Buyut Nyimas Ratu Ayu Kawunganten Desa Kedokan Bunder di Perbaiki Dari Uang Pribadi

Buyut Nyimas Ratu Ayu Kawunganten Desa Kedokan Bunder di Perbaiki Dari Uang Pribadi

CYBER88 | Indramayu -- Buyut nyimas ratu ayu kawunganten kedokanbunder dibangun dan direnovasi kembali. Jumat (11/09/20).

Nyimas ratu ayu kawunganten adalah keturunan dari Syarif Hidayatuoh. Beliau wafat pada tahun 1561, yang kemudian kepemimpinan pedukuhan dan si'ar agama islam diberbagai daerah diteruskan oleh keturunan dan anak cucunya. Hingga sampai saat ini, kebuyutan yang berada tepat di Desa  Kedokabbunder berkembang dengan adat istiadat dan budaya yang diwariskan leluhurnya.

Salah satunya , Adat Ider Bumi (Keliling Wilayah) dan Sedekah Bumi (Syukuran) yang sampai saat ini masih dilaksanakan dengan tetap menjaga adat dan ciri khas dari sesepuhnya.

Juru kunci pedukuhan kedokanbunder dalam rangka haul Ider Bumi dan sedekah bumi adakan acara berdoa bersama mendokan Nyimas ratu ayu kawunganten.

Sumur Gede salah satu icon dari acara sedekah bumi didatangi masyarakat luar daerah, mereka antusias berkunjung dan berziarah mendoakan leluhurnya,  kemudian masyarakat tahlil dan berdoa bersama yang setelahnya mereka satu persatu mengambil mata air dari sumur gede salah satu kepercayaan masyarakat air yang ada dalam sumur gede bisa menyembuhkan penyakit.

Ketika ditemui Wartawan dari media online Cyber88 jurukunci buyut nyimas ratu ayu kawunganten Nurkim mengatakan, “ jalan diarea pintu masuk buyut nyimas ratu ayu kawunganten kedokanbunder baik jalan ditengah kuburan maupun area depan gang sudah di bangun  dan alhamdulillah kami bisa membangun dari hasil keringat priadi,” ujarnya.

“Ini hasil dari dana pribadi tanpa bantuan dari pemerintah desa maupun dari hasil swadaya masyrakat,” jelasnya.

“Lihat aja sekarang tatanan jalan maupun gubug juga yang lainnya sekarang tertata baik dan kelihatan bagus, hal ini bertujuan supaya pengunjung ke buyut tidak merasa jenuh, khususnya bagi warga kedokanbunder saling menjaga dan merawat supaya tidak cepat rusak,” pungkas Nurkim. (MT Jahol)

Komentar Via Facebook :