Ternyata Sumber Perselingkuhan Terbesar Salah Satunya Berawal dari Komen, Like dan Inbox Facebook
CYBER88.CO.ID - Sejak media sosial (Medsos), seperti facebook, twitter, WA hadir di Indonesia dan digemari oleh semua kalangan di negeri ini tentu akan mempunyai dampak.
Setiap orang bebas mengomentari status siapa saja di Facebook, Twitter, Path dan berbagai akun social media lainnya
Harapan yang di inginkan tentunya berdampak postif di era teknologi ini. Namun, tidak sedikit yang menjadi korban atau berdampak negatif diinternal rumah tangga. Contohnya, permulaan perselingkuhan hingga merusak rumah tangga para netter.
Hasil Penelusuran, dengan menggunakan kata kunci di google “Sumber Perselingkuhan”
Hasilnyha menunjukkan fakta yang cukup mencengangkan, bahwa di mulai melalui komen, like dan inbox di Facebook ternyata menjadi sumber awal perselingkungan yang lebih mencengangkan ternyata banyak juga dilakukan oleh perempuan yang sudah bersuami.
Tertarik dengan perempuan-perempuan yang sudah bersuami dan coba terus menelusuri beberapa kasus yang terjadi.
Fakta juga menyatakan, bahwa berawal dari like, komen di facebook dan selanjutnya lari ke inbox melakukan percakapan yang membuat keduanya semakin dekat. di situlah sumber perselingkuhan di medsos. Dan tidak jarang si perempuan beristri tersebut bukan melayani hanya satu teman FB nya.
Dalam hal ini, amat sangat mungkin mengomentari status teman baru yang kenalan di dunia maya.
Biasanya mereka yang telah saling menyukai "Setiap ada status selalu dikomentarin, balas-balasan wall, mention-mentionan, dan intinya biasanya selalu ingin saling menanggapi dari statusnya,"
Tak jarang juga hal itu terjadi Antara perempuan yang telah bersuami dengan pria yang usianya jauh di bawahnya.
Seperti yang di sampaikan salah satu Perempuan yang telah mengalami hal itu dan kini sudah berpisah dengan suaminya mengatakan, dalam percakapan pribadi itu, dirinya yang usianya sudah di atas 40 tahun merasa bangga saat di bilang cantik, makin cantik, dan awet muda oleh pria yang usianya jauh lebih muda dari dirinya.
Akhirnya hal itu jadi kebiasaan, dan sangat senang memajang poto-poto yang kelihatan lebih pres apalagi di tunjang dengan beberapa aplikasi yang membuat wajahnya jadi sangat jauh berubah, dengan harapan mendapat like atau pujian.
Sementara memasang poto bersama suaminya, hanya sebatas syarat saja untuk menutupi kebohongannya pada sang suami.
ia mengatakan, bahwa dirinya telah beberapa kali mendapat teguran dari suaminya “Sekali berbohong maka seterusnya akan berbohong demi menutupi kebenaran yang sesungguhnya, dan hal itu terus berulang, sampai suaminya yang penyabar menceraikannya” Ungkapnya.
Selanjutnya, salah satu Netter menyampaikan curhatan dan mengatakan, “Saya seorang suami berusia hampir 50 tahun, sementara istri saya 45 tahun.
“Saya sudah duapuluh tahun lebih menikah dan dikaruniai dua orang anak yang sudah dewasa dan beranjak dewasa. Selama ini saya merasa pernikahan kami dalam keadaan sangat baik, normal dan bahagia. Bisa dibilang tidak ada masalah yang berarti dalam pernikahan kami dan saya sangat mencintai istri saya.
Namun, beberapa tahun kebelakang, ternyata istri saya kedapatan selingkuh walau hanya sebatas di FB, awalnya saya ada firasat kurang enak dan membuka handphonenya, lalu membaca inbox yang ada di FB nya.
Saat itu saya merasa tercengang ternyata istri saya kedapatan berkirim pesan dengan pria lain yang mungkin di kenalnya di medsos. Istri saya terlihat begitu perhatian dengan pria muda itu, sampai menanyakan, udah mandi belum…? Udah makan belum..? dan itu di lakukan tidak mengenal waktu. Saat subuh, Siang atau malam di saat saya lagi tidur.
Kalimat-kalimat yang ditulis istri saya yang menurut saya sangat tidak pantas untuk diucapkan, membuat perasaan saya seketika hancur lebur dan merasa semua ini berakhir. Dan karena terbawa emosi, saya pun hendak melakukan hal yang sama. Namun karena ingan anak-anak sayapun menghentikannya.
“Saya sampaikan penemuan itu pada Istri saya. Dia mengakui kesalahannya dan meminta maaf, tapi menurut dia hanya sebatas pertemanan saja, tidak ada yang terjadi lebih dari itu. Dan kami saling memaafkan.
Namun beberapa waktu yang lalu, istri saya bekerja dan entah kenapa setiap melihat postingan istri saya, saya ada rasa penasaran dan kembali tanpa sepengetahuan istri saya saya buka HP nya yang terkunci menggunakan pengetahuan yang ku dapat.
