BST Tahap 1, Kantor Pos Salurkan 76 Milyar
CYBER88.CO.ID | Sukabumi - Penyaluran BST tahap 1 di Kabupaten Sukabumi, Provinsi Jawa Barat belum selesai semua terutama di Desa Benda Kecamatan Cicurug, Kabuapten Sukabumi, Jawa Barat. Hal tersebut dikatakan Kepala Bagian PT.Kantor Pos Sukabumi Ujang Samsul Bahri, (30/06).
Menurut dia, tarip yang kita ajukan ke pihak Pemkab Sukabumi sesuai surat edaran direksi saya. Bahwa tarip masuk aplikasi giro itu senilai 12.009 per KPM. Mengenai rincian-rinciannya, itu sudah aturan baku dari PT.Kantor Pos pusat, ujarnya.
Sebelum muncul Perjanjian kerjasama (PKS) PT.Kantor POS dan Dinas Sosial mulanya, kami belum melakukan langkah kerjasama bersama Pemkab. Sukabumi. Lalu, melakukan komunikasi dengan pusat, akhirnya Pusat Kantor Pos menyanggupi kerjasama dalam bentuk penyaluran itu.
Setelah itu, melakukan surat penawaran pada Dinas Sosial oleh pihak kantor pos sampai muncul PKS, pada tanggal 15 Mei samapi Penandatanganan Perjanjian Kerjasama (PKS) antara kantor Pos dan Dinas Sosial Kabupaten Sukabumi.
Yang menjadi kendala dilapangan dalam pendistribusian, banyak riak terjadi melihat kesenjangan penyaluran berawal dari pengajuan desa karna jumlah penerima manfaat di masing- masing desa berbeda.
Misal desa yang satu mengajukan awal berbeda hal ini yang menghambat penyaluran dinilai terjadi kesenjangan dimasyarakat, makanya kami sedikit tersendat dalam penyaluran pada masyarakat.
Dia mengatakan, sebenarnya kalau dengan sistem kami pengalokasian dengan waktu dua minggu sudah selesai, paparnya.
Sementara itu, tahap 1 pembagian BST kurang lebih senilai 76 M sudah disalurkan ke masyarakat Kabupaten Sukabumi. Namun Desa Benda yang belum selesai. Walaupun dalam perjanjian kerjasama untuk dua tahap. namun, pemerintah bisa menilai dengan kinerja kami apakah penyaluran tahap dua mau dilanjutkan apa tidak. “jelasnya.
Dia berharap, hal-hal lain dilapangan, secara tehnis aparatur desa sudah bagus. Seperti surat pemberitahuan, tehnis pelaksanaan dan memberikan informasi kemasyarakat sudah baik.
Lebih lanjut, dalam penyaluran selama ini kita memang transparan bisa dilihat di web semua hal penyaluran terbuka sampai kebawah langsung menyalurkan sampai ke hak penerima manfaat.
Ya, kami menyalurkan itu sampai ke titik desa, biasanya langsung kasi tahu daftar pembayaran langsung dikasi tunai menyalurkan dengan petugas kami disitu tau atau melakukan musyawarah desa langsung disalurkan ke penerima yang lebih hak.
Apakah ada masalah dala penyaluran, tentu saja ada seperri kita entri data sampai 4 kali verifikasi, pasalnya banyak NIK tidak valid satu NIK bisa banyak nama jika salah kita kembalikan ke Dinsos melalui pak Roni sampai empat kali kita melakukan perbaikan Data NIK jika ada data kita kirim ke kantor Pos pusat, untuk mengolah data. disisi lain, yang menjadi patokan pembayaran itu NIK karna NIK menjadi nomor resi untuk penerima pembayaran kapan?
Dengan NIK bisa dilacak penerimanya siapa? Pembayarannya kapan? “Tutupnya. (Herdi).


Komentar Via Facebook :