Ibarat Saling Berbalas Pantun,Berikut Klarifikasi dr.Agus Soal Video Pasien Yang Viral
CYBER88 | Papua Barat - Beberapa hari yang lalu masyrakat Raja Ampat telah digemparkan dengan sebuah Video yang ditampilkan di media sosial terkait keluhan salah satu Perawat di RSUD Raja Ampat, yang mana perawat tersebut juga berstatus sebagai pasien Covid-19.
Video yang diupload tersebut kemudian menjadi Viral di sejumlah jejaring sosial yang ditampilkan disejumlah media televisi di tanah air.
Perawat yang telah diketahui bernama Oktovina. Tonapa itu menyampaikan keluhannya melalui video yang tinggalnya sendiri pada saat berada di ruang karantina.
Adapun keluhannya yakni, terkait dengan penanganan dan pelayanan Rumah Sakit Umum (RSUD) Raja Ampat yang dinilainya cenderung kurang efektif dan maksimal.
Saling Balas Pantun
Menanggapi perihal tersebut, Kepala Direktur RSUD Raja Ampat, dr.Agus Hariyanto pun memberikan klarifikasi melalui video.Video klarifikasi dari pihak RSUD ini kemudian berhasil dihimpun oleh media ini pada, Rabu (30/9/2020).
Dalam video klarifikasi itu, Pihak RSUD Raja Ampat menegaskan bahwa, apa yang disampaikan oleh perawat ataupun pasien, Oktovina Tonapa itu tidaklah benar.
Sebelumnya, Oktovina Tonapa dalam videonya mengatakan, tidak ada satu orang dokter pun yang hendak mengunjungi mereka di tempat karantina.
Namun, pernyataan Oktovina tersebut juga dibantah oleh pihak RSUD, yakni Direktur RSUD Raja Ampat (dr.Agus Hariyanto-Red).
dr.Agus mengatakan, dirinya sendiri pernah mengecek pasien Oktovina. Selain itu juga dicek oleh beberapa dokter lainya.
Ia juga menjelaskan terkait dengan tidak adanya asupan vitamin kepada pasien itu juga merupakan keterangan yang salah, sebab kata dia (Agus) bahwa, pihaknya telah memiliki bukti resepnya.
Masaalah Internal
Dalam video klarifikasinya Direktur RSUD Raja Ampat itu juga dikatakan, terkait dengan keluhan pasien bahwa pasien tidak ditensi itu karena pasien (Oktovina) menolak ditensi.
"Dikatakan Okto tidak ditensi, mohon maaf, disini ada Husen, bisa klarifikasi kepada petugas kami bahwa, Okto menolak dilakukan tensi, karena sudah terjadi gimana ya, sudah tidak ada komunikasi yang kurang bagus begitu".katanya.
dr.Agus mengklaim bahwa, apa yang disampaikan oleh Oktovina adalah satu bentuk penghujatan.
"Kalau menurut saya, ini Penghujatan. penghujatan terhadap nama baik RSUD, nama baik tim Covid RSUD, nama baik tim Covid Raja Ampat, nama baik pemerintah daerah, saya tidak senang, mohon maaf saja"terang dr.Agus.
Selanjutnya dijelaskan, untuk pasien konfirmasi tanpa gejala berdasarkan panduan dari kementerian kesehatan revisi ke 5 bahwa pasien konfirmasi tanpa gejala pasien dapat dipantau melalui telepon.
"Kami, Rumah Sakit menampung keluhan ada group WA kami. ini adalah group WA pasien dengan tim Covid. Okto ada di dalamnya, pasien tersebut ada didalamnya. kalau ada keluhan di sini saja", kata dr.Agus dalam video itu seraya memperlihatkan handphone nya.
Dijelaskan, hal tersebut karena berdasarkan panduan dari kementerian kesehatan bahwa, bisa menggunakan via telepon.
dr.Agus juga menuturkan, jika pasien tersebut memiliki tendensi pribadi terhadap Rumah Sakit maka, itu masaalah dia sendiri.
Menurutnya, Pihak Rumah Sakit tidak ada masaalah dan tentunya melayani dengan baik.


Komentar Via Facebook :