon khususnya komplek perumahan GPI menjadi sedikit panik, pasalnya penyebaran virus mematikan itu dianggapnya sudah merebak ke wilayah Desa Sindangpanon.
Menyingkapi hal tersebut, Kepala Desa Sindangpanon Tasmana segera bertindak dan mencari kebenaran terkait penyebab meninggal warganya itu.
Setelah turun kelapangan iapun segera memberitahukan kepada seluruh warga masyarakat Desa Sindang panon melalui pesan WathsApp ke setiap group dan kemudia penerima pesanpun menyebarkan keterangan dan himbauan kepala Desa Sindangpanon yang berisikan tulisan :
"Asalamualikum, untuk di group ini saya kepala desa Sindangpanon setelah tadi sore koordinasi dengan pak Camat dan Kepala Puskesmas bahwa kejadian di GPI sesuai dengan keterangan dari keluarga sementara adalah TBC, dan kami baik Kepala Desa maupun Camat tidak ada kewengan untuk memberikan informasi tentang diagnosa almarhum yang bisa adalah salah satunya Dinkes Provinsi, Pemerintah Pusat dan atau RSHS. Kami menghimba kepada seluruh warga Sindangpanon jangan panik tapi harus waspada dan harus menjaga kebersihan di rumah dan lingkungan untuk siaga 1, menerapkan PHBS, Germas dan melaksanakan Disinpeksi memakai Bayclin Pemutih dengan perbandingan satu Bayclin berbanding sembilan sembilan air bisa di semprot atau di pel, karena virus corona tidak tahan oleh basa oleh sinarmatahari dan penularannya melalui kontak dengan dahak atau lendir dari hidung waktu bersin yang sakit pake masker, setelah kegiatan slalu cuci tangan pakai sabun semoga kita semua terhinindar dari penyakit tersebut, amin"
Hal tersebut, mendapatkan tanggapan dari Uden Caraka Ketua Perkumpulan WN 88 Bandung Raya, yang kebetulan tinggal di Desa Sindangpanon.
Uden menyayangkan dengan penyebaran berita dari mulut ke mulut yang begitu cepat, di tambah adanya pemberitaan media yang mungkin tanpa adanya validasi data dari pihak yang berwenang menyampaikan bahwa warga GPI tersebut meninggal karena serangan covid-19, dan iapun sempat di telepon oleh rekannya yang berada di jakarta terkait kebenaran berita tersebut.
Menurutnya, hal itu akan membuat masyarakat menjadi panik khususnya masyarakat yang ada di komplek GPI. Apalagi judul beritanya menyebutkan nama salah satu pimpinan DPRD Kab Bandung, yang tentunya akan menambah keyakinan masyarakat yang membaca berita itu, ucapnya.
Uden yang juga Mantan Ketua BPD Desa Sindangpanon berharap kepada siapapun, janganlah sembarang menyebarkan informasi atau berita terkait virus Corona COVID-19 yang sudah dinyatakan sebagai pandemi oleh WHO dan penyebarannya sudah masuk ke setiap lini kehidupan, pungkasnya.
Pantauan cyber88.co.id di lapangan warga masyarakatpun telah melaksanakan himbauan Kepala Desa, hari minggu kemarin yang segera mengantisipasi hal-hal yang tidak di inginkan, dengan melakukan penyemprotan Disinspektan di lingkungan komplek GPI. 
Dari pantauan akun FB atas nama Udin Samsudin salah satu warga komplek GPI bertuliskan, " Mungkin ini hanya sebagian swadaya kecil, tapi ini bagian dari ihtiar kami warga RW 19 GPI Sindangpanon, dengan Swadaya sendiri melakukan penyemprotan Disinspektan di seluruh rumah, Fasilitas umum dan fasilitas sosial"
Dan tulisan terakhir berbunyi "Bersama melawan Corona, Insya allah akan dilakukan berkala dan berkelanjutan selama wabah ini berlangsung"


Komentar Via Facebook :