LAGI !!! Konten Video Prank Daging Kurban Berisikan Sampah Kembali Terulang, Kali ini Polrestabes Palembang Buru 4 Orang Pelaku

LAGI !!! Konten Video Prank Daging Kurban Berisikan Sampah Kembali Terulang, Kali ini Polrestabes Palembang Buru 4 Orang Pelaku

Pembuatan-konten-prank-daging-kurban-berisikan-sampah

CYBER88.CO.ID | PALEMBANG - Belum hilang dari ingatan Masyarakat, tentang peristiwa Youtubers Ferdian Paleka yang melakukan Prank memberi Sembako berisikan sampah beberapa bulan lalu. Peristiwa tersebut terulang lagi, oleh 4 orang yang membuat konten tidak mendidik tersebut.

Kali ini, 4 orang asal Palembang, Sumatera Selatan, harus berurusan dengan Kepolisan dan Masuk Daftar Pencarian Orang (DPO) Polrestabes Palembang karena membuat Konten Video Prank dengan iming - iming memberi Daging kurban, berisikan sampah.

Dua kamerawan YouTuber Edo Putra yang membuat video prank pemberian daging berisi sampah telah ditetapkan oleh Polrestabes Palembang masuk Daftar Pencarian Orang (DPO).

Kedua kamerawan tersebut yakni Hadi Jaya Karim dan Istiqomah alias RAAM.

Kapolrestabes Palembang Kombes Anom Setiyadji mengatakan, dalam pembuatan video prank sampah tersebut, ada empat orang yang terlibat.

"Dua orang kameramen ini kita tetapkan DPO karena mereka terlibat dalam pembuatan video prank tersebut," kata Anom saat gelar perkara, Senin (03/08/2020).

Menurut Anom, pembuatan video prank sampah itu bermotif untuk meningkatkan subscriber channel Edo Putra Official.

Namun, perbuatan mereka salah karena membuat video yang tidak mendidik dengan memberikan kantong yang disebut berisi daging kurban, tetapi ternyata diisi sampah.

Hal itu pun, jelas Anom, membuat kegaduhan di masyarakat.

"Dalam pembuatan konten tersebut, korbannya adalah orangtua pelaku sendiri. Ini sudah di-setting tersangka. Akunnya juga kita sita," ujarnya.

Dengan kejadian ini, masyarakat diimbau untuk lebih berhati-hati dalam menggunakan medsos serta membuat konten lebih mendidik.

"Ini jadi untuk pengalaman dan pembelajaran bermedsos yang baik, ketika memproduksi menyiarkan konten tentu dinikmati khalayak umum," ungkapnya.

(ar/**)

Komentar Via Facebook :