4 CV dan 1 PT  Pemenang Lelang Proyek Balai Taman Nasional Gunung halimun Salak Diduga Tidak Transparan

4 CV dan 1 PT  Pemenang Lelang Proyek Balai Taman Nasional Gunung halimun Salak Diduga Tidak Transparan

CYBER88 | Bogor -- Balai Taman Nasional Gunung halimun Salak yang terletak di Wilayah Dua Desa yaitu Desa Cijeruk dan Desa Pasir Jaya Kecamatan Cijeruk dan Cigombong sedang melaksanakan pengembangan pembangunan dari infrastruktur jalan dan pengembangan untuk kawasan wisata cagar alam suaka elang.

Informasi yang terhimpun cyber88.co.id, nilai total anggaran 12 miliyar untuk 4CV dan 1 PT. Untuk pembuatan jalan menuju kawasan tersebut mengunakan angaran sebesar  2.190.874.00 (dua milyar sembilan puluh juta delapan ratus tujuh puluh empat ribu rupiah) itu belum termasuk beberapa bagunan didalamnya dan berbagai fasilitas untuk pengunjung.

H. Dandan selaku kordinator pelaksana disaat ditemui menjelaskan, pengembangan ini di kerjakan oleh 4 CV dan 1 PT. Kalau untuk pengerjaan yang bak sampah, gerbang, ruang ganset, mess karyawan dan mes peneliti yang  anggarannya sebesar 2 milyar itu di kerjakan oleh satu CV," Jelasnya.

Tapi untuk yang 3 CV Dan 1 PT kami tidak tahu nilai anggarannya berapa," imbuhnya

"Saya disini hanya ditujuk sebagai  kordinator pelaksana, maka untuk apa kedepannya dan bangunan akan di peruntukan untuk apa, saya tidak tahu.

Yang saya tahu kawasan ini untuk penangkaran elang Jawa, dan proses proyek ini dilakukan melalui lelang, dan alhamdulillah saya mendapatkan lelang tersebut walau untuk pengerjaan awal ada kendala lambat satu bulan karna terkendala oleh sosialisasi ke masyakat, tapi Alhamdulillah, kendala tersebut sudah teratasi di dua desa". Tambahnya.

Ditempat berbeda  salah satu warga Desa Cijeruk  yang enggan dimuat namanya berkomentar," Kami sebabai warga berharap kepada pihak proyek tersebut menepati janjinya yang sudah disepakati hasil rapat.

Yaitu, segera merealisasikan pengajuan dana kompensasi untuk lingkungan dua Desa yang sudah disepakati yang tertuang secara tertulis.

Selainnitu kami minta mengutamakan perekrutan tenaga kerja warga setempat dulu, karena pada kenyataannya sesudah proyek berjalan sampai saat ini belum ada, dan pihak proyek kepada masyarakat hanya menjanjikan saja," tuturnya.

Dilokasi lain Ahmad Sungkawa (UUT) Salah satu tokoh Kampung Loji Desa Pasir Jaya ikut angkat Bicara," Kami disini sebagai tokoh masyarakat tidak pernah diajak musyawarah oleh pihak terkait maupun pihak aparat setempat dengan keberadaan bangunan Proyek Balai Taman Nasional Halimun salak.

Padahal asal usulnya mulai rame adanya pengunjung ketempat itu kami yang mulai meramaikan, dari dasar buka lahan parkir dan memperbaiki akses jalan untuk menuju kelokasi.

Tapi begitu sekarang ada pembangunan kami sendiri tidak tahu, kan harusnya sebelum bangunan mulai minimal minta ijin lokasi dululah sama wilayah, inimah tidak ada, buktinya kami sendiri tidak tahu," Ungkapnya. 

Informasi yang didapat dilokasi proyek, Papan transaparan pagu anggaran tidak terpasang, Nama-nama CV yang dapat lelangpun tidak ada yang tahu," Certusnya.

Komentar Via Facebook :