Bimbingan Perkawinan Pra Nikah Bagi Calon Pengantin Di Laksanakan di KUA Kecamatan Cidaun

Bimbingan Perkawinan Pra Nikah Bagi Calon Pengantin Di Laksanakan di KUA Kecamatan Cidaun

CYBER88 | Cianjur -- Kantor urusan Agama Kecamatan Cidaun  mengadakan kegiatan Perkawinan pra Nikah bagi calon pengantin,

Kegiatan ini dibuka oleh kepala seksi bimas islam Kementrian Agama Kabupaten Cianjur Asep Taopik S,HI,, Ema Siti Patimah S,pdi, Tini Rustini S,pdi dan di dampingi oleh Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Cidaun, Dasep S,HI, Agus Sudarsono S,sy, Al Reni S,HI, Holid, Gopur, Tarsin, Dian Risyana, M Aris Rosidin.

Materi yaitu perkenalan kontrak belajar dan pre test yang di sampaikan oleh Asep Taopik S,HI beserta tutor lainnya, Materi ini merupakan Sekaligus  bingbingan perkawinan ( binwin ) yang sudah di sepakati oleh Kemenag Pusat 

Dalam rangka penyampain materi dilakukan perkenalan antara peserta binwin yang jumlah nya 14 orang di antaranya 7 orang laki-laki dan 7 orang perempuan dan calon pengantin nya agar dapat lebih mengenal kelebihan dan kekurangan masing-masing.

Setiap peserta harus berkomitmen mengikuti pelaksanaan bingbingan perkawinan ini selam 16 Jm atau 2 hari untuk di ahir materi di adakan pre test Ujian tertulis kepada masing - masing calon pengantin untuk mengali maksud dan tujuan pernikahan.

Kepala Kantor Urusan Agama Kecamatan Cidaun Dasep S,HI meberikan penjelasan tentang persiapan perkawinan yang kokoh menuju keluarga sakinah mawadah, warohmah,

Untuk membangun keluarga di era moderen ada 5 aspek ketahanan keluargga diantaranya, memiliki nilai kemandirian, ketahanan ekonomi, tahan menghadapi goncangan keluarga, ke uletan dan ketanguhan dalam memainkan peran sosial, harus mampuh untuk peroblem yang di hadapi,

Keluarga sakinah yaitu keluarga yang telah dapat memenuhi seluruh kebutuhan, keimanan,  ketaqwaan dan akhlakull karimah serta dapat menjadi suri teladan bagi lingkunganya

Suami atau istri merupakan temen dalam mentukan keputusan sudah sepantasnya bisa mengontrol emosi yang berlebihan dengan nada yang rendah hati supaya bisa memberikan kenyamanan untuk pasangan hidupnya.

Dasep juga menambahkan bahwa suami atau istri perlu memahami ideal Family/ Happy Family supaya terciptanya kehidupan beragama dalam keluarga, tersedianya waktu bersama -  sama dalam keluarga, terciptanya komunikasi yang sehat dan baik antara angota keluarga saling menghargai agar suami istri dan anak mendapatkan jalinan komunikasi yang baik,

Keluarga adalah ikatan sosial terkecil dalam masyarakat harus kuat, tidak longar jika terjadi krisis dalam keluarga, utamakan keutuhan rumah tangga atas kepentingan pribadi ( egoisme ) masing - masing dan di selesaikan secara positif.

Kegiatan ini di laksanakan 2 hari senin dan selasa 24-25 /8/2020 yang tujuanya untuk memberi bekal pengetahuan, pemahaman, dan keterampilan kepada para remaja yang akan melangsungkan pernikahan sebagai upaya untuk mewujudkan keluarga sakinah, mawadah, warohmah sehingga nantinya dapat mengurangi angka perselisihan, perceraian dan kekerasan dalam keluarga,

Dengan adanya kegiatan ini diharapkan masyarakat semakin memahami tentang pentingnya lembaga pertikahan, sehingga yang akan nikah sudah betul- betul berada di usia yang matang dan dewasa 

Komentar Via Facebook :