Bi Dati Wanita Tangguh Dari Desa Ciwalen Dayeuhluhur Cilacap

Bi Dati Wanita Tangguh Dari Desa Ciwalen Dayeuhluhur Cilacap

CYBER88 l Cilacap - Dusun Ciomas Rt 02 Rw 04 Desa Ciwalen Kecamatan Dayeuhluhur harus berbangga punya Warga yang memiliki Semangat juang yang tinggi. Walaupun dia seorang perempuan tapi tidak malu dan gengsi menjadi seorang tukang tambal ban.

Bi Dati (48) Biasa dia di panggil orang-orang sekitar. Dia adalah salah satu potret kehidupan.

Hal itu diketahui, saat awak media Cyber88 mengalami gembos ban, dan membawanya ke tempat tambal ban. Ternyata tukang tambal adalah seorang ibu-ibu yang kemudian langsung memeriksa ban gembos itu.

Perempuan setengah baya itu diketahui merupakan kelahiran Cirungkun Desa Panulisan Timur Kec Dayeuhluhur.

Tak berselang lama, perempuan itu membawa sebuah alat pencongkel. Lantas, dengan gesit kedua tangan kurusnya bekerja membuka ban luar sepeda motor dan menambal bagian ban dalam.

Bagi ibu 3 anak yang akrab disapa Bi Dati itu, membuka ban sepeda motor bukanlah perkara sulit. Sejak 10 tahun lalu, Bi Dati memang sudah menjalankan usaha tambal ban di Jalan Pamujaan, Dusun Ciomas Desa Ciwalen, Kecamatan Dayeuhluhur, Kabupaten Cilacap.

Dia sengaja membantu pekerjaan suaminya yang memiliki bengkel Las.

“Saya memang sengaja membantu pekerjaan suami. Kalau suami saya sehari-hari usahanya bengkel Las. Kalau saya bantu tambal ban saja. ,” kata Bi Dati kepada Cyber88.

Dalam sehari, Bi Dati mengaku biasa menambal enam ban sepeda motor. Satu kali menambal lubang pada ban, kata dia, dihargai Rp 8000. Menurut dia, pekerjaan tersebut dia lakukan dengan ikhlas, sekadar membantu penghasilan suami.

“Saya ikhlas mengerjakan semua ini. Tidak ada paksaan dari siapa pun, karena saya menyukainya.

Dari dulu saya memang dikenal tomboi. Makanya, lebih memilih pekerjaan jadi tukang tambal ban, dibandingkan pekerjaan wanita,” tandas Bi Dati

Bi Dati menambahkan, keahlian dalam menambal ban diperolehnya dari belajar secara manual.

Sebelumnya, Bi Dati yang sekolah tamatan SMP mengaku sering melihat saudaranya melakukan pekerjaan tersebut. Kemudian, setelah menikah, Bi Dati pun belajar dari suaminya.

“Ya saya belajar sendiri. Awalnya memang susah dan berat. Tapi lama-lama saya sudah terbiasa. Rata-rata, saya menyelesaikan tambal ban antara 10 sampai 15 menit. Tapi tergantung jumlah lubangnya juga. Kalau banyak, ya bisa lama,” kata ibu dari 3 orang anak ini.

Lebih jauh Bi Dati berharap bisa membuka usaha bengkel sendiri, bukan hanya tambal ban. “Saya ingin punya bengkel motor sendiri, bukan hanya usaha tambal ban. Mudah-mudahan saja, dari modal yang kecil ini, saya dan suami saya bisa membuka bengkel di tempat yang lebih luas,” harap Bi Dati.

Bi Dati pun berpesan kepada kaum perempuan, khususnya ibu-ibu untuk tidak malu melakukan pekerjaan yang mungkin dinilai tidak wajar, sepanjang usaha yang digelutinya wajar dan Halal.

“Ya, kita tidak perlu malu melakukan pekerjaan ini, sepanjang apa yang kita lakukan halal. Yang penting kan usaha mencari uang untuk membantu suami,” pungkas Bi Dati. (Abah Gatan)

Komentar Via Facebook :