Saya yang sudah tidak memikirkan apa yang pernah terjadi, kembali tercengang melihat apa yang ada dalam inbox tersebut.
Banyak sekali Chat-chat mersra istri saya dengan beberapa pria yang lebih gagah dari saya dan jauh lebih muda. Dengan kalimat-kalimat yang tidak sepantasnya di lontarkan oleh seorang perempuan bersuami. Bahkan istri saya ternyata yang terlebih dahulu meng inboxnya.
Hampir seminggu lebih saya tidak bias tidur memikirkan hal itu dan hanya bias meneteskan air mata.
Lebih sakit lagi ketika istri saya dengan dalih mengantar teman dekatnya, sering pergi ke cape-cape bahkan sampai ke karaoke membuat hati saya semakin sakit.
Saya lalu pergi dari rumah beberapa hari tanpa tujuan. Dan sebelum berangkat saya menyampaikan apa yang saya ketahui tentang istri saya padanya melalui pesan WA.
Rupanya istri saya kembali kaget saat saya tahu prilakunya di medsos dan beberapa hari setelah kepergian saya, kemudian istri saya mengajak berkomunikasi dan kembali atas dasar kedua anak kami kembali saya memaafkannya.
Setelah beberapa waktu saya akhirnya pulang dan saya menyampaikan pada istri saya, bahwa saya iklas berpisah dengannya secara baik baik kalau memang demi kesenangan dan kebahagiaan istri saya. Dengan harapan istri saya akan mendapatkan apa yang dia inginkan.
Hal itu saya lakukan supaya keberadaan saya tidak menjadi belenggu bagi istri saya.
Namun karena pertimbangan kedua anak kami, kembali kami mengayuh biduk rumah tangga yang sudah aga tergores. Walau saat itu sulit bagi saya untuk melupakan apa yang telah dilakukan istri saya dan saya aga sulit memercayainya.
Saat itu istri saya kelihatan seperti menyesal telah melakukan perselingkuhan walau pengakuannya hanya sebatas di medsos dan apakah berlanjut di dalam kenyataan saya tidak tahu namun ia mengatakan hal itu wajar-wajar saja.. dan sayapun mulai melupakan hal itu.
Walaupun sangat berat ternyata untuk dapat benar-benar melupakan trauma itu, karena selama ini saya sudah janji untuk setia sejak awal, beberapa kali saya sebenarnya mempunyai kesempatan untuk selingkuh sebelum istri saya ketauan selingkuh, tapi yang saya ingat selalu anak dan istri saya dan janji saya untuk setia dan itu saya buktikan setelah saya punya dua orang anak saya memutuskan untuk pasektomi. Padahal lingkungan pergaulan saya banyak sekali yang punya istri muda atau selingkuhan.
Saya merasa sangat terpukul karena selama ini hidup saya untuk anak dan istri saya,
Setelah kejadian itu, saya pernah kehilangan gairah hidup karena istri yang telah berkhianat, dan takut ke depan nanti berkhianat lagi.
Dan saya terus fokus dan menyerahkan segalanya pada tuhan. Saya pun coba melupakan segala peristiwa tentang istri saya walau aga sulit untuk yang kedua kalinya.
Saat saya ada waktu dan rejeki, saya ajak istri saya dan mencoba menghapus goresan luka di hati saya, dengan mengajaknya jalan-jalan, atau pergi ke tempat rekreasai.
Akhir-akhit ini, entah kenapa perasaan sayamerasa tidakenak sekali dan saya kembali penasaran saat melihat postingan-postingannya di FB dan kembali saya membuka HP isri saya saat dia sedang tidur. Tidak sulit untukku membuka HP nya yang selalu terkunci.
Lagi-lagi saya di kejutkan dengan apa yang saya lihat kembali di inbox FB Istri saya.
Walaupun kalimat kalimat yang saya temukan dengan beberapa pria tidak separah yang pertama dan kedua,
Tapi cukup kembali membuat aku sangat shok. Chat di inbox tersebut saat saya lihat waktunya, persis malam menjelang subuh saat saya berniat rekreasi dengan istri saya dan anak saya. Bahkan chat berlanjut saat saya dan istri saya sedang di tempat rekreasi dan sampai saat ini.
Istri saya yang telah berjanji untuk tidak akan melakukan hal itu, kembali berulah di medsos. Rupanya dia berbohong,” Ungkapnya.
Saat itu, saya tidak tahu apa yang akan saya lakukan, apakah saya akan kembali menegornya..?, tapi kali ini sepertinya tidak…
Dilema Sekali, kali ini berbarengan dengan anak saya yang menjadi harapan akan masuk ke sekolah yang lebih tinggi
Namun setelah berjalan hampir satu minggu ini, karena sudah tidak kuat menyaksikan apa yang istri saya lakukan akhirnya saya membukanya, setelah tahu istri saya menjalin hubungan cukup serius dengan salah satu teman chat nya yang kebetulan bekas teman kerjanya.
Dia pun kembali mengakui perbuatannya dan minta maaf lagi. ia mengatakan berhubungan sejak bulan januari dan intensnya dua bulan terakhir, dan mengatakan sebelum ketahuan akan memutuskan hubungannya.
Demi kedua anakku, aku memaafkan istri saya kembali dengan goresan luka yang telah ada di masa lalu kembali menguak dan rasa ketakutan perbuatannya berulang kembali.
Semoga tuhan memberikan kekuatan bagi saya dalam menghadapi cobaan ini, pikiranku fokus menata kembali pekerjaan yang juga dalam kondisi di hianati oleh orang-orang dekat..
Saya fokus memikirkan bagaimana kedua anak saya dapat menempuh pendidikan yang baik supaya jadi orang yang berguna.
Pernyataan psikolog
Di kutip pernyataan seorang psikolog mengatakan, “Luka yang ditimbulkan akibat perselingkuhan memang merupakan salah satu luka yang bisa meninggalkan luka yang dalam, namun bukan berarti tidak bisa dipulihkan. Perceraian ataupun membalas perselingkuhan pasangan, memang biasanya terpikirkan ketika luka masih basah dan rasa sakit tidak terhindarkan. Masalahnya adalah, siapa yang bisa menjamin bahwa membalas atau bercerai adalah cara untuk memulihkan luka?
Pada banyak kejadian, tidak jarang para Psikolog ditemui oleh orang-orang yang sudah lama bercerai namun masih memiliki trauma terhadap perselingkuhan dari hubungan sebelumnya. Sehingga, masalah yang perlu digarisbawahi bukanlah mengakhiri pernikahan atau membalas pasanganan, namun, mampukah Anda memulihkan diri dari luka tersebut apapun bentuk hubungan pernikahan Anda nantinya.
Menurut Anda, Apabila Anda terus terbayang dan ketakutan perselingkuhan akan kembali terjadi, hubungan Perkawinan Anda semakin membaik atau menjadi lebih bermasalah? Kecurigaan, kekhawatiran perselingkuhan kembali terjadi terkadang membuat korban menjadi sulit untuk melihat bahwa pelaku juga berusaha untuk berubah dan akhirnya memperburuk situasi yang ada.
Untuk memperbaiki, tentu saja dimulai dari Anda mengakui bahwa perselingkuhan tersebut memang terjadi dan luka yang Anda rasakan itu nyata. Di sisi lain, Anda juga melihat bahwa pasangan menyesal dan berusaha memperbaiki hubungan dengan Anda.
Rasa sakit dan curiga memang tidak akan bisa hilang dengan cepat. Setelah itu, tentu saja Anda berdua perlu memulai bicara dari hati ke hati. Luka yang ada perlu dibicarakan kembali dengan pikiran yang lebih terbuka, yang bisa dimulai dengan berhenti untuk mencari siapa yang bersalah, baik diri pasangan maupun diri sendiri.
Pernikahan yang dirasakan baik-baik saja bagi satu orang, belum tentu dirasakan sama oleh orang lainnya. Peristiwa perselingkuhan, meskipun menyakitkan, bisa menjadi awal bagi Anda berdua untuk sama-sama melakukan introspeksi dan memperbaiki diri.
Apa yang baik-baik untuk kita, belum tentu baik-baik saja menurut pasangan kita. Untuk itu, penting sekali untuk menyepakati hal apa saja yang perlu diperbaiki, dan bagaimana perbaikan itu bisa dilakukan.
Semakin dalam dan besar lukanya, semakin lama pula proses penyembuhannya dan menjadi semakin penting untuk dipulihkan. Luka seperti ini tidak dapat diobati secara 'instan'. Sebaliknya, berikan waktu untuk diri Anda dan perkawinan ini agar dapat sembuh sepenuhnya.
Jika bicara dalam kondisi tenang dan damai dengan pasangan, cari bantuan dari pihak lain yang bisa bersikap netral dan Anda percayai. Anda bisa minta bantuan kepada pemuka agama, anggota keluarga yang dituakan, konselor perkawinan atau psikolog.
Data Hasil penelusuran
Sementara dari data yang ada hasil penelusuran dari berbagai sumber, ternyata sumber perselingkuhan terbesar dunia saat ini adalah perselingkuhan via facebook walaupun tidak sedikit dari hubungan di FB berlanjut menjadi keluarga yang harmonis.
Untuk itu, sambungnya, gunakanlah semua teknologi itu dengan bijak, serta hati-hati dan waspadalah selalu, karena setan akan terus menggoda untuk menyesatkan diri kita semua.
Gunakanlah jejaring sosial untuk mendapatkan keberkahan silaturahim, mencari ilmu yang bermanfaat atau untuk syiar, dan terutama bagi wanita.
“Janganlah istri bersuami memasang foto yang mengundang ketertarikan lawan jenis apalagi memperlihatkan aurat,” (*)


Komentar Via Facebook :