Kepala Desa Ampel, Akui Pelaksanaan Bangub Tahun 2020 Belum DiLaksankan

Kepala Desa Ampel, Akui Pelaksanaan Bangub Tahun 2020 Belum DiLaksankan

CYBER88 | Majalengka -- Menindaklanjuti terkait adanya rumor berita di kalangan masyarakat yang mempertanyakan program Bantuan Gubernur (Bangub) yang diduga di endapkan oleh Pemerintah Desa Ampel dan saking ramainya permasalahan ini sampai diberitakan disalah satu media online.

Terkait permasalahan ini cyber88.co.id, mencari informasi dari beberapa sumber dan melakukan klarifikasi kepada Endang Suhenda selaku Kepala Desa Ampel, Kecamatan Ligung, Kabupaten Majalengka, jawa Barat.

Ditemui di tempat kerjanya, Endang mengaku bahwa betul pihaknya menunda pelaksanaan pembangunan yang berasal dari bantuan infrastruktur provinsi Jawa Barat tahun 2020, dengan hal yang beralasan suatu kewajaran,

"Kami akui bahwa pelaksanaan pembangunan dari anggaran bantuan infrastruktur provinsi Jawa Barat yang diperuntukkan untuk membuat TPT saluran irigasi diarea pesawahan terpaksa kami tunda.

Keputusan ini berdasarkan musyawarah mupakat dengan LPM, BPD dan tokoh masyarakat yang bersangkutan yang menyepakati bahwa pelaksanaan pembangunan saluran irigasi tersebut ditunda dan dilaksanakan nanti setelah petani melakukan panen padi.

Juga kami sudah konsultasi pada pihak kecamatan Ligung dan hal ini disetujui oleh pa camat sendiri" jelas Endang, pada cyber88.co.id, Senin (24 /8/2020).

Lanjut Endang, "Kami tidak sengaja melakukan perlambatan, dikarenakan melihat situasi dan kondisi lokasi atau medan jalannya untuk pengangkutan bahan matrial yang tidak ada akses jalan, melainkan harus melewati area lahan atau tanah pesawahan yang saat ini masih ada tanaman padi dan lahan atau tanah sawah yang masih lembek,” kata dia.

Kondisi seperti itu, tidak mungkin harus dilalui kendaraan yang mengangkut bahan matrial, otomatis masyarakat kami akan merasa di rugikan karena lahan pesawahan yang baru saja ditanami padi akan rusak,” imbuhnya.

Kalaupun harus dipaksakan lalu siapa yang akan menanggung resiko kerugian para petani dan pasti akan terjadi pembengkakan anggaran pengangkutan bahan matrial disaat tanah lembek.

Kami mohon maaf kepada masyarakat Ampel jika ini di anggap suatu keterlambatan karena ini bukan suatu unsur kesengajaan karna melihat situasi dan kondisi atau medan saat ini" pungkas kepala desa, (Tang/ Yan)

Komentar Via Facebook :