Honor TKS Satpol PP Kecamatan Cidaun, Sudah Kecil Diduga Kena Sunat
CYBER88 | Cianjur – Uang Honor Tenaga Kerja Sukarelawan (TKS) sebagai personil satuan polisi pamong peraja (Satpol PP) yang bekerja di Pemerintahan Kecamatan Cidaun honor bulananya diduga kena sunat.
Sejumlah TKS yang bekerja di Kantor Kecamatan Cidaun tersebut mengaku kaget dengan nominal uang yang di terima tidak sesuai dengan surat Pertangung Jawaban (SPJ)
Berdasarkan informasi yang di himpun cyber88.co,id uang honor TKS Atau di sebut Tenagga Kerja Sukarelawan Keamanan Pemerintahan Kecamatan Cidaun, mendapat Uang Honor Bulanan Sebesar Rp 1.500.000 setiap bulanya sesui yang di tandatangani untuk SPJ Kecamatan cidaun.
Kenyataanya mereka menerima perbulan hanya sebesar Rp 700 ribu tidak sama ada juga Rp 750 Ribu setiap kali menerima honor bulanan nya
“Sesuai SPJ yang saya tanda tangani mestinya Honor saya itu sebesar 1,5 juta rupiah setiap bulanya akan tetapi yang sesunguhnya saya terima hanya sebesar Rp 700 ribu ada juga 750 ribu.
Ini tidak sesui SPJ yang di tanda tangani oleh saya, terang salah seorang Tenagga TKS Satpol PP Kepada, selasa (28/7/2020).
Ia wajar menayakan selisihnya Uang Honor tersebut apalagi, sudah honornya kecil, kena sunat lagi. Bukannya di perhatikan malah di tindas,” Cetus dia
Coba kalikan jika TKS setiap bulanya di sunat sebesar 800 ribu atau 750 ribu di kalikan satu tahu saja dari setiap bulanya sudah tentu di ketahui nominalnya.
Pasti cukup besar juga yang di sunat, sedangkan bekerja di Kantor Pemerintahan Kecamatan Cidaun sudah lebih dari 3 tahun masa bekerja, tambah dia.
Mereka berharap dengan adanya pemotongan yang sudah dilakukanselama ini tidak terjadi lagi, di bulan berikutnya, sementara mereka hanya tenagga sukarelawan yang tidak memiliki pengasilan lebih, selain Honor TKS perbulan hanya alakadarnya menyambung hidup keluargga.
Uang honor perbulan kalau di hitung hitung sangat tak cukup untuk memenuhi kebutuhan hidup di keluargga apalagi malah di duga di potong
Camat Cidaun, Kabupaten Cianjur, Herlan Iskandar S.I.P., membenarkan atas dugaan pemotongan uang Honor TKS Satpol PP yang ada di wilayah pemerintahanya.
Saya yang menugaskan mereka dan memberi SK untuk menjadi tenaga sukarelawan keamanan benar Sakali adanya pemotongan
Dengan alasan karena para TKS Satpol PP tidak full dalam bekerja kadang hanya 4 Hari dalam satu minggu bekerjanya, kadang juga mereka hanya bekerja 3 hari.
Makanya saya potong, adapun hasil potongan tidak di pakai kepentingan sendiri atau memperkaya diri namun untuk memenuhi kebutuhan biayaya oprasional kantor,
Ada juga di pakai untuk bayar pajak, serta untuk insentif kebersihan yang bekerja sehari hari di kantor dan biayaya oprasional staf ketika bertugas keluar kantor ungkapnya, selasa (28/7/2020).


Komentar Via Facebook :