Tasyakuran PT TSL dan TTKKBI Pulomerak Santuni 50 Anak Yatim dan Dhuafa Wujud Syukur dan Kepedulian Sosial

Tasyakuran PT TSL dan TTKKBI Pulomerak Santuni 50 Anak Yatim dan Dhuafa Wujud Syukur dan Kepedulian Sosial

CYBER88 | CILEGON – PT TSL bersama DPC TTKKBI Pulomerak menggelar kegiatan tasyakuran yang dirangkaikan dengan santunan kepada 50 anak yatim dan dhuafa  di Link Mekarjaya, Kelurahan Mekarsari, Kecamatan Pulomerak, Kota Cilegon, Jumat (19/6/2026).

Kegiatan yang berlangsung khidmat dan penuh kehangatan tersebut dihadiri oleh pengurus DPC TTKKBI Pulomerak, perwakilan PT TSL, tokoh agama, tokoh masyarakat, serta anak-anak yatim yang menerima santunan.

Ketua DPC TTKKBI Pulomerak, Sutari, menyampaikan bahwa kegiatan tersebut merupakan bentuk rasa syukur atas berbagai nikmat yang diberikan Allah SWT sekaligus doa bersama untuk kemajuan PT TSL.

"Acara hari ini merupakan bentuk syukuran. Kami berharap PT TSL ke depan semakin maju, sukses, dan mendapatkan keberkahan. Semoga seluruh kru kapal, karyawan darat, hingga pimpinan perusahaan diberikan kesehatan, rezeki yang melimpah, serta umur yang panjang," ujar Sutari.

Ia juga mengapresiasi kepedulian PT TSL terhadap masyarakat melalui kegiatan santunan anak yatim yang dinilai membawa manfaat dan keberkahan bagi semua pihak.

"TTKKBI mendukung penuh kegiatan ini. Alhamdulillah hari ini kami dapat menyantuni 40 anak yatim. Semoga santunan ini menjadi keberkahan bagi PT TSL, keluarga besar TTKKBI, dan seluruh masyarakat," tambahnya.

Sementara itu, Tabriji selaku Danru (Komandan Regu) PT TSL mengungkapkan bahwa kegiatan santunan anak yatim merupakan bagian dari rasa syukur perusahaan sekaligus bentuk kepedulian sosial kepada masyarakat sekitar.

"Kami berharap melalui kegiatan ini dapat mempererat silaturahmi dengan masyarakat dan memberikan manfaat bagi anak-anak yatim. Semoga apa yang diberikan hari ini dapat menjadi amal kebaikan dan membawa keberkahan bagi seluruh keluarga besar PT TSL," katanya.

Menurut Tabriji, dukungan masyarakat menjadi salah satu faktor penting dalam perjalanan perusahaan sehingga hubungan baik yang telah terjalin perlu terus dijaga melalui berbagai kegiatan sosial dan kemasyarakatan.

Dalam tausiyahnya, Ustadz Habibie menyampaikan bahwa menyantuni anak yatim merupakan amalan yang memiliki keutamaan besar dalam ajaran Islam.

"Makna santunan anak yatim adalah mengharapkan kasih sayang dan keberkahan dari Allah SWT. Mudah-mudahan dengan adanya kegiatan menyantuni anak yatim ini, semuanya diberikan keselamatan dunia dan akhirat," tuturnya.

Acara ditutup dengan doa bersama yang dipanjatkan untuk kemajuan PT TSL, keberlangsungan organisasi TTKKBI, serta keselamatan dan kesejahteraan masyarakat.

Suasana penuh kebersamaan dan kekeluargaan tampak mewarnai kegiatan yang menjadi wujud nyata kepedulian sosial serta semangat berbagi kepada sesama.

Komentar Via Facebook :