Dari Jalur Darat hingga Jalur Langit! Ratusan Korban PD BKK Klaten Ziarah ke Makam Eyang Melati, Tuntut Rp60 Miliar Dana Nasabah Dikembalikan
CYBER88 | KLATEN – Perjuangan para korban PD BKK Klaten memasuki babak yang tak biasa. Setelah menempuh berbagai upaya hukum, audiensi, hingga aksi penyampaian aspirasi, puluhan nasabah kini memilih menempuh apa yang mereka sebut sebagai "jalur langit".
Kamis (18/6/2026) sore sekitar pukul 16.00 WIB, sekitar 60 anggota Paguyuban Korban Nasabah PD BKK Klaten menggelar ziarah dan doa bersama di Makam Eyang Kiai Melati, tokoh yang diyakini sebagai cikal bakal berdirinya Kota Klaten. Mereka datang dengan satu harapan besar: agar dana masyarakat senilai Rp60 miliar yang hingga kini tertahan dapat segera dikembalikan.
Suasana haru dan khidmat menyelimuti kompleks makam yang berada di Jalan Anggrek No.12, Ngepos, Klaten Tengah. Di bawah rindangnya pepohonan, para nasabah memanjatkan doa sambil membawa harapan agar perjuangan panjang mereka mendapatkan jalan keluar.
Menurut Mas Bowo, juru kunci makam, kompleks tersebut merupakan tempat peristirahatan Eyang Kiai Melati beserta keluarga, yang selama ini dikenal sebagai salah satu situs sejarah penting di Klaten dan rutin menjadi tujuan ziarah berbagai kalangan, termasuk agenda resmi pemerintah daerah menjelang hari jadi Kabupaten Klaten.
Ketua Paguyuban Korban Nasabah PD BKK Klaten, Purwanto, menegaskan bahwa ziarah tersebut bukan sekadar ritual biasa, melainkan simbol perjuangan yang dimulai dari akar sejarah Klaten.
"Kami datang ke makam Eyang Melati untuk mengetuk pintu langit. Semoga para pemimpin dan pemangku kebijakan dibukakan hatinya agar mau mendengar jeritan para nasabah yang selama ini menunggu kepastian. Harapan kami sederhana, uang nasabah kembali utuh 100 persen," tegas Purwanto.
Ia menyebut perjuangan para korban tidak akan berhenti sampai dana masyarakat benar-benar kembali. Bahkan, menurutnya, langkah perjuangan akan terus bergerak hingga ke tingkat nasional.
Pernyataan serupa disampaikan Suhardi Wiyarto dari KBMII yang selama ini mendampingi gerakan para nasabah. Menurutnya, seluruh jalur perjuangan kini ditempuh secara maksimal.
"Jalur darat sudah kami lakukan, jalur hukum terus berjalan, dan sekarang kami mengetuk jalur langit. Kami memohon perlindungan Allah SWT sekaligus mengetuk hati para pengambil kebijakan agar segera hadir memberikan solusi nyata bagi masyarakat," ujarnya.
Kasus tertahannya dana nasabah PD BKK Klaten masih menjadi perhatian luas masyarakat. Berdasarkan data paguyuban, total dana yang belum kembali mencapai sekitar Rp60 miliar, terdiri dari Rp52 miliar tabungan dan simpanan masyarakat serta Rp8 miliar deposito.
Aksi ziarah di makam leluhur Klaten tersebut menjadi simbol bahwa kesabaran para nasabah mulai mencapai batasnya. Di tengah ketidakpastian yang berkepanjangan, mereka memilih memadukan ikhtiar hukum, sosial, dan spiritual demi mendapatkan kembali hak yang selama ini mereka perjuangkan.
Dengan doa yang dipanjatkan dari makam tokoh pendiri Klaten itu, para korban berharap perjuangan mereka tidak lagi berujung pada janji, melainkan solusi nyata. Sebab bagi banyak nasabah, dana yang tertahan bukan sekadar angka miliaran rupiah, melainkan hasil kerja keras, tabungan hidup, bahkan harapan masa depan keluarga yang hingga kini masih menunggu kepastian.


Komentar Via Facebook :