Warga Rusunawa Marunda Skeptis dengan Upaya Walikota

Warga Rusunawa Marunda Skeptis dengan Upaya Walikota

CYBER88.CO.ID | Jakarta - Di tengah suasana cuti bersama, Walikota Jakarta Utara Sigit Wijatmoko, A.P., M.Si menyempatkan diri menyampaikan terima kasih kepada Cyber 88 lewat pesan WhatsApp-nya : "Terima kasih infonya, kami koordinasikan dengan Dinas Perumahan Rakyat untuk perbaikannya," begitu katanya terkait dengan pemberitaan ruwetnya konstruksi persoalan di Rusunawa Marunda (21/08/2020).

Namun, pembiaran terhadap begitu banyaknya persoalan di Rusun Marunda Cilincing Jakarta Utara selama ini telah mengakibatkan terjadinya skeptisisme di kalangan warga penghuninya, sebagian besar dari mereka sepertinya sudah tidak percaya dengan omongan pejabat, merasa lebih baik tidak peduli dan bersikap masa bodoh dengan keadaan di sekeliling lingkungan kehidupannya, lebih suka cari selamat untuk dirinya sendiri dengan menganggap seolah-olah tidak pernah ada persoalan di lingkungannya.

Para pejabat di lingkungan UPRS Marunda diduga sengaja menciptakan kondisi skeptisisme di kalangan warga penghuni Rumah Susun Marunda dengan menerapkan "kebijakan tebang-pilih" yang mengandung unsur adu-domba di antara sesama penghuni Rusun Marunda : siapa yang dekat dengan pejabat UPRS maka dia akan selamat.

Edo Rotasauw, salah seorang warga penghuni Rusun Marunda, menyampaikan sudut pandangnya yang kritis dan konstruktif : "Apa alasannya saya harus percaya dengan Walikota Jakarta Utara bahwa bisa membantu memperbaiki bermacam kondisi yang ruwet di Rusun Marunda ini? Tidak ada satu pun. Kecuali pihak Walikota Jakarta Utara mau dan bisa memfasilitasi sebuah pertemuan lintas sektor, pertemuan dan dialog dengan warga penghuni Rumah Susun yang bersifat koordinasi lintas sektor dengan menghadirkan kalangan DPRD DKI Jakarta yang membidangi masalah Kesejahteraan Rakyat, bidang pemukiman rumah susun dan penguatan kapasitas ekonomi masyarakat penghuni Rumah Susun. Juga menghadirkan Gubernur DKI Jakarta, Kepala Dinas Perumahan DKI Jakarta, dan unsur BPK (Badan Pemeriksa Keuangan).

Kalau itu bisa dilakukan oleh Walikota Jakarta Utara maka dengan sendirinya saya akan percaya bahwa memang ada upaya serius dari pihak Walikota Jakarta Utara untuk membantu memperbaiki ruwetnya persoalan di Rusun Marunda," begitu kata lelaki bertubuh gempal secara panjang-lebar.

Soal skeptisisme di kalangan warga Rusun Marunda, Edo Rotasauw tidak membantah hal itu bahkan ia menambahkan, "Saya bisa membuktikan bahwa ada pengurus RT yang bermental penjilat, menjilat ke pihak oknum UPRS yang bermental rendah, dan RT penjilat itu punya kepentingan untuk menyelamatkan egosentrisme dirinya sendiri. Itu ada motifnya dan bukannya tanpa motif.

Saya bisa buktikan semua itu asalkan di depan Gubernur, anggota DPRD DKI Jakarta, dan di depan aparat kepolisian yang bisa langsung mengambil tindakan hukum terhadap adanya pelanggaran bersumber dari sebuah konspirasi jilat menjilat.

Skeptisisme yang terjadi di sini tidak berdiri sendiri, itu ada skenarionya, salah satunya dengan cara mengadu domba antar warga. Mana yang berpihak ke UPRS dan mana yang tidak?" begitu katanya dengan lancar dan penuh keyakinan.

Salah seorang warga penghuni lainnya, Awang Rudiana, mengaku pernah diperlakukan secara tidak sepantasnya oleh pejabat UPRS bernama Murni Sianturi. Atas dasar laporan warga lainnya, saat Awang Rudiana berada di dalam unit huniannya, tiba-tiba ingin digembok dari luar oleh pejabat UPRS bernama Murni Sianturi itu, dengan dikawal ketat oleh Satpam dan Satpol PP. Terjadi debat kusir dan nyaris terjadi keributan pada waktu itu. Begitu Awang Rudiana menceritakan kepada Cyber 88.

"Jadi.... unsur adu-domba di kalangan warga penghuni dan praktek jilat menjilat itu memang sudah lama terjadi. Yang mengkondisikan itu ya oknum-oknum di UPRS lah, yang tidak punya kedekatan dengan oknum UPRS jadi pada takut," begitu kata Awang Rudiana memperkuat fakta-fakta di lapangan.

Senada dengan hal itu, Ketua RW 011 Cluster B, Kelurahan Marunda Jakarta Utara, Paul Nangkur, SH. menegaskan, "Saya tidak yakin Pak Walikota bisa membantu memperbaiki kondisi di Rusun Marunda ini. Dan sukar dibantah bahwa memang ada di kalangan RT yang bersikap seperti penjilat kepada oknum di UPRS."

Jika skeptisisme sudah bercokol dalam sebuah masyarakat : Apa gunanya akal sehat? Apa gunanya produk sekolahan dan perguruan tinggi? Apa gunanya punya keyakinan beragama? Apa gunanya ada negara dan pemerintahan? Apa gunanya ada organisasi RT/RW dan LMK jika pada akhirnya warga penghuni Rumah Susun Marunda harus terpecah dan terbelah, berjuang sendiri-sendiri, padahal itu adalah persoalan bersama? Bukan persoalan personal, bukan persoalan pribadi milik RT dan RW tetapi adalah persoalan bersama.

------------------------------------
Penulis : Chairudin

Komentar Via Facebook